DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT PELINDUNGAN HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT HILIRISASI HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT PELINDUNGAN HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT HILIRISASI HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
No Result
View All Result
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
No Result
View All Result
Home BERITA UTAMA

Kementan Yakini Pisang Mas Kirana Gunung Kidul Bisa Tembus Ekspor

27/10/2023
in BERITA UTAMA
0
Kawasan Pisang Desa Buahdua Jamin Pasokan Bahan Baku Sale Pisang di Sumedang

*Rilis Kementan, 1 Oktober 2020*
Nomor : 1351/R-KEMENTAN/10/2020

Pisang Mas Kirana merupakan salah satu jenis pisang yang sangat digemari masyarakat untuk dikonsumsi segar. Selain ukurannya yang sesuai dengan selera konsumen, warna kulit buah pisang mas juga sangat menarik yaitu kuning cerah, didukung dengan rasa daging buahnya manis, segar, dan teksturnya lembut. Pisang ini juga menjadi pilihan utama bagi para pengusaha hotel, catering atau restoran. Bahkan, pisang Mas Kirana telah menjadi sajian di Istana Negara.

Varietas pisang mas ini ditetapkan sebagai varietas unggul nasional berdasarkan SK Menteri Pertanian nomor: 516/2005. Sejak saat itu pisang yang aslinya berasal dari Lumajang ini populer dengan nama Pisang Mas Kirana.

Kini pisang Mas Kirana telah dikembangkan juga di Kabupaten Gunungkidul setelah mendapat alokasi dana APBN dari Kementerian Pertanian dalam hal ini Direktorat Jenderal Hortikultura melalui program pengembangan kawasan seluas 40 ha pada tahun 2019.

Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), dalam berbagai kesempatan selalu mengingatkan untuk terus meningkatkan produk unggulan pertanian melalui pengembangan kawasan, terutama buah-buahan unggulan yang memiliki prospek pasar yang cukup luas, disamping sebagai bagian dari upaya peningkatan ekspor tiga kali lipat komoditas pertanian (GraTiEks).

Wilayah pengembangan pisang Mas Kirana di Kabupaten Gunungkidul tersebar di Kecamatan Semin, Ngawen, Patuk, Purwosari, Nglipar dan Gedangsari, mengingat untuk wilayah Kabupaten Gunungkidul kecamatan tersebut merupakan sentra tanaman pisang.

Petugas Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Restu saat dihubungi via telepon menyatakan, Pengembangan kawasan seluas 40 ha di Kabupaten Gunungkidul sudah terealisasi, rata-rata produksi pisang Mas Kirana asal Gunungkidul dalam satu tandan mencapai berat 10 kg dan dalam satu tandan terdapat 7-8 sisir.

Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto, sebagaimana arahan Menteri Pertanian mengatakan, akan terus mendorong agar petani pisang mampu menghasilkan produk bermutu dan meningkatkan produksi melalui pengembangan kawasan. Pria yang akrab dipanggil Anton ini menjelaskan, ”Kami akan selalu berupaya untuk terus memperluas areal pertanaman guna meningkatkan hasil produksi buah-buahan ungulan terutama dimasa pandemi Covid 19’, kata Anton.

“Ini sebagai wujud amanat Menteri Pertanian untuk mendukung program peningkatan ekspor tiga kali lipat komoditas pertanian atau GraTiEks, dan juga merupakan realisasi program Gerakan Mendorong Produksi, Daya Saing dan Ramah Lingkungan atau GEDOR HORTI”, tambah Anton.

Dihubungi terpisah, Direktur Buah dan Florikultura Liferdi Lukman, mengatakan Kabupaten Gunungkidul memiliki  potensi dan prospek yang bagus untuk pengembangan pisang Mas Kirana, di 2020 iniKementan memfasilitasi pengembangan kawasan pisang Mas Kirana seluas 40 hektar melalui dana APBN.

“Pengembangan kawasan ini sebagai upaya meningkatkan produksi buah-buahan unggulan dan perwujudan program GEDOR HORTI, yang kedepannya akan dapat meningkatkan kesejahteraan petani terutama ditengah pandemi Covid 19 ini”, ujar Liferdi

Pengembangan kawasan diarahkan pada pembentukan kebun dengan skala luas, serta diintegrasikan dengan pihak swasta dalam bentuk kemitraan. Meskipun kepemilikan lahan rakyat kecil, namun ketika dikelola secara profesional dapat menghasilkan produk yang dapat dipasarkan hingga pasar ekspor. “kita harapkan produksi pisang Mas Kirana Gunungkidul ini tidak hanya memenuhi pasar domestik tapi juga merambah pasar ekspor”, pungkas Liferdi.

Pisang Mas Kirana merupakan salah satu jenis pisang yang sangat digemari masyarakat untuk dikonsumsi segar. Selain ukurannya yang sesuai dengan selera konsumen, warna kulit buah pisang mas juga sangat menarik yaitu kuning cerah, didukung dengan rasa daging buahnya manis, segar, dan teksturnya lembut. Pisang ini juga menjadi pilihan utama bagi para pengusaha hotel, catering atau restoran. Bahkan, pisang Mas Kirana telah menjadi sajian di Istana Negara.

Varietas pisang mas ini ditetapkan sebagai varietas unggul nasional berdasarkan SK Menteri Pertanian nomor: 516/2005. Sejak saat itu pisang yang aslinya berasal dari Lumajang ini populer dengan nama Pisang Mas Kirana.

Kini pisang Mas Kirana telah dikembangkan juga di Kabupaten Gunungkidul setelah mendapat alokasi dana APBN dari Kementerian Pertanian dalam hal ini Direktorat Jenderal Hortikultura melalui program pengembangan kawasan seluas 40 ha pada tahun 2019.

Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), dalam berbagai kesempatan selalu mengingatkan untuk terus meningkatkan produk unggulan pertanian melalui pengembangan kawasan, terutama buah-buahan unggulan yang memiliki prospek pasar yang cukup luas, disamping sebagai bagian dari upaya peningkatan ekspor tiga kali lipat komoditas pertanian (GraTiEks).

Wilayah pengembangan pisang Mas Kirana di Kabupaten Gunungkidul tersebar di Kecamatan Semin, Ngawen, Patuk, Purwosari, Nglipar dan Gedangsari, mengingat untuk wilayah Kabupaten Gunungkidul kecamatan tersebut merupakan sentra tanaman pisang.

Petugas Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Restu saat dihubungi via telepon menyatakan, Pengembangan kawasan seluas 40 ha di Kabupaten Gunungkidul sudah terealisasi, rata-rata produksi pisang Mas Kirana asal Gunungkidul dalam satu tandan mencapai berat 10 kg dan dalam satu tandan terdapat 7-8 sisir.

Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto, sebagaimana arahan Menteri Pertanian mengatakan, akan terus mendorong agar petani pisang mampu menghasilkan produk bermutu dan meningkatkan produksi melalui pengembangan kawasan. Pria yang akrab dipanggil Anton ini menjelaskan, ”Kami akan selalu berupaya untuk terus memperluas areal pertanaman guna meningkatkan hasil produksi buah-buahan ungulan terutama dimasa pandemi Covid 19’, kata Anton.

“Ini sebagai wujud amanat Menteri Pertanian untuk mendukung program peningkatan ekspor tiga kali lipat komoditas pertanian atau GraTiEks, dan juga merupakan realisasi program Gerakan Mendorong Produksi, Daya Saing dan Ramah Lingkungan atau GEDOR HORTI”, tambah Anton.

Dihubungi terpisah, Direktur Buah dan Florikultura Liferdi Lukman, mengatakan Kabupaten Gunungkidul memiliki  potensi dan prospek yang bagus untuk pengembangan pisang Mas Kirana, di 2020 iniKementan memfasilitasi pengembangan kawasan pisang Mas Kirana seluas 40 hektar melalui dana APBN.

“Pengembangan kawasan ini sebagai upaya meningkatkan produksi buah-buahan unggulan dan perwujudan program GEDOR HORTI, yang kedepannya akan dapat meningkatkan kesejahteraan petani terutama ditengah pandemi Covid 19 ini”, ujar Liferdi

Pengembangan kawasan diarahkan pada pembentukan kebun dengan skala luas, serta diintegrasikan dengan pihak swasta dalam bentuk kemitraan. Meskipun kepemilikan lahan rakyat kecil, namun ketika dikelola secara profesional dapat menghasilkan produk yang dapat dipasarkan hingga pasar ekspor. “kita harapkan produksi pisang Mas Kirana Gunungkidul ini tidak hanya memenuhi pasar domestik tapi juga merambah pasar ekspor”, pungkas Liferdi.

Previous Post

Kementan-TNI AD Sepakat Perkokoh Kesiapan Penyediaan Pangan

Next Post

Pulihkan Ekonomi Nasional, Kementan Fokus Kembangkan Benih Unggul dan Prospektif

Humas Ditjen Hortikultura

Humas Ditjen Hortikultura

Next Post
Pulihkan Ekonomi Nasional, Kementan Fokus Kembangkan Benih Unggul dan Prospektif

Pulihkan Ekonomi Nasional, Kementan Fokus Kembangkan Benih Unggul dan Prospektif

Buku Hortikultura

Roadmap Bawang Merah 2017
Buku Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat

Roadmap Bawang Merah 2017

by Hubungan Masyarakat
11/06/2026
0

TIM PENYUSUN Pengarah 1. Dr. Ir. Spudnik Sujono K, MM 2. Dr. Ir. Mat Syukur, MS 3. Ir. Baran Wirawan,...

Read more
Buku Pedoman Budidaya Anggur Vitis Vinifera

Buku Pedoman Budidaya Anggur Vitis Vinifera

18/05/2026

Buku Angka TetapHortikulturaTahun 2024

15/08/2025

BUKU SAKU BROKOLI & KEMBANG KOL

20/05/2025
Pengunaan Bubur Bordo Untuk Pengendalian OPT Buah

Pengunaan Bubur Bordo Untuk Pengendalian OPT Buah

06/11/2024

Berita Utama

Mentan Amran Berikan Solusi Permanen ke Peternak Lewat Ekosistem Terintegrasi
BERITA UTAMA

Mentan Amran Berikan Solusi Permanen ke Peternak Lewat Ekosistem Terintegrasi

by Hubungan Masyarakat
09/10/2026
0

Rilis Kementan, 9 Oktober 2026Nomor: B-796/HM.160/7/10/2026 Jakarta— Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyiapkan solusi permanen untuk memperkuat ekosistem peternakan...

Read more
Temui Peternak Pukul 06.00, Mentan Amran Berikan Solusi Serap Jagung Tekan Biaya Pakan

Temui Peternak Pukul 06.00, Mentan Amran Berikan Solusi Serap Jagung Tekan Biaya Pakan

09/10/2026
Komisi IV DPR Pastikan Stok Beras Aman, Produksi Padi 2026 Terjaga

Komisi IV DPR Pastikan Stok Beras Aman, Produksi Padi 2026 Terjaga

05/10/2026
Kesejahteraan Petani Terus Menguat, NTP September 2026 Tembus 131,11

Kesejahteraan Petani Terus Menguat, NTP September 2026 Tembus 131,11

01/10/2026
Hari Kesaktian Pancasila, Kementan Tegaskan Gotong Royong Jadi Kekuatan Swasembada Pangan

Hari Kesaktian Pancasila, Kementan Tegaskan Gotong Royong Jadi Kekuatan Swasembada Pangan

01/10/2026

AGENDA KEGIATAN HORTIKULTURA

  • – 01:00, 24/09/2026 – LTT Kalsel Direktur Hilirisasi Hasil Hortikulutra
  • – 01:00, 28/09/2026 – RDP DPR
  • – 01:00, 30/09/2026 – LTT Soppeng dan Enrekang Direktur STO

ALAMAT KAMI :

KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
Jl. Aup No.3, RT.9/RW.10, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12520
Telp: (021) 7806881
[email protected]
hortikultura.pertanian.go.id

TAUTAN SITUS :

- Kementerian Pertanian
- Kementerian Perdagangan
- PPID Pertanian
- Badan Pusat Statistik
- Lapor
- Layanan Pengadaan Secara Elektronik
- Whistleblowing System

SOSIAL MEDIA :

TikTok TikTok

Hak Cipta © 2024 Direktorat Jenderal Hortikultura - Kementerian Pertanian RI

No Result
View All Result
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT PELINDUNGAN HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT HILIRISASI HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Aksebilitas

Mode Aksebilitas

Mode Aman Epilepsi
Meredam warna dan menghilangkan kedipan
Mode ini memungkinkan penderita epilepsi untuk menggunakan situs web dengan aman dengan menghilangkan risiko kejang akibat animasi berkedip atau berkedip dan kombinasi warna yang berisiko.
Mode Tunanetra
Meningkatkan visual situs web
Mode ini menyesuaikan website dengan kenyamanan pengguna penyandang disabilitas penglihatan seperti Penurunan Penglihatan, Penglihatan Terowongan, Katarak, Glaukoma, dan lain-lain.
Mode Disabilitas Kognitif
Membantu untuk fokus pada konten tertentu
Mode ini memberikan opsi bantuan berbeda untuk membantu pengguna dengan gangguan kognitif seperti Disleksia, Autisme, CVA, dan lainnya, agar lebih mudah fokus pada elemen penting situs web.
Mode Ramah ADHD
Mengurangi gangguan dan meningkatkan fokus
Mode ini membantu pengguna dengan ADHD dan gangguan perkembangan saraf untuk membaca, menelusuri, dan fokus pada elemen utama situs web dengan lebih mudah sekaligus mengurangi gangguan secara signifikan.
Mode Kebutaan
Memungkinkan penggunaan situs dengan pembaca layar-baca
Mode ini mengonfigurasi situs web agar kompatibel dengan pembaca layar seperti JAWS, NVDA, VoiceOver, dan TalkBack. Pembaca layar adalah perangkat lunak untuk pengguna tunanetra yang diinstal pada komputer dan ponsel cerdas, dan situs web harus kompatibel dengannya.

Pengalaman Membaca

Skala Konten
Default
Kaca Pembesar Teks
Font Terbaca
Ramah Disleksia
Penyorotan Judul
Penyorotan Tautan
Ukuran Font
Default
Line Height
Default
Spasi Huruf
Default
Rata Kiri
Rata Tengah
Rata Kanan

Pengalaman yang Menyenangkan Secara Visual

Kontras Gelap
Kontras Terang
Satu Warna
Kontras Tinggi
Saturasi Tinggi
Saturasi Rendah
Atur Warna Teks
Atur Warna Judul
Atur Warna Latar

Orientasi Mudah

Suara Hening
Sembunyikan Gambar
Papan Ketik Maya
Panduan Membaca
Stop Animasi
Penanda Bacaan
Penyorotan Kursor
Penyorotan Fokus
Kursor Besar Gelap
Kursor Besar Terang
Kunci Navigasi