DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
No Result
View All Result
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
No Result
View All Result
Home BERITA UTAMA

Mentan Amran Gandeng UNESA Kembangkan Kedelai, 56 Hektare Disiapkan Jadi Sentra Benih Berkualitas

13/08/2026
in BERITA UTAMA
0
Mentan Amran Gandeng UNESA Kembangkan Kedelai, 56 Hektare Disiapkan Jadi Sentra Benih Berkualitas

Rilis Kementan, 12 Agustus 2026
Nomor: B-640/ HM.160/7/08/2026

Surabaya – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggandeng Universitas Negeri Surabaya (UNESA) untuk membangun basis produksi benih kedelai berkualitas di Jawa Timur. Sebanyak 56 hektare lahan milik UNESA akan ditanami kedelai dengan dukungan benih gratis dan alat mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian (Kementan), sementara seluruh hasil benihnya akan dibeli pemerintah untuk kemudian dibagikan kembali secara gratis kepada masyarakat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Mentan Amran menghubungkan kekuatan riset perguruan tinggi dengan produksi pertanian secara langsung. Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementan dan UNESA di Surabaya, Rabu (12/8/2026).

“Kami ucapkan terima kasih kepada Pak Rektor, luar biasa. Kita langsung tanda tangan MoU dan kemudian kita tindak lanjuti untuk kedelai. UNESA punya lahan 56 hektare, kami berikan bibit gratis dan alat mesin pertanian, termasuk traktor roda empat,” kata Mentan Amran.

Mentan Amran menargetkan lahan tersebut mampu menghasilkan kedelai dengan produktivitas tinggi, minimal 3,5 ton per hektare dan diharapkan dapat mencapai 4 hingga 5 ton per hektare. Para dosen akan dilibatkan dalam budidaya dan penelitian sehingga kawasan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mengembangkan inovasi dan teknologi produksi kedelai.

Yang membedakan skema ini, Kementan tidak hanya memberikan dukungan pada tahap produksi. Pemerintah juga akan menjadi offtaker dengan membeli seluruh benih yang dihasilkan dari lahan 56 hektare tersebut. Benih itu selanjutnya akan disalurkan secara gratis untuk memperluas pengembangan kedelai di Jawa Timur.

“Kalau produksinya insya Allah bisa 4 ton, 5 ton, minimal 3,5 ton per hektare, semua benih dari 56 hektare kami beli. Offtaker-nya Kementerian Pertanian. Setelah itu kami berikan secara gratis kepada masyarakat Jawa Timur,” tegasnya.

Menurut Mentan Amran, pola tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat produksi kedelai nasional secara berkelanjutan. Perguruan tinggi didorong tidak hanya menghasilkan penelitian, tetapi juga membawa inovasinya sampai pada tahap produksi sehingga dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kita terus mengembangkan kedelai karena Bapak Presiden Prabowo meminta kita untuk selalu memperkuat kedelai. Kemudian untuk perguruan tinggi yang aktif, kita bagi sesuai dengan komoditas dan kemampuan masing-masing,” ungkapnya.

Kolaborasi dengan UNESA merupakan bagian dari skema yang lebih luas untuk melibatkan perguruan tinggi dalam pengembangan komoditas strategis. Kementan sebelumnya juga mengembangkan kerja sama dengan sejumlah kampus berdasarkan kompetensi dan potensi masing-masing.

Skema tersebut merupakan tindak lanjut sinergi Kementan dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Mentan Amran membuka kesempatan bagi perguruan tinggi lain untuk bekerja sama dalam pengembangan komoditas maupun teknologi dan peralatan pertanian.

“Kami sudah MoU dengan Pak Mendiktisaintek. Siapa yang berminat pada komoditas pertanian, termasuk peralatan pertanian, itu bisa langsung MoU dengan kita. Daripada membeli produk-produk dari luar negeri, kita harus bangga dengan produk-produk perguruan tinggi kita sendiri,” tegasnya.

Mentan Amran menyebut kolaborasi tersebut sebagai implementasi nyata konsep triple helix, dengan pemerintah memberikan dukungan kebijakan, akademisi menghasilkan inovasi dan teknologi, sementara dunia usaha menjadi penggerak kegiatan ekonomi.

“Kalau triple helix dijalankan dengan baik, pemerintah sebagai regulator, industri sebagai pengusaha, kemudian akademisi menciptakan inovasi baru, negara ini kuat. Sangat kuat,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Mentan Amran memberikan combine harvester kepada Hasan, salah satu mahasiswa yang diwisuda. Ia berharap alsintan tersebut tidak sekadar menjadi sarana praktik, tetapi dikelola secara produktif memperoleh pengalaman langsung menjadi wirausaha pertanian.

“Kita berharap dia menjadi pengusaha yang tangguh. Insya Allah kami berikan combine. Pendapatannya bisa minimal Rp2 juta per hari. Kalau Rp2 juta, berarti Rp60 juta per bulan. Itu bahkan lebih tinggi dari gaji menteri yang sekitar Rp19 juta,” ujarnya.

Menurut Mentan Amran, pendekatan tersebut penting untuk mengubah wajah pertanian dari sektor yang identik dengan pekerjaan manual menjadi sektor usaha modern yang produktif dan menarik bagi generasi muda. Dukungan alsintan akan dibarengi pembinaan agar mahasiswa mampu mengelolanya sebagai unit usaha.

Modernisasi juga menjadi kunci untuk mengejar produktivitas yang lebih tinggi dengan biaya yang semakin efisien. Mekanisasi memungkinkan proses pengolahan tanah, penanaman hingga panen dilakukan lebih cepat sehingga petani memiliki peluang meningkatkan intensitas pertanaman.

“Pertanian modern adalah semua alat pengolahan tanah menggunakan alat dan mesin pertanian. Tujuannya apa? Planting index naik dari satu kali menjadi tiga kali, produktivitas juga naik, dan biaya bisa turun sampai 60 persen. Itulah pertanian modern,” tegas Mentan Amran.

Melalui kolaborasi tersebut, Mentan Amran ingin kekuatan akademik perguruan tinggi tidak berhenti di laboratorium dan ruang kuliah. Lahan, riset, teknologi, dosen, dan mahasiswa didorong masuk dalam ekosistem produksi pertanian sehingga inovasi kampus dapat langsung menjawab kebutuhan pangan nasional.

Previous Post

Di Depan 10 Ribu Maba Unhas, Mentan Amran: Change Your Mindset, You Can Change the World

Next Post

Mentan Amran Beri Wisudawan Combine Harvester, Siapkan jadi Pengusaha Muda

Hubungan Masyarakat

Hubungan Masyarakat

Next Post
Mentan Amran Beri Wisudawan Combine Harvester, Siapkan jadi Pengusaha Muda

Mentan Amran Beri Wisudawan Combine Harvester, Siapkan jadi Pengusaha Muda

Buku Hortikultura

Roadmap Bawang Merah 2017
Buku Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat

Roadmap Bawang Merah 2017

by Hubungan Masyarakat
11/06/2026
0

TIM PENYUSUN Pengarah 1. Dr. Ir. Spudnik Sujono K, MM 2. Dr. Ir. Mat Syukur, MS 3. Ir. Baran Wirawan,...

Read more
Buku Pedoman Budidaya Anggur Vitis Vinifera

Buku Pedoman Budidaya Anggur Vitis Vinifera

18/05/2026

Buku Angka TetapHortikulturaTahun 2024

15/08/2025

BUKU SAKU BROKOLI & KEMBANG KOL

20/05/2025
Pengunaan Bubur Bordo Untuk Pengendalian OPT Buah

Pengunaan Bubur Bordo Untuk Pengendalian OPT Buah

06/11/2024

Berita Utama

Mentan Amran Perintahkan Usut Dugaan Mahar Bantuan Alsintan: “Jangan Kasih Ampun!”
BERITA UTAMA

Mentan Amran Perintahkan Usut Dugaan Mahar Bantuan Alsintan: “Jangan Kasih Ampun!”

by Hubungan Masyarakat
11/09/2026
0

Rilis Kementan, 10 September 2026Nomor: B-719/ HM.160/7/09/2026 Banggai, Sulteng – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memerintahkan aparat kepolisian mengusut...

Read more
Di Simposium KAHMI, Mentan Amran Tegaskan Kemandirian Pangan Jadi Benteng Lindungi Rakyat

Di Simposium KAHMI, Mentan Amran Tegaskan Kemandirian Pangan Jadi Benteng Lindungi Rakyat

10/09/2026
Mentan Amran Turunkan Tim Ahli Tangani Bangkalan untuk Jaga Produksi Durian Sulteng

Mentan Amran Turunkan Tim Ahli Tangani Bangkalan untuk Jaga Produksi Durian Sulteng

10/09/2026
Mentan Amran: Mayoritas Beras Fortifikasi Tak Sesuai, Rakyat Dirugikan

Mentan Amran: Mayoritas Beras Fortifikasi Tak Sesuai, Rakyat Dirugikan

09/09/2026
Mentan Amran, Dua Tahun Berkinerja Terbaik di Kabinet Merah Putih

Mentan Amran, Dua Tahun Berkinerja Terbaik di Kabinet Merah Putih

09/09/2026

AGENDA KEGIATAN HORTIKULTURA

  • – 01:00, 09/09/2026 – LTT Soppeng dan Enrekang Direktur STO
  • – 01:00, 10/09/2026 – LTT Kalsel Direktur Hilirisasi Hasil Hortikulutra
  • – 01:00, 10/09/2026 – LTT Kalsel Direktur Hilirisasi Hasil Hortikulutra
  • – 01:00, 14/09/2026 – Rapim Ditjen Horti
  • – 01:00, 16/09/2026 – LTT Soppeng dan Enrekang Direktur STO
  • – 01:00, 17/09/2026 – LTT Kalsel Direktur Hilirisasi Hasil Hortikulutra

ALAMAT KAMI :

KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
Jl. Aup No.3, RT.9/RW.10, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12520
Telp: (021) 7806881
[email protected]
hortikultura.pertanian.go.id

TAUTAN SITUS :

- Kementerian Pertanian
- Kementerian Perdagangan
- PPID Pertanian
- Badan Pusat Statistik
- Lapor
- Layanan Pengadaan Secara Elektronik
- Whistleblowing System

SOSIAL MEDIA :

TikTok TikTok

Hak Cipta © 2024 Direktorat Jenderal Hortikultura - Kementerian Pertanian RI

No Result
View All Result
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Aksebilitas

Mode Aksebilitas

Mode Aman Epilepsi
Meredam warna dan menghilangkan kedipan
Mode ini memungkinkan penderita epilepsi untuk menggunakan situs web dengan aman dengan menghilangkan risiko kejang akibat animasi berkedip atau berkedip dan kombinasi warna yang berisiko.
Mode Tunanetra
Meningkatkan visual situs web
Mode ini menyesuaikan website dengan kenyamanan pengguna penyandang disabilitas penglihatan seperti Penurunan Penglihatan, Penglihatan Terowongan, Katarak, Glaukoma, dan lain-lain.
Mode Disabilitas Kognitif
Membantu untuk fokus pada konten tertentu
Mode ini memberikan opsi bantuan berbeda untuk membantu pengguna dengan gangguan kognitif seperti Disleksia, Autisme, CVA, dan lainnya, agar lebih mudah fokus pada elemen penting situs web.
Mode Ramah ADHD
Mengurangi gangguan dan meningkatkan fokus
Mode ini membantu pengguna dengan ADHD dan gangguan perkembangan saraf untuk membaca, menelusuri, dan fokus pada elemen utama situs web dengan lebih mudah sekaligus mengurangi gangguan secara signifikan.
Mode Kebutaan
Memungkinkan penggunaan situs dengan pembaca layar-baca
Mode ini mengonfigurasi situs web agar kompatibel dengan pembaca layar seperti JAWS, NVDA, VoiceOver, dan TalkBack. Pembaca layar adalah perangkat lunak untuk pengguna tunanetra yang diinstal pada komputer dan ponsel cerdas, dan situs web harus kompatibel dengannya.

Pengalaman Membaca

Skala Konten
Default
Kaca Pembesar Teks
Font Terbaca
Ramah Disleksia
Penyorotan Judul
Penyorotan Tautan
Ukuran Font
Default
Line Height
Default
Spasi Huruf
Default
Rata Kiri
Rata Tengah
Rata Kanan

Pengalaman yang Menyenangkan Secara Visual

Kontras Gelap
Kontras Terang
Satu Warna
Kontras Tinggi
Saturasi Tinggi
Saturasi Rendah
Atur Warna Teks
Atur Warna Judul
Atur Warna Latar

Orientasi Mudah

Suara Hening
Sembunyikan Gambar
Papan Ketik Maya
Panduan Membaca
Stop Animasi
Penanda Bacaan
Penyorotan Kursor
Penyorotan Fokus
Kursor Besar Gelap
Kursor Besar Terang
Kunci Navigasi