DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
No Result
View All Result
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
No Result
View All Result
Home BERITA UTAMA

Mentan Amran: “Saya Kaka Menteri, Orang Papua Juga, Kita Bangun Papua Bersama”

03/07/2026
in BERITA UTAMA
0
Mentan Amran: “Saya Kaka Menteri, Orang Papua Juga, Kita Bangun Papua Bersama”

Rilis Kementan, 2 Juli 2026
Nomor: B-511/ HM.160/7/07/2026

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak generasi muda Papua untuk bersama-sama membangun Tanah Papua melalui pengembangan pertanian yang berbasis potensi lokal, budaya, dan kebutuhan masyarakat setempat. Menurutnya, mahasiswa Papua memiliki peran penting sebagai penggerak pembangunan ekonomi di daerahnya masing-masing.

Ajakan tersebut disampaikan Mentan Amran saat menerima dan berdialog bersama 150 mahasiswa asal berbagai wilayah Tanah Papua di kediaman pribadinya di Jakarta, di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, para mahasiswa dari Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, Papua Selatan, dan Papua Induk menyampaikan langsung berbagai potensi unggulan daerahnya, mulai dari ubi jalar, buah merah, kacang tanah, sagu, kopi, kakao, kelapa, hingga komoditas peternakan dan perikanan.

“Saya dari gunung di Sulawesi Selatan. Saudara saya banyak di Papua. Kenapa saya undang ke rumah pribadi? Karena Anda bertemu dengan kakakmu sendiri, saudara sendiri. Saya kaka menteri, orang Papua juga. Kita bangun Papua bersama,” ujar Mentan Amran disambut antusias para mahasiswa.

Dalam dialog tersebut, mahasiswa asal Papua Tengah, Edron Tabuni, menyampaikan bahwa masyarakat di wilayah pegunungan membutuhkan dukungan pengembangan komoditas pangan lokal, khususnya ubi, yang selama ini menjadi makanan pokok masyarakat. Menurutnya, pembangunan pertanian di Papua perlu disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan budaya masyarakat setempat.

Merespons hal tersebut, Mentan Amran menegaskan bahwa pembangunan pertanian di Papua harus berangkat dari kebutuhan masyarakat dan potensi yang telah berkembang di masyarakat.

“Kalau Papua Tengah dan Papua Pegunungan membutuhkan pengembangan ubi, maka kita dukung ubi. Kita harus membangun berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat dan potensi yang memang hidup di masyarakat,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Mentan Amran memutuskan pemberian bantuan alat pertanian untuk mendukung pengembangan komoditas ubi di Papua Tengah dan Papua Pegunungan. Bantuan tersebut berupa peralatan pertanian yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, dan peralatan pendukung lainnya.

“Kita sama-sama petani. Saya paham, kalau sudah ada alat kerja, masyarakat bisa langsung bergerak. Yang kita bangun adalah ekonomi desa dan ekonomi masyarakat,” katanya.

Mentan Amran mengungkapkan bahwa sebelumnya Kementerian Pertanian telah mengundang seluruh gubernur, bupati, tokoh adat, petani, dan pemangku kepentingan dari seluruh Tanah Papua untuk menyusun kebutuhan pembangunan pertanian berbasis potensi daerah. Dari hasil inventarisasi tersebut, berbagai komoditas unggulan Papua telah dipetakan, di antaranya pala, sagu, kakao, kopi, jagung, peternakan, serta dukungan alat dan mesin pertanian.

Menurut Mentan, seluruh program tersebut merupakan milik masyarakat Papua dan harus memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kesejahteraan rakyat.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran juga menegaskan bahwa mahasiswa Papua merupakan sumber daya manusia terbaik yang harus menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi di daerahnya masing-masing. Menurutnya, lahan-lahan yang dimiliki masyarakat dan keluarga di Papua tidak boleh dibiarkan menjadi lahan tidur.

“Anda adalah putra-putri terbaik Tanah Papua. Anda yang bisa mengangkat ekonomi Papua karena cerdas, pintar, dan ada lahan di sana yang harus dibangunkan, jangan menjadi lahan tidur,” ujar Mentan.

Ia pun mendorong para mahasiswa untuk mulai membangun usaha pertanian sejak masih menempuh pendidikan. Kementerian Pertanian, kata dia, siap mendukung pengembangan berbagai komoditas unggulan seperti kopi, pala, kakao, kelapa, maupun komoditas pangan lokal sesuai potensi wilayah masing-masing.

“Kalau punya lahan, tanam dari sekarang. Ketika selesai kuliah, kebunnya sudah menghasilkan. Kita ingin anak-anak muda Papua menjadi pengusaha pertanian yang sukses. Bahkan pendapatannya bisa lebih tinggi daripada pegawai,” katanya.

Mahasiswa asal Papua Barat Daya, Ronaldo Jakobinesta dari Universitas Kristen Indonesia, mengapresiasi kesempatan berdiskusi langsung dengan Mentan Amran. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi ruang penting bagi mahasiswa Papua untuk menyampaikan potensi daerah masing-masing.

“Menurut saya, Pak Menteri sangat tegas, sangat rendah hati, dan sangat cepat merespons setiap masukan. Kegiatan seperti ini sangat baik karena kami bisa menyampaikan langsung potensi daerah kami, mulai dari kacang tanah di Maybrat, kelapa di Tambrauw, hingga berbagai jenis sagu di Sorong Selatan,” ujarnya.

Ronaldo menilai forum dialog seperti ini penting karena setiap wilayah di Papua memiliki potensi dan karakteristik yang berbeda. Dengan adanya ruang diskusi langsung bersama pemerintah, potensi-potensi tersebut dapat diinventarisasi dan dikembangkan secara lebih tepat sasaran.

Sementara itu, Edron Tabuni mengaku bersyukur karena aspirasi masyarakat Papua Tengah terkait pengembangan ubi sebagai pangan pokok lokal mendapat perhatian langsung dari Mentan.

“Pak Menteri merespons dengan sangat baik. Beliau langsung memutuskan bantuan alat pertanian untuk mendukung pengembangan ubi di Papua Tengah dan Papua Pegunungan. Kami berharap program ini benar-benar bisa membantu masyarakat di kampung,” katanya.

Senada dengan itu, pemuda asal Papua Pegunungan, Onajige Balong, menilai pertemuan tersebut membuka wawasan baru bagi generasi muda Papua bahwa masa depan tidak hanya bergantung pada pekerjaan formal.

“Saya sangat senang karena Pak Menteri memberikan pemahaman bahwa mencari penghasilan tidak harus menjadi PNS. Uang juga ada di kebun. Anak-anak muda Papua harus mulai membangun usaha pertanian dan memanfaatkan potensi yang ada di daerah masing-masing,” ungkapnya.

Menurut Onajige, gagasan Mentan Amran untuk mendorong generasi muda Papua menjadi pelaku usaha pertanian merupakan langkah strategis untuk mengurangi pengangguran dan menciptakan kemandirian ekonomi di Tanah Papua.

Melalui pertemuan tersebut, Mentan Amran menegaskan bahwa pembangunan Papua tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga menciptakan generasi muda yang mandiri, produktif, dan mampu menggerakkan perekonomian daerahnya.

“Papua adalah saudara. Kita bangun bersama, kita maju bersama, dan kita sejahtera bersama,” tutup Mentan Amran.

Previous Post

Di Lemhanas, Mentan Amran Titip Keberlanjutan Swasembada Pangan kepada Calon Pemimpin Bangsa

Next Post

Pimpin 137 Ribu Hektare Cetak Sawah dan Oplah di Tanah Papua, Mentan Amran: Itu Semua Milik Rakyat

Hubungan Masyarakat

Hubungan Masyarakat

Next Post
Pimpin 137 Ribu Hektare Cetak Sawah dan Oplah di Tanah Papua, Mentan Amran: Itu Semua Milik Rakyat

Pimpin 137 Ribu Hektare Cetak Sawah dan Oplah di Tanah Papua, Mentan Amran: Itu Semua Milik Rakyat

Buku Hortikultura

Roadmap Bawang Merah 2017
Buku Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat

Roadmap Bawang Merah 2017

by Hubungan Masyarakat
11/06/2026
0

TIM PENYUSUN Pengarah 1. Dr. Ir. Spudnik Sujono K, MM 2. Dr. Ir. Mat Syukur, MS 3. Ir. Baran Wirawan,...

Read more
Buku Pedoman Budidaya Anggur Vitis Vinifera

Buku Pedoman Budidaya Anggur Vitis Vinifera

18/05/2026

Buku Angka TetapHortikulturaTahun 2024

15/08/2025

BUKU SAKU BROKOLI & KEMBANG KOL

20/05/2025
Pengunaan Bubur Bordo Untuk Pengendalian OPT Buah

Pengunaan Bubur Bordo Untuk Pengendalian OPT Buah

06/11/2024

Berita Utama

Kejar Swasembada Gula Dua Tahun, Mentan Amran Pacu Produksi Nasional Tembus 3 Juta Ton
BERITA UTAMA

Kejar Swasembada Gula Dua Tahun, Mentan Amran Pacu Produksi Nasional Tembus 3 Juta Ton

by Hubungan Masyarakat
23/07/2026
0

Rilis Kementan, 23 Juli 2026Nomor: B-566/HM.160/7/07/2026 Surabaya – Pemerintah mempercepat langkah menuju swasembada gula putih nasional dalam dua tahun sesuai...

Read more
Jelang Dilantik sebagai Kepala BGN, Sudaryono Pastikan Sinergi MBG dan Pertanian Perkuat Kesejahteraan Petani

Jelang Dilantik sebagai Kepala BGN, Sudaryono Pastikan Sinergi MBG dan Pertanian Perkuat Kesejahteraan Petani

23/07/2026
Kementan Dukung Inovasi “Pumpilizer” Karya Generasi Muda di Ajang World Invention Creativity Olympic 2026

Kementan Dukung Inovasi “Pumpilizer” Karya Generasi Muda di Ajang World Invention Creativity Olympic 2026

15/07/2026
Wanam Sejahtera Lewat Sektor Pertanian, Mentan Amran: Anggaran untuk Papua Kami Tambahkan

Wanam Sejahtera Lewat Sektor Pertanian, Mentan Amran: Anggaran untuk Papua Kami Tambahkan

15/07/2026
Kementan Percepat Gerakan Tanam di Lahan Oplah dan Cetak Sawah Rakyat untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Kementan Percepat Gerakan Tanam di Lahan Oplah dan Cetak Sawah Rakyat untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

07/07/2026

AGENDA KEGIATAN HORTIKULTURA

  • – 01:00, 13/04/2026 – Diskusi dengan PM, Rapat Koordinasi Kegiatan TA 2026 bersama Dir Wilayah / Ka BRMP Provinsi, Rapat Bawang Putih - Dirjen Hortikultura
  • – 01:00, 14/04/2026 – Rapat Penyediaan Benih Baput, Raker DPR RI - Dirjen Hortikultura
  • – 01:00, 15/04/2026 – Dinas ke Sulteng (Mewakili PM – Pelepasan Ekspor Raya Komoditas Durian Beku ke Tiongkok) - Dirjen Hortikultura

ALAMAT KAMI :

KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
Jl. Aup No.3, RT.9/RW.10, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12520
Telp: (021) 7806881
[email protected]
hortikultura.pertanian.go.id

TAUTAN SITUS :

- Kementerian Pertanian
- Kementerian Perdagangan
- PPID Pertanian
- Badan Pusat Statistik
- Lapor
- Layanan Pengadaan Secara Elektronik
- Whistleblowing System

SOSIAL MEDIA :

  @hortvditjenhorti
  DitjenHorti
  @horti.kementan
  @ditjenhorti

Hak Cipta © 2024 Direktorat Jenderal Hortikultura - Kementerian Pertanian RI

No Result
View All Result
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Aksebilitas

Mode Aksebilitas

Mode Aman Epilepsi
Meredam warna dan menghilangkan kedipan
Mode ini memungkinkan penderita epilepsi untuk menggunakan situs web dengan aman dengan menghilangkan risiko kejang akibat animasi berkedip atau berkedip dan kombinasi warna yang berisiko.
Mode Tunanetra
Meningkatkan visual situs web
Mode ini menyesuaikan website dengan kenyamanan pengguna penyandang disabilitas penglihatan seperti Penurunan Penglihatan, Penglihatan Terowongan, Katarak, Glaukoma, dan lain-lain.
Mode Disabilitas Kognitif
Membantu untuk fokus pada konten tertentu
Mode ini memberikan opsi bantuan berbeda untuk membantu pengguna dengan gangguan kognitif seperti Disleksia, Autisme, CVA, dan lainnya, agar lebih mudah fokus pada elemen penting situs web.
Mode Ramah ADHD
Mengurangi gangguan dan meningkatkan fokus
Mode ini membantu pengguna dengan ADHD dan gangguan perkembangan saraf untuk membaca, menelusuri, dan fokus pada elemen utama situs web dengan lebih mudah sekaligus mengurangi gangguan secara signifikan.
Mode Kebutaan
Memungkinkan penggunaan situs dengan pembaca layar-baca
Mode ini mengonfigurasi situs web agar kompatibel dengan pembaca layar seperti JAWS, NVDA, VoiceOver, dan TalkBack. Pembaca layar adalah perangkat lunak untuk pengguna tunanetra yang diinstal pada komputer dan ponsel cerdas, dan situs web harus kompatibel dengannya.

Pengalaman Membaca

Skala Konten
Default
Kaca Pembesar Teks
Font Terbaca
Ramah Disleksia
Penyorotan Judul
Penyorotan Tautan
Ukuran Font
Default
Line Height
Default
Spasi Huruf
Default
Rata Kiri
Rata Tengah
Rata Kanan

Pengalaman yang Menyenangkan Secara Visual

Kontras Gelap
Kontras Terang
Satu Warna
Kontras Tinggi
Saturasi Tinggi
Saturasi Rendah
Atur Warna Teks
Atur Warna Judul
Atur Warna Latar

Orientasi Mudah

Suara Hening
Sembunyikan Gambar
Papan Ketik Maya
Panduan Membaca
Stop Animasi
Penanda Bacaan
Penyorotan Kursor
Penyorotan Fokus
Kursor Besar Gelap
Kursor Besar Terang
Kunci Navigasi