DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
No Result
View All Result
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
No Result
View All Result
Home BERITA UTAMA

Guru Besar IPB: Beras Fortifikasi Adalah Hak Masyarakat

10/08/2026
in BERITA UTAMA
0
Guru Besar IPB: Beras Fortifikasi Adalah Hak Masyarakat

Rilis Kementan, 3 Agustus 2026
Nomor: B-605/HM.160/7/08/2026

Bogor, — Guru Besar Institut Pertanian Bogor, Prof. Edi Santosa, mendukung penuh langkah pemerintah dalam menelusuri dugaan praktik penyimpangan pada peredaran beras fortifikasi. Menurutnya, beras fortisifikasi adalah hak masyarakat yang tidak boleh dipermainkan sebagai sebuah kejahatan.

Menurutnya, tindakan mengoplos dan mengurangi manfaat gizi serta menjualnya dengan harga yang tinggi tidak bisa ditoleransi. Para penjahat yang merugikan ekonomi masyarakat seperti itu perlu ditindak tegas.

“Ini penting untuk melindungi masyarakat dari potensi hilangnya manfaat gizi yang seharusnya diperoleh melalui program fortifikasi pangan,” katanya, Sabtu (1/8).

“Jadi langkah yang dilakukan Bapak Menteri Pertanian (Amran Sulaiman) untuk menghitung potensi kerugian ekonomi masyarakat akibat persoalan beras fortifikasi merupakan langkah yang tepat,” tambahnya.

Prof Edi menilai, temuan pemerintah mengenai dugaan beras fortifikasi yang dipasarkan dengan harga jauh di atas kewajaran merupakan persoalan serius yang tidak hanya merugikan konsumen secara ekonomi. Akan tetapi, praktik tersebut juga mengkhianati tujuan utama program fortifikasi dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

“Apalagi jika hitungan pemerintah benar, di mana rata-rata harga beras fortifikasi mencapai sekitar Rp22.665 per kilogram, bahkan ditemukan produk yang dipasarkan hingga Rp42.000 per kilogram,” katanya.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian memperkirakan potensi kerugian masyarakat akibat dugaan praktik penjualan beras fortifikasi yang tidak memenuhi standar mencapai sekitar Rp71 triliun. Perhitungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah mengungkap dugaan penyimpangan dalam tata niaga beras fortifikasi.

Menteri Pertanian juga mengingatkan bahwa produksi beras nasional selama ini mendapat dukungan besar dari negara melalui berbagai skema subsidi, mulai dari pupuk, benih, irigasi, bahan bakar minyak, listrik, hingga bantuan alat dan mesin pertanian.

Pada 2026, nilai subsidi sektor pangan disebut meningkat dari sekitar Rp144 triliun menjadi Rp164 triliun. Karena itu, pemerintah menilai setiap bentuk penyimpangan yang memanfaatkan komoditas pangan harus ditindak tegas agar anggaran negara benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pemerintah memastikan seluruh hasil investigasi akan diproses sesuai ketentuan hukum. Identitas merek yang tengah diperiksa baru akan diumumkan setelah proses penyelidikan selesai dan terdapat kepastian hukum terhadap pihak yang diduga melakukan pelanggaran.

Saat ini, Kementerian Pertanian bersama Badan Pangan Nasional dan Satuan Tugas Pangan Polri melakukan penelusuran di berbagai daerah untuk memastikan tidak ada lagi beras fortifikasi yang beredar di luar ketentuan pelabelan dan standar yang telah ditetapkan pemerintah.

Previous Post

Mentan Amran dan Organisasi Kepemudaan Sepakat “Gebuk” Pelaku Beras Fortifikasi

Next Post

Ekspor Sektor Pertanian Terus Menguat, Ditopang Lonjakan Ekspor Sawit 7,32 Persen

Hubungan Masyarakat

Hubungan Masyarakat

Next Post
Ekspor Sektor Pertanian Terus Menguat, Ditopang Lonjakan Ekspor Sawit 7,32 Persen

Ekspor Sektor Pertanian Terus Menguat, Ditopang Lonjakan Ekspor Sawit 7,32 Persen

Buku Hortikultura

Roadmap Bawang Merah 2017
Buku Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat

Roadmap Bawang Merah 2017

by Hubungan Masyarakat
11/06/2026
0

TIM PENYUSUN Pengarah 1. Dr. Ir. Spudnik Sujono K, MM 2. Dr. Ir. Mat Syukur, MS 3. Ir. Baran Wirawan,...

Read more
Buku Pedoman Budidaya Anggur Vitis Vinifera

Buku Pedoman Budidaya Anggur Vitis Vinifera

18/05/2026

Buku Angka TetapHortikulturaTahun 2024

15/08/2025

BUKU SAKU BROKOLI & KEMBANG KOL

20/05/2025
Pengunaan Bubur Bordo Untuk Pengendalian OPT Buah

Pengunaan Bubur Bordo Untuk Pengendalian OPT Buah

06/11/2024

Berita Utama

Sidak Sawah di Semarang, Mentan Amran Dengar Keluhan Petani, Langsung Hadiahi Traktor
BERITA UTAMA

Sidak Sawah di Semarang, Mentan Amran Dengar Keluhan Petani, Langsung Hadiahi Traktor

by Hubungan Masyarakat
10/08/2026
0

Rilis Kementan, 6 Agustus 2026Nomor: B-615/HM.160/7/08/2026 Semarang – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman langsung menghadiahi satu unit traktor kepada...

Read more
Ekspor Sektor Pertanian Terus Menguat, Ditopang Lonjakan Ekspor Sawit 7,32 Persen

Ekspor Sektor Pertanian Terus Menguat, Ditopang Lonjakan Ekspor Sawit 7,32 Persen

10/08/2026
Guru Besar IPB: Beras Fortifikasi Adalah Hak Masyarakat

Guru Besar IPB: Beras Fortifikasi Adalah Hak Masyarakat

10/08/2026
Mentan Amran dan Organisasi Kepemudaan Sepakat “Gebuk” Pelaku Beras Fortifikasi

Mentan Amran dan Organisasi Kepemudaan Sepakat “Gebuk” Pelaku Beras Fortifikasi

10/08/2026
Minggu Pagi, Mentan Amran Ajak Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa Kawal Pengusutan Mafia Beras Fortifikasi

Minggu Pagi, Mentan Amran Ajak Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa Kawal Pengusutan Mafia Beras Fortifikasi

10/08/2026

AGENDA KEGIATAN HORTIKULTURA

  • 03/08/2026 – 07/08/2026 – TOT Fasilitator HDDAP Tahap 2, ICC Bogor
  • – 01:00, 05/08/2026 – 06/08/2026 – Pembukaan Rangkaian Lomba 17 Agustus
  • – 01:00, 05/08/2026 – Sosialisasi Pemeringkatan PPID Lingkup Kementerian Pertanian
  • – 01:00, 17/08/2026 – Upacara Memperingati Hari Kemerdekaan

ALAMAT KAMI :

KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
Jl. Aup No.3, RT.9/RW.10, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12520
Telp: (021) 7806881
[email protected]
hortikultura.pertanian.go.id

TAUTAN SITUS :

- Kementerian Pertanian
- Kementerian Perdagangan
- PPID Pertanian
- Badan Pusat Statistik
- Lapor
- Layanan Pengadaan Secara Elektronik
- Whistleblowing System

SOSIAL MEDIA :

  @hortvditjenhorti
  DitjenHorti
  @horti.kementan
  @ditjenhorti

Hak Cipta © 2024 Direktorat Jenderal Hortikultura - Kementerian Pertanian RI

No Result
View All Result
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Aksebilitas

Mode Aksebilitas

Mode Aman Epilepsi
Meredam warna dan menghilangkan kedipan
Mode ini memungkinkan penderita epilepsi untuk menggunakan situs web dengan aman dengan menghilangkan risiko kejang akibat animasi berkedip atau berkedip dan kombinasi warna yang berisiko.
Mode Tunanetra
Meningkatkan visual situs web
Mode ini menyesuaikan website dengan kenyamanan pengguna penyandang disabilitas penglihatan seperti Penurunan Penglihatan, Penglihatan Terowongan, Katarak, Glaukoma, dan lain-lain.
Mode Disabilitas Kognitif
Membantu untuk fokus pada konten tertentu
Mode ini memberikan opsi bantuan berbeda untuk membantu pengguna dengan gangguan kognitif seperti Disleksia, Autisme, CVA, dan lainnya, agar lebih mudah fokus pada elemen penting situs web.
Mode Ramah ADHD
Mengurangi gangguan dan meningkatkan fokus
Mode ini membantu pengguna dengan ADHD dan gangguan perkembangan saraf untuk membaca, menelusuri, dan fokus pada elemen utama situs web dengan lebih mudah sekaligus mengurangi gangguan secara signifikan.
Mode Kebutaan
Memungkinkan penggunaan situs dengan pembaca layar-baca
Mode ini mengonfigurasi situs web agar kompatibel dengan pembaca layar seperti JAWS, NVDA, VoiceOver, dan TalkBack. Pembaca layar adalah perangkat lunak untuk pengguna tunanetra yang diinstal pada komputer dan ponsel cerdas, dan situs web harus kompatibel dengannya.

Pengalaman Membaca

Skala Konten
Default
Kaca Pembesar Teks
Font Terbaca
Ramah Disleksia
Penyorotan Judul
Penyorotan Tautan
Ukuran Font
Default
Line Height
Default
Spasi Huruf
Default
Rata Kiri
Rata Tengah
Rata Kanan

Pengalaman yang Menyenangkan Secara Visual

Kontras Gelap
Kontras Terang
Satu Warna
Kontras Tinggi
Saturasi Tinggi
Saturasi Rendah
Atur Warna Teks
Atur Warna Judul
Atur Warna Latar

Orientasi Mudah

Suara Hening
Sembunyikan Gambar
Papan Ketik Maya
Panduan Membaca
Stop Animasi
Penanda Bacaan
Penyorotan Kursor
Penyorotan Fokus
Kursor Besar Gelap
Kursor Besar Terang
Kunci Navigasi