

Jakarta, (26/62026) – Kelurahan Pasar Minggu kembali mengadakan Festival Mikul Buah Tahun 2026. Acara tahunan ke 2 yang menjadi bagian dari peringatan 105 Tahun Pasar Minggu ini sekaligus mengisi rangkaian HUT ke-499 DKI Jakarta.
Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, mengatakan kegiatan ini sekaligus sarana menanamkan nilai gotong royong, kerja keras, dan kecintaan terhadap warisan agraris kepada generasi muda.
“Festival Mikul Buah merupakan jembatan penghubung generasi masa kini dengan kejayaan hortikultura Pasar Minggu di masa lalu. Jakarta menuju kota global, namun budaya dan sejarahnya harus tetap menjadi fondasi pembangunan,” ujar Syafrin saat membuka acara.
Ia menjelaskan, parade yang diikuti 220 peserta menjadi simbol kebersamaan masyarakat. Tradisi memikul buah merepresentasikan semangat para petani tempo dulu yang secara bergotong royong membawa hasil panen ke Pasar Minggu hingga kawasan tersebut dikenal sebagai pusat perdagangan hortikultura. Nilai-nilai tersebut dinilai masih sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan masyarakat saat ini.
“Festival ini juga menampilkan visualisasi 18 Ikon asli Betawi seperti ondel-ondel, kembang kelapa, gigi balang, busana adat Betawi, hingga kuliner khas seperti kerak telor dan bir pletok sebagai penguat identitas budaya Jakarta di tengah perkembangan kota modern,” lanjutnya.
Dirinya menekankan bahwa secara historis Pasar Minggu merupakan kawasan yang memiliki peran penting dalam perkembangan hortikultura nasional. Sejak masa kolonial Belanda, wilayah ini dikenal sebagai sentra produksi buah-buahan sekaligus pusat distribusi hasil pertanian.
“Semangat gotong royong para petani dalam mengembangkan perkebunan dan pembibitan menjadi salah satu fondasi berkembangnya sektor pertanian di Indonesia. Melalui Festival Mikul Buah, sejarah tersebut kembali diangkat sebagai inspirasi bagi pengembangan hortikultura, termasuk pertanian perkotaan (urban farming), agar tetap relevan menghadapi tantangan masa depan,” terangnya.
Festival semakin semarak dengan pameran batik Betawi bermotif flora, display berbagai buah lokal khas Pasar Minggu seperti sawo, nangka, belimbing, dan jambu biji, serta stan pelaku usaha hortikultura yang memperkenalkan beragam produk unggulan kepada masyarakat.
“Tak heran makanya kantor Kementerian Pertanian berada di wilayah Pasar Minggu. Bahkan kegiatan kali ini mendapat penghargaan Original Rekor Indonesia atau ORI dengan kategori penggunaan busana adat betawi terbanyak,” ucapnya bangga.
Toko Tani Modern Turut Meriahkan Mikul Buah
Salah satu booth yang ramai dikunjungi peserta adalah dengan hadirnya Toko Tani Modern (TTM) yang menjual beragam komoditas pangan mulai cabai, bawang merah, bawang putih, telur, beras, aneka buah-buahan serta aneka benih tanaman dijual dengan harga di bawah pasaran.
Koordinator Toko Tani Modern, Eko, mengatakan bahwa kehadiran TTM melengkapi makna Festival Mikul Buah.
“Festival Budaya Mikul Buah menjadi momentum untuk mengangkat kembali kejayaan hortikultura Pasar Minggu. Kehadiran TTM merupakan bentuk nyata dukungan kepada petani agar dapat memasarkan produknya secara langsung sekaligus menyediakan pangan segar dengan harga terjangkau bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hari. Bukan hanya dikarenakan harga murah, namun juga produknya didatangkan langsung dari petani.
Salah seorang pengunjung, Arumi, mengaku terbantu dengan kehadiran Pasar Tani.
“Produk yang dijual segar, kualitasnya bagus, dan harganya lebih murah karena langsung dari petani. Lumayan bisa sekalian boring kebutuhan dapur. Semoga kegiatan seperti ini terus diadakan setiap tahun,” katanya.











