DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
No Result
View All Result
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
No Result
View All Result
Home BERITA UTAMA

Mentan Amran: Pembangunan Pertanian di Papua Harus Berbasis Kearifan Lokal

03/07/2026
in BERITA UTAMA
0
Mentan Amran: Pembangunan Pertanian di Papua Harus Berbasis Kearifan Lokal

Rilis Kementan, 2 Juli 2026
Nomor: B-509/ HM.160/7/07/2026

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan pertanian di Papua harus dilakukan dengan pendekatan berbasis kearifan lokal, yang menghormati budaya, kebiasaan, serta karakteristik masyarakat setempat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan pemerintah terhadap pengembangan ubi jalar di Papua Pegunungan sebagai komoditas pangan utama yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat selama turun-temurun.

Komitmen tersebut disampaikan Mentan Amran saat menerima Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, di kediamannya, Kamis (2/7/2026). Pertemuan tersebut membahas strategi pengembangan ubi jalar sebagai komoditas unggulan Papua Pegunungan yang disesuaikan dengan kondisi geografis, budaya, dan kebiasaan masyarakat setempat.

Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, menjelaskan bahwa sekitar 99 persen masyarakat Papua Pegunungan hingga saat ini masih mempertahankan ubi jalar sebagai pangan pokok. Karena itu, menurutnya, pembangunan pertanian di Papua Pegunungan harus menghormati nilai historis dan budaya masyarakat.

“Papua Pegunungan adalah tanah rakyat Papua. Sebanyak 99 persen masyarakat kami masih mempertahankan budaya makan ubi jalar dan tidak akan beralih menjadi daerah persawahan. Kami berharap pemerintah dapat mengangkat dan menghormati nilai historis serta budaya masyarakat Papua Pegunungan,” ujar Ones.

Ia menambahkan bahwa pengembangan ubi jalar di Papua Pegunungan berpotensi menjadi model pembangunan pertanian berbasis kearifan lokal yang dapat diterapkan di wilayah Papua lainnya, terutama Papua Tengah.

Menanggapi hal tersebut, Mentan Amran menegaskan bahwa pemerintah akan mendukung pengembangan ubi jalar sebagai komoditas strategis Papua Pegunungan melalui pendekatan berbasis kawasan dan pemberdayaan masyarakat lokal.

“Ini adalah kearifan lokal berdasarkan kebiasaan dan budaya masyarakat. Jadi program di Papua Pegunungan bukan program cetak sawah, tetapi pengembangan ubi jalar sebagai komoditas pangan utama masyarakat,” kata Mentan Amran.

Sebagai langkah awal, pemerintah akan mengembangkan kawasan budidaya ubi jalar seluas sekitar 100 hingga 200 hektare di masing-masing kabupaten di Papua Pegunungan. Program tersebut akan dievaluasi dan diperluas secara bertahap apabila menunjukkan hasil yang baik.

“Kita mulai dulu sekitar 100 sampai 200 hektare per kabupaten. Kalau berhasil, tahun depan kita tingkatkan lagi sesuai kemampuan anggaran. Ini akan kita bangun menjadi kawasan lumbung pangan berbasis ubi,” ujar Mentan Amran.

Mentan Amran juga menegaskan bahwa pemerintah akan mengutamakan penggunaan benih lokal yang dibeli langsung dari masyarakat Papua sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh petani setempat.

“Bagaimana kalau benihnya kita beli langsung dari masyarakat? Jadi tidak perlu didatangkan dari luar. Pembibitan kita bangun di lokasi supaya ekonomi bisa berputar di daerah sendiri,” katanya.

Selain itu, Kementerian Pertanian akan memberikan bantuan sarana produksi yang disesuaikan dengan pola budidaya masyarakat Papua Pegunungan, antara lain linggis, parang, sekop, kapak, serta berbagai peralatan pendukung lainnya.

“Kita akan berikan bantuan linggis, parang, sekop, dan kapak sesuai kebutuhan masyarakat. Karena ini bukan pertanian sawah, pendekatannya juga harus sesuai dengan kondisi wilayah dan budaya setempat,” ujar Mentan Amran.
Menurut Mentan Amran, pengembangan ubi jalar tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Papua Pegunungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui pengolahan pascapanen dan hilirisasi produk.

“Kita dorong pengembangan ubi dalam skala besar agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Papua Pegunungan, baik untuk konsumsi maupun untuk dijual. Ke depan juga bisa diolah agar memiliki nilai tambah dan masa simpan yang lebih panjang. Untuk itu kita akan melihat kebutuhan teknologi pengeringan atau dryer,” jelasnya.

Mentan Amran menilai ubi jalar Papua memiliki potensi ekonomi yang besar karena sesuai dengan kondisi iklim setempat dan memiliki peluang pasar yang luas.

“Ini komoditas yang potensial. Kalau dikelola dengan baik, bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat lokal, tetapi juga memiliki peluang pasar yang besar dan nilai ekonomi yang tinggi,” kata Mentan Amran.

Wakil Gubernur Ones Pahabol menyambut baik dukungan pemerintah tersebut dan berharap pengembangan ubi jalar di Papua Pegunungan dapat menjadi model pembangunan pertanian berbasis kearifan lokal bagi wilayah Papua lainnya, salah satunya Papua Tengah.

Pertemuan tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun pertanian Papua berdasarkan potensi, budaya, dan kebutuhan masyarakat setempat. Melalui pengembangan ubi jalar sebagai komoditas unggulan Papua Pegunungan, pemerintah berharap ketahanan pangan daerah semakin kuat, kesejahteraan masyarakat meningkat, dan kearifan lokal Papua tetap terjaga.

Previous Post

Berhasil Percepat Swasembada Pangan, Mentan Amran Raih Penghargaan Wredatama Nugraha Utama

Next Post

Di Lemhanas, Mentan Amran Titip Keberlanjutan Swasembada Pangan kepada Calon Pemimpin Bangsa

Hubungan Masyarakat

Hubungan Masyarakat

Next Post
Di Lemhanas, Mentan Amran Titip Keberlanjutan Swasembada Pangan kepada Calon Pemimpin Bangsa

Di Lemhanas, Mentan Amran Titip Keberlanjutan Swasembada Pangan kepada Calon Pemimpin Bangsa

Buku Hortikultura

Roadmap Bawang Merah 2017
Buku Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat

Roadmap Bawang Merah 2017

by Hubungan Masyarakat
11/06/2026
0

TIM PENYUSUN Pengarah 1. Dr. Ir. Spudnik Sujono K, MM 2. Dr. Ir. Mat Syukur, MS 3. Ir. Baran Wirawan,...

Read more
Buku Pedoman Budidaya Anggur Vitis Vinifera

Buku Pedoman Budidaya Anggur Vitis Vinifera

18/05/2026

Buku Angka TetapHortikulturaTahun 2024

15/08/2025

BUKU SAKU BROKOLI & KEMBANG KOL

20/05/2025
Pengunaan Bubur Bordo Untuk Pengendalian OPT Buah

Pengunaan Bubur Bordo Untuk Pengendalian OPT Buah

06/11/2024

Berita Utama

Kementan Percepat Gerakan Tanam di Lahan Oplah dan Cetak Sawah Rakyat untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
BERITA UTAMA

Kementan Percepat Gerakan Tanam di Lahan Oplah dan Cetak Sawah Rakyat untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

by Hubungan Masyarakat
07/07/2026
0

Rilis Kementan, 4 Juli 2026Nomor: B-515/ HM.160/7/07/2026 Cilacap – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat gerakan tanam pada lahan Optimalisasi Lahan...

Read more
Komisi IV DPR RI Dukung Penguatan Laboratorium Veteriner Kementan untuk Antisipasi Dampak El Nino pada Subsektor Peternakan

Komisi IV DPR RI Dukung Penguatan Laboratorium Veteriner Kementan untuk Antisipasi Dampak El Nino pada Subsektor Peternakan

07/07/2026
Wamentan Sudaryono: Negara Hadir Jaga Harga Ayam dan Telur, Peternak Untung Konsumen Terlindungi

Wamentan Sudaryono: Negara Hadir Jaga Harga Ayam dan Telur, Peternak Untung Konsumen Terlindungi

07/07/2026
Pimpin 137 Ribu Hektare Cetak Sawah dan Oplah di Tanah Papua, Mentan Amran: Itu Semua Milik Rakyat

Pimpin 137 Ribu Hektare Cetak Sawah dan Oplah di Tanah Papua, Mentan Amran: Itu Semua Milik Rakyat

05/07/2026
Mentan Amran: “Saya Kaka Menteri, Orang Papua Juga, Kita Bangun Papua Bersama”

Mentan Amran: “Saya Kaka Menteri, Orang Papua Juga, Kita Bangun Papua Bersama”

03/07/2026

AGENDA KEGIATAN HORTIKULTURA

  • – 01:00, 13/04/2026 – Diskusi dengan PM, Rapat Koordinasi Kegiatan TA 2026 bersama Dir Wilayah / Ka BRMP Provinsi, Rapat Bawang Putih - Dirjen Hortikultura
  • – 01:00, 14/04/2026 – Rapat Penyediaan Benih Baput, Raker DPR RI - Dirjen Hortikultura
  • – 01:00, 15/04/2026 – Dinas ke Sulteng (Mewakili PM – Pelepasan Ekspor Raya Komoditas Durian Beku ke Tiongkok) - Dirjen Hortikultura

ALAMAT KAMI :

KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
Jl. Aup No.3, RT.9/RW.10, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12520
Telp: (021) 7806881
[email protected]
hortikultura.pertanian.go.id

TAUTAN SITUS :

- Kementerian Pertanian
- Kementerian Perdagangan
- PPID Pertanian
- Badan Pusat Statistik
- Lapor
- Layanan Pengadaan Secara Elektronik
- Whistleblowing System

SOSIAL MEDIA :

  @hortvditjenhorti
  DitjenHorti
  @horti.kementan
  @ditjenhorti

Hak Cipta © 2024 Direktorat Jenderal Hortikultura - Kementerian Pertanian RI

No Result
View All Result
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Aksebilitas

Mode Aksebilitas

Mode Aman Epilepsi
Meredam warna dan menghilangkan kedipan
Mode ini memungkinkan penderita epilepsi untuk menggunakan situs web dengan aman dengan menghilangkan risiko kejang akibat animasi berkedip atau berkedip dan kombinasi warna yang berisiko.
Mode Tunanetra
Meningkatkan visual situs web
Mode ini menyesuaikan website dengan kenyamanan pengguna penyandang disabilitas penglihatan seperti Penurunan Penglihatan, Penglihatan Terowongan, Katarak, Glaukoma, dan lain-lain.
Mode Disabilitas Kognitif
Membantu untuk fokus pada konten tertentu
Mode ini memberikan opsi bantuan berbeda untuk membantu pengguna dengan gangguan kognitif seperti Disleksia, Autisme, CVA, dan lainnya, agar lebih mudah fokus pada elemen penting situs web.
Mode Ramah ADHD
Mengurangi gangguan dan meningkatkan fokus
Mode ini membantu pengguna dengan ADHD dan gangguan perkembangan saraf untuk membaca, menelusuri, dan fokus pada elemen utama situs web dengan lebih mudah sekaligus mengurangi gangguan secara signifikan.
Mode Kebutaan
Memungkinkan penggunaan situs dengan pembaca layar-baca
Mode ini mengonfigurasi situs web agar kompatibel dengan pembaca layar seperti JAWS, NVDA, VoiceOver, dan TalkBack. Pembaca layar adalah perangkat lunak untuk pengguna tunanetra yang diinstal pada komputer dan ponsel cerdas, dan situs web harus kompatibel dengannya.

Pengalaman Membaca

Skala Konten
Default
Kaca Pembesar Teks
Font Terbaca
Ramah Disleksia
Penyorotan Judul
Penyorotan Tautan
Ukuran Font
Default
Line Height
Default
Spasi Huruf
Default
Rata Kiri
Rata Tengah
Rata Kanan

Pengalaman yang Menyenangkan Secara Visual

Kontras Gelap
Kontras Terang
Satu Warna
Kontras Tinggi
Saturasi Tinggi
Saturasi Rendah
Atur Warna Teks
Atur Warna Judul
Atur Warna Latar

Orientasi Mudah

Suara Hening
Sembunyikan Gambar
Papan Ketik Maya
Panduan Membaca
Stop Animasi
Penanda Bacaan
Penyorotan Kursor
Penyorotan Fokus
Kursor Besar Gelap
Kursor Besar Terang
Kunci Navigasi