DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
No Result
View All Result
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
No Result
View All Result
Home BERITA UTAMA

GEDOR HORTI’, Strategi Masif Wujudkan GRATIEKS

27/10/2023
in BERITA UTAMA, Uncategorized
0

IMG-20200210-WA0035

Presiden Joko Widodo mengarahkan segera melakukan penguatan sektor pertanian dari aktivitas on farm (produksi) ke off farm (pasca produksi) guna memberikan nilai tambah usaha tani. Tujuannya tidak lain meningkatkan neraca ekspor dalam negeri

Menindaklanjuti, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo membentuk Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor atau disingkat Gratieks. Program ini menargetkan lompatan nilai ekspor dalam kurun waktu empat tahun ke depan. Target strategis Kementerian Pertanian tersebut selanjutnya menjadi fokus bagi jajaran seluruh unit di Kementerian Pertanian dengan merangkul kementerian/lembaga lain, pemerintah daerah, organisasi internasional, perguruan tinggi dan juga masyarakat.

Mewujudkan program tersebut, Direktorat Jenderal Hortikultura menyusun sejumlah langkah strategis untuk merealisasikannya. Ini merupakan bentuk komitmen konkret pemerintah dalam meningkatkan kualitas komoditas pertanian kita. Tak terkecuali sektor hortikultura yang terkenal dengan ragam komoditas strategis siap ekspor. Setidaknya ada 14 komoditas hortikultura yang akan digenjot dari sisi ekspor. Mulai dari manggis, mangga, pisang, durian, nenas, salak, krisan, dracaena, kunyit, jahe, kapulaga, wortel, kubis, hingga kentang.

Indonesia memiliki beberapa keunggulan komparatif dan kompetitif dalam meningkatkan ekspor, antara lain ketersediaan plasma nutfah yang banyak dan eksotis, ketersedian produksi yang melimpah, jalinan ekspor hortikultura yang sudah terjalin, agroklimat yang sesuai untuk produksi ekslusif. Termasuk produk tanaman biofarmaka sebagai bahan utama membuat produk olahan untuk kesehatan dan kosmetik dan lain sebagainya.

Direktorat Jenderal Hortikultura mendorong pengembangan hortikultura melalui pendampingan agribisnis yang terjadwal dan berorientasi ekspor, peningkatan sertifikasi mutu, serta pertanian yang berdasarkan kontrak (contract farming) dan kontinuitas pasokan. Selain itu mandiri melalui pemberdayaan korporasi usaha tani, pengelolaan agribisnis secara komprehensif, peningkatan aksesibilitas (informasi, keuangan, pasar, teknologi dan penyuluhan); modern melalui teknologi budidaya dan pascapanen yang maju dan ramah lingkungan, serta modernisasi manajemen rantai pasokan.
_Gratieks dan ‘Gedor Horti’_
Gedor Horti atau Gerakan Mendorong Produksi, Meningkatkan Daya Saing dan Ramah Lingkungan Hortikultura merupakan program strategis jangka panjang Ditjen Hortikultura Kementan. Tujuan utamanya mendorong peningkatan produksi 7 persen per tahun, merealisasikan Gratieks dan peningkatan pemanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp 6,39 triliun.

Pada prinsipnya, ‘GEDOR Horti’ bisa dikatakan sebagai _tools_ untuk mencapai program tersebut. Pasalnya, ‘GEDOR Horti’ memiliki program dan strategi yang out put-nya adalah peningkatan komoditas ekspor hortikultura mulai dari hulu sampai hilir.

GEDOR Hortikultura diharapkan dapat menyentuh petani kecil, optimasi pemanfaatan lahan sempit dan pekarangan. Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto juga mengarahkan agar lahan pekarangan dirangkai dengan baik menjadi kawasan komersial yang stabil dan berkelanjutan.

GEDOR Hortikultura dilaksanakan menggunakan pendekatan pengembangan kawasan hortikultura yang berdaya saing melalui penggunaan benih bermutu, pendampingan budidaya, pengawalan dan pengendalian Organisme Penggangu Tanaman, Penguatan Kelembagaan Tani, Penyiapan Sarana Pascapanen, Pembentukan Pasar Tani/Pasar Lelang.

Untuk komoditas buah dan florikultura, ada lima hal yang bakal difokuskan. Pertama, pengembangan kawasan satu daerah satu varietas (One Region One Variety), penerapan teknologi maju berbasis GAP, mendorong KUR komoditas berorientasi ekspor, pemberdayaan, kelembagaan tani serta fokus satu kecamatan atau lebih pada lahan pertanian sempit, lahan tidur dan lahan marjinal.

Aspek perbenihan juga amat krusial dalam upaya mewujudkan Gratieks. Komoditas yang unggul tentunya dihasilkan dari benih dengan kualitas terbaik. Lewat GEDOR Hortikultura, Ditjen Hortikultura siap menyediakan benih unggul bermutu melalui pemberdayaan Balai Benih Hortikultura (BBH).

Selanjutnya pengembangan varietas unggul dan mendorong KUR untuk perbenihan, dilakukan juga pemasyarakatan benih bermutu, peningkatan pengawasan peredaran dan sertifikasi benih hortikultura. Termasuk di dalamnya pembinaan serta pengembangan penangkar benih.

Serupa dengan pembenihan, sisi perlindungan amat penting. Upaya proteksi komoditas hortikultura diimplementasikan melalui gerakan pengendalian OPT ramah lingkungan. Ada pula penyiapan _pest list_ untuk persyaratan ekspor, penanganan dampak perubahan iklim atau bencana alam, sampai penguatan kelembagaan perlindungan.

Terakhir adalah pengolahan pasca panen dan pemasaran. Ada lima strategi yang bakal dilakukan, pertama peningkatan diplomasi perdagangan, promosi, investasi, dan ekspor. Kemudian peningkatan sertifikasi _Good Agricultural Practices_ (GAP), _Good Handling Practices_ (GHP), serta organik, pengembangan kemitraan usaha, hingga peningkatan registrasi kebun/lahan usaha serta packing house.

_Good Agricultural Practices_ (GAP) adalah salah satu sistem sertifikasi dalam praktek budidaya tanaman yang baik sesuai dengan standart yang ditentukan. GAP adalah sebuah teknis penerapan sistem sertifikasi proses produksi pertanian yang menggunakan teknologi maju ramah lingkungan dan berkelanjutan, sehingga produk panen aman dikonsumsi, kesejahteraan pekerja diperhatikan dan usaha tani memberikan keuntungan ekonomi bagi petani.

GAP menuntut para produsen untuk menghasilkan produk yang aman untuk dikonsumsi, selaras dengan _sustainability_, menjamin keselamatan para pekerjanya untuk menghasilkan produk yang benar-benar berkualitas. Dengan _standard operational procedure_ (SOP) yang diberlakukan pada GAP, diharapkan agar sistem budidaya yang dilakukan memberikan banyak manfaat bagi produk yang dihasilka dan para pekerjanya serta mampu meminimalisir cemaran terhadap lingkungan. Apabila produk pertanian yang dihasilkan hendak bersaing di era perdagangan bebas, maka kepemilikan sertifikat GAP adalah sebuah kewajiban.

Langkah operasional antara GAP dan GHP dapat dilakukan dengan pembinaan cara budidaya dan penanganan pasca panen yang baik kepada pelaku usaha, bantuan sarana/prasarana pasca panen berupa bangunan/bangsal pasca panen dan atau alat mesin pasca panen. Penerapan GAP dan GHP bertujuan untuk meningkatkan produksi dan mempertahankan mutu produk buah, florikultura dan sayuran agar dapat berdaya saing di pasar lokal dan ekspor. Gedor Hortikultura memiliki target peningkatan daya saing hortikultura di tahun 2020 antara lain registrasi 1.100 kebun/lahan usaha, 60 unit sertifikasi GAP dan 40 unit sertifikasi GHP.

Previous Post

Sukabumi Siap Gedor Ekspor, Gelar Festival Buah dan Florikultura

Next Post

Ponorogo Siap Lepas 110 Ton Kunyit ke India

Humas Ditjen Hortikultura

Humas Ditjen Hortikultura

Next Post

Ponorogo Siap Lepas 110 Ton Kunyit ke India

Buku Hortikultura

Buku Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura

Buku Angka TetapHortikulturaTahun 2024

by Hubungan Masyarakat
15/08/2025
0

Pengarah: Dr. Ir. Muhammad Taufik Ratule Penyunting: Dyah Ismayaningrum, SE, SP Widhiyanti Nugraheni, S.Si, M.SE Staff Penyunting: Sulastri, S.Si., M.SE...

Read more

BUKU SAKU BROKOLI & KEMBANG KOL

20/05/2025
Pengunaan Bubur Bordo Untuk Pengendalian OPT Buah

Pengunaan Bubur Bordo Untuk Pengendalian OPT Buah

06/11/2024
Petunjuk Teknis PENGENDALIAN OPT KUBIS

Petunjuk Teknis PENGENDALIAN OPT KUBIS

06/11/2024
MENCEGAH ANCAMAN PENYAKIT SISTEMIK JERUK – Bangkitkan Kejayaan Jeruk Lokal

MENCEGAH ANCAMAN PENYAKIT SISTEMIK JERUK – Bangkitkan Kejayaan Jeruk Lokal

06/11/2024

Berita Utama

Kementan Siapkan Rp1,49 T dan Ajukan Tambahan Rp5,1 T untuk Pulihkan Pertanian Sumatera Pasca Bencana
BERITA UTAMA

Kementan Siapkan Rp1,49 T dan Ajukan Tambahan Rp5,1 T untuk Pulihkan Pertanian Sumatera Pasca Bencana

by Hubungan Masyarakat
15/01/2026
0

Rilis Kementan, 14 Januari 2026Nomor: B-29/HM.160/7/01/2026 Jakarta, -- Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat memulihkan sektor pertanian pasca bencana hidrometeorologi yang...

Read more
Mentan Amran: Produksi naik, Target Serap Gabah 2026 Capai 4 Juta Ton

Mentan Amran: Produksi naik, Target Serap Gabah 2026 Capai 4 Juta Ton

12/01/2026
Mentan Amran Sidak 133,5 ton Bawang Bombay Selundupan Berpenyakit : “Tidak Ada Ampun, Usut Sampai Akar”

Mentan Amran Sidak 133,5 ton Bawang Bombay Selundupan Berpenyakit : “Tidak Ada Ampun, Usut Sampai Akar”

12/01/2026
Kiprah Mentan Amran: Akademisi dan Inovator yang Menggerakkan Pertanian Indonesia

Kiprah Mentan Amran: Akademisi dan Inovator yang Menggerakkan Pertanian Indonesia

12/01/2026
Presiden Prabowo Umumkan Swasembada Pangan, Indonesia Ulang Sejarah Kejayaan

Presiden Prabowo Umumkan Swasembada Pangan, Indonesia Ulang Sejarah Kejayaan

07/01/2026

AGENDA KEGIATAN HORTIKULTURA

  • – 01:00, 25/11/2025 – Rapat Konsolidasi Pasca FGD Cold Chain
  • – 01:00, 25/11/2025 – Rapat RDP Komisi IV DPR
  • – 01:00, 26/11/2025 – 29/11/2025 – Kunjungan ke China

ALAMAT KAMI :

KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
Jl. Aup No.3, RT.9/RW.10, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12520
Telp: (021) 7806881
[email protected]
hortikultura.pertanian.go.id

TAUTAN SITUS :

- Kementerian Pertanian
- Kementerian Perdagangan
- PPID Pertanian
- Badan Pusat Statistik
- Lapor
- Layanan Pengadaan Secara Elektronik
- Whistleblowing System

SOSIAL MEDIA :

  @hortvditjenhorti
  DitjenHorti
  @horti.kementan
  @ditjenhorti

Hak Cipta © 2024 Direktorat Jenderal Hortikultura - Kementerian Pertanian RI

No Result
View All Result
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Aksebilitas

Mode Aksebilitas

Mode Aman Epilepsi
Meredam warna dan menghilangkan kedipan
Mode ini memungkinkan penderita epilepsi untuk menggunakan situs web dengan aman dengan menghilangkan risiko kejang akibat animasi berkedip atau berkedip dan kombinasi warna yang berisiko.
Mode Tunanetra
Meningkatkan visual situs web
Mode ini menyesuaikan website dengan kenyamanan pengguna penyandang disabilitas penglihatan seperti Penurunan Penglihatan, Penglihatan Terowongan, Katarak, Glaukoma, dan lain-lain.
Mode Disabilitas Kognitif
Membantu untuk fokus pada konten tertentu
Mode ini memberikan opsi bantuan berbeda untuk membantu pengguna dengan gangguan kognitif seperti Disleksia, Autisme, CVA, dan lainnya, agar lebih mudah fokus pada elemen penting situs web.
Mode Ramah ADHD
Mengurangi gangguan dan meningkatkan fokus
Mode ini membantu pengguna dengan ADHD dan gangguan perkembangan saraf untuk membaca, menelusuri, dan fokus pada elemen utama situs web dengan lebih mudah sekaligus mengurangi gangguan secara signifikan.
Mode Kebutaan
Memungkinkan penggunaan situs dengan pembaca layar-baca
Mode ini mengonfigurasi situs web agar kompatibel dengan pembaca layar seperti JAWS, NVDA, VoiceOver, dan TalkBack. Pembaca layar adalah perangkat lunak untuk pengguna tunanetra yang diinstal pada komputer dan ponsel cerdas, dan situs web harus kompatibel dengannya.

Pengalaman Membaca

Skala Konten
Default
Kaca Pembesar Teks
Font Terbaca
Ramah Disleksia
Penyorotan Judul
Penyorotan Tautan
Ukuran Font
Default
Line Height
Default
Spasi Huruf
Default
Rata Kiri
Rata Tengah
Rata Kanan

Pengalaman yang Menyenangkan Secara Visual

Kontras Gelap
Kontras Terang
Satu Warna
Kontras Tinggi
Saturasi Tinggi
Saturasi Rendah
Atur Warna Teks
Atur Warna Judul
Atur Warna Latar

Orientasi Mudah

Suara Hening
Sembunyikan Gambar
Papan Ketik Maya
Panduan Membaca
Stop Animasi
Penanda Bacaan
Penyorotan Kursor
Penyorotan Fokus
Kursor Besar Gelap
Kursor Besar Terang
Kunci Navigasi