DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
No Result
View All Result
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
No Result
View All Result
Home ARTIKEL UMUM

Usaha Tani Cabai dan Bawang Merah Ramah Lingkungan

27/10/2023
in ARTIKEL UMUM
0
Usaha Tani Cabai dan Bawang Merah Ramah Lingkungan

Kegiatan dan aktifitas usaha tani cabai dan bawang merah secara ramah lingkungan sangat terkait dengan upaya pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang dapat berpotensi menyebabkan kehilangan hasil pada kedua komoditas strategis tersebut. Secara hukum, pengendalian OPT pada cabai dan bawang merah di Indonesia dilakukan berdasarkan konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT), seperti tercantum di dalam Undang – Undang No. 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman dan UU No. 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura. Konsep PHT merupakan pilihan terbaik dalam pengendalian OPT cabai dan bawang merah, karena merupakan kombinasi, atau sinergi berbagai teknik pengendalian yang diawali oleh pengumpulan informasi kondisi pertanaman dan analisis kondisi tersebut sebelum diputuskan pelaksanaan pengendalian. Pengendalian OPT dengan menggunakan Agens Hayati merupakan komponen utama dan memegang peranan penting dalam mendukung tercapainya sistem pembangunan pertanian yang berkelanjutan.

Pemanfaatan pestisida dalam pelaksanaan pertanian berkelanjutan pada komoditas cabai dan bawang merah masih diperlukan, karena di lapangan dimungkinkan terdapatnya kondisi dimana ketika cara – cara pengendalian yang tersedia belum maksimal menyelesaikan permasalahan OPT pada suatu komoditas. Metode pengendalian kimiawi hanya akan diterapkan sebagai alternatif terakhir dengan penuh aspek kahati – hatian. Perhitungan akan dampak positif dan negatif serta kerugian yang meliputi banyak aspek : lingkungan, pertanaman, pendapatan dan keberlanjutan usaha tani harus dilakukan terlebih dahulu sebelum pestisida diaplikasikan pada pertanaman. Apabila pestisida harus digunakan dalam usaha tani, maka penggunaannya perlu didasarkan pada penghitungan laba – rugi yang komprehensif bukan semata terhadap usaha yang sedang diperlakukan saja.

PHT hanya merupakan salah satu saja dari sejumlah komponen produksi, seperti menyediakan bibit – bibit unggul dan tahan penyakit tanaman, mengelola tanaman (menentukan pola – pola tanam, mengolah tanah dan pengairan, jarak tanam, menyiang, memupuk), memanen dan pasca panen dimana semua komponen tersebut saling memengaruhi. Perencanaan dalam kegiatan pengendalian OPT secara komprehensif dapat dilakukan misalnya dengan : a). mengusahakan pertumbuhan tanaman cabai dan bawang merah yang sehat dengan berbagai kultur teknik; b). memanfaatkan agens hayati dan musuh alami (predator, parasitoid dan entomopatogen); c). menggunakan varietas tahan atau toleran terhadap OPT utama; d). mengendalikan OPT dengan perlakuan fisik – mekanik; e). menggunakan zat – zat kimia semio hormon / feromon; f). Pengendalian secara genetik, yaitu teknik jantan mandul; g). pestisida digunakan hanya bila diperlukan saja.

Pertumbuhan tanaman cabai dan bawang merah yang sehat lebih mampu tahan terhadap serangan OPT, jadi mutlak perlu dipenuhi persyaratan pertumbuhan tanaman, mulai dari pemilihan bibit, pengolahan tanah, pemupukan yang berimbang, pengairan dan teknik pemeliharaan tanaman lainnya. Pola tanam serentak dan pergiliran tanaman mengikuti musim tanam setempat, tumpang sari, sistem sorjan merupakan strategi pengendalian OPT yang efektif. Karena secara alamiah dapat memutuskan siklus perkembangan OPT di daerah tropis seperti sentra – sentra cabai dan bawang merah di Indonesia yang bermusim terbuka (aktifitas biologi terjadi sepanjang tahun).

Sektor pertanian, khususnya pada pengembangan budidaya komoditas cabai dan bawang merah berkelanjutan harus mampu memanfaatkan sumber daya pertanian secara optimal untuk kegiatan usaha yang layak ekonomis, menghasilkan produk sesuai dengan permintaan pasar, dan mengolahnya dengan metode yang ramah lingkungan. Usaha tani sektor hortikultura, khususnya sayuran (cabai dan bawang merah) diharapkan mampu mengembangkan agribisnis dengan menerapkan diversifikasi usaha, baik horisontal, vertikal maupun regional. Untuk itu, diperlukan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang pertanian yang tepat dan infrastruktur usaha serta kelembagaan agribisnis pendukung yang memadai, dapat diterima, menguntungkan dan ramah lingkungan.

Sehubungan dengan kondisi iklim yang tidak normal akhir-akhir ini, yaitu terjadinya curah hujan yang tinggi pada musim kemarau menyebabkan terjadinya peningkatan serangan OPT tertentu pada tanaman cabai dan bawang merah, misalnya penyakit antraknose/patek/busuk buah (Colletotrichum capsici, Gloeosporium gloeosporioides, Alternaria solani), layu fusarium (Fusarium oxysporum), bercak daun (Cercospora capsici). Artikel Selengkapnya bisa didownload di sini

Disusun dan diolah dari berbagai sumber oleh :

Hendry Puguh Susetyo, SP, M.Si

Fungsional POPT Ahli Muda

Direktorat Perlindungan Hortikultura

Previous Post

Strategi Pengendalian Terpadu Nematoda Sista Kentang (Globodera rostochiensis) pada Tanaman Kentang

Next Post

Identifikasi dan Klasifikasi Hama Aphid (Kutu Daun) pada tanaman Kentang

Humas Ditjen Hortikultura

Humas Ditjen Hortikultura

Next Post

Identifikasi dan Klasifikasi Hama Aphid (Kutu Daun) pada tanaman Kentang

Buku Hortikultura

Buku Pedoman Budidaya Anggur Vitis Vinifera
Buku Direktorat Buah dan Florikultura

Buku Pedoman Budidaya Anggur Vitis Vinifera

by Hubungan Masyarakat
18/05/2026
0

Deskripsi: Indonesia sebagai negara tropis memiliki wilayah yang luas dan agroklimat yang beragam sehingga dapat menghasilkan berbagai jenis buah-buahan termasuk...

Read more

Buku Angka TetapHortikulturaTahun 2024

15/08/2025

BUKU SAKU BROKOLI & KEMBANG KOL

20/05/2025
Pengunaan Bubur Bordo Untuk Pengendalian OPT Buah

Pengunaan Bubur Bordo Untuk Pengendalian OPT Buah

06/11/2024
Petunjuk Teknis PENGENDALIAN OPT KUBIS

Petunjuk Teknis PENGENDALIAN OPT KUBIS

06/11/2024

Berita Utama

Jelang Idul Adha, Kementan Perkuat Sinergi Jaga Pasokan Bawang Merah Nasional
BERITA UTAMA

Jelang Idul Adha, Kementan Perkuat Sinergi Jaga Pasokan Bawang Merah Nasional

by Hubungan Masyarakat
29/05/2026
0

Rilis Kementan, 20 Mei 2026Nomor: B-375/HM.160/7/05/2026 Jakarta — Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat langkah antisipasi untuk menjaga ketersediaan dan kelancaran...

Read more
Mentan Amran Bongkar 3 Dugaan Penyelewengan: Mafia Proyek, ASN Bermasalah, hingga Permainan Benih Rp3,3 Miliar

Mentan Amran Bongkar 3 Dugaan Penyelewengan: Mafia Proyek, ASN Bermasalah, hingga Permainan Benih Rp3,3 Miliar

29/05/2026

Peluang Ekspor Hortikultura ke Malaysia: Kementan Dorong Rokan Hilir Optimalkan Potensi Pintu Terdekat

21/05/2026
Presiden Prabowo Puji Mentan Amran: “Ini Orang Oke”, Swasembada 4 Tahun Tercapai dalam 1 Tahun

Presiden Prabowo Puji Mentan Amran: “Ini Orang Oke”, Swasembada 4 Tahun Tercapai dalam 1 Tahun

18/05/2026
Mentan Australia Telepon Mentan Amran, Ucapkan Terima Kasih Indonesia Pasok Pupuk di Tengah Krisis Global

Mentan Australia Telepon Mentan Amran, Ucapkan Terima Kasih Indonesia Pasok Pupuk di Tengah Krisis Global

18/05/2026

AGENDA KEGIATAN HORTIKULTURA

  • – 01:00, 13/04/2026 – Diskusi dengan PM, Rapat Koordinasi Kegiatan TA 2026 bersama Dir Wilayah / Ka BRMP Provinsi, Rapat Bawang Putih - Dirjen Hortikultura
  • – 01:00, 14/04/2026 – Rapat Penyediaan Benih Baput, Raker DPR RI - Dirjen Hortikultura
  • – 01:00, 15/04/2026 – Dinas ke Sulteng (Mewakili PM – Pelepasan Ekspor Raya Komoditas Durian Beku ke Tiongkok) - Dirjen Hortikultura

ALAMAT KAMI :

KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
Jl. Aup No.3, RT.9/RW.10, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12520
Telp: (021) 7806881
[email protected]
hortikultura.pertanian.go.id

TAUTAN SITUS :

- Kementerian Pertanian
- Kementerian Perdagangan
- PPID Pertanian
- Badan Pusat Statistik
- Lapor
- Layanan Pengadaan Secara Elektronik
- Whistleblowing System

SOSIAL MEDIA :

  @hortvditjenhorti
  DitjenHorti
  @horti.kementan
  @ditjenhorti

Hak Cipta © 2024 Direktorat Jenderal Hortikultura - Kementerian Pertanian RI

No Result
View All Result
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Aksebilitas

Mode Aksebilitas

Mode Aman Epilepsi
Meredam warna dan menghilangkan kedipan
Mode ini memungkinkan penderita epilepsi untuk menggunakan situs web dengan aman dengan menghilangkan risiko kejang akibat animasi berkedip atau berkedip dan kombinasi warna yang berisiko.
Mode Tunanetra
Meningkatkan visual situs web
Mode ini menyesuaikan website dengan kenyamanan pengguna penyandang disabilitas penglihatan seperti Penurunan Penglihatan, Penglihatan Terowongan, Katarak, Glaukoma, dan lain-lain.
Mode Disabilitas Kognitif
Membantu untuk fokus pada konten tertentu
Mode ini memberikan opsi bantuan berbeda untuk membantu pengguna dengan gangguan kognitif seperti Disleksia, Autisme, CVA, dan lainnya, agar lebih mudah fokus pada elemen penting situs web.
Mode Ramah ADHD
Mengurangi gangguan dan meningkatkan fokus
Mode ini membantu pengguna dengan ADHD dan gangguan perkembangan saraf untuk membaca, menelusuri, dan fokus pada elemen utama situs web dengan lebih mudah sekaligus mengurangi gangguan secara signifikan.
Mode Kebutaan
Memungkinkan penggunaan situs dengan pembaca layar-baca
Mode ini mengonfigurasi situs web agar kompatibel dengan pembaca layar seperti JAWS, NVDA, VoiceOver, dan TalkBack. Pembaca layar adalah perangkat lunak untuk pengguna tunanetra yang diinstal pada komputer dan ponsel cerdas, dan situs web harus kompatibel dengannya.

Pengalaman Membaca

Skala Konten
Default
Kaca Pembesar Teks
Font Terbaca
Ramah Disleksia
Penyorotan Judul
Penyorotan Tautan
Ukuran Font
Default
Line Height
Default
Spasi Huruf
Default
Rata Kiri
Rata Tengah
Rata Kanan

Pengalaman yang Menyenangkan Secara Visual

Kontras Gelap
Kontras Terang
Satu Warna
Kontras Tinggi
Saturasi Tinggi
Saturasi Rendah
Atur Warna Teks
Atur Warna Judul
Atur Warna Latar

Orientasi Mudah

Suara Hening
Sembunyikan Gambar
Papan Ketik Maya
Panduan Membaca
Stop Animasi
Penanda Bacaan
Penyorotan Kursor
Penyorotan Fokus
Kursor Besar Gelap
Kursor Besar Terang
Kunci Navigasi