DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
No Result
View All Result
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
No Result
View All Result
Home BERITA UTAMA

Kementan Perkuat Pengendalian OPT Hadapi Kekeringan, Cegah “Janda Pirang” pada Bawang Merah

16/09/2026
in BERITA UTAMA
0
Kementan Perkuat Pengendalian OPT Hadapi Kekeringan, Cegah “Janda Pirang” pada Bawang Merah

Rilis Kementan, 16 September 2026
Nomor: B-733/HM.160/7/09/2026

Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat pendampingan dan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) untuk mengantisipasi fenomena mati mendadak pada tanaman bawang merah yang dikenal petani sebagai “janda pirang”, terutama di tengah ancaman kekeringan dan perubahan iklim.

Penguatan dilakukan melalui pemantauan pertanaman secara intensif, penguatan sistem deteksi dini, pendampingan petani, serta penyaluran sarana pengendalian OPT yang efektif dan ramah lingkungan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga produktivitas bawang merah sekaligus memastikan petani memiliki dukungan dalam menghadapi perubahan kondisi lingkungan dan cuaca ekstrem.

Direktur Pelindungan Hortikultura Kementerian Pertanian, Leli Nuryati, mengatakan fenomena “janda pirang” yang sempat terjadi di sejumlah sentra bawang merah pada 2023 menjadi pembelajaran penting bagi penguatan strategi antisipasi dan mitigasi di lapangan.

“Kejadian ‘janda pirang’ pada tahun 2023 berlangsung bersamaan dengan kondisi lingkungan yang ekstrem akibat fenomena El Nino, terutama berupa kekeringan dan suhu tinggi. Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang mendukung perkembangan fenomena tersebut secara luas dalam waktu relatif singkat,” kata Leli dalam keterangannya, Selasa (15/9).

Fenomena “janda pirang” merupakan sebutan yang digunakan petani untuk menggambarkan kondisi tanaman bawang merah yang berubah warna menjadi kuning hingga menyerupai jerami atau pirang secara serentak pada areal yang luas, kemudian mengalami kematian dalam waktu relatif singkat. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan hasil bahkan menyebabkan kegagalan panen.

Fenomena ini pertama kali dilaporkan muncul di pertanaman bawang merah di Pulau Jawa pada 2023. Kemunculannya bertepatan dengan kondisi kemarau panjang akibat El Nino yang ditandai suhu udara tinggi dan kekeringan, serta peningkatan populasi hama trips (Thrips tabaci) secara drastis di sejumlah sentra produksi.

Kondisi iklim ekstrem dan peningkatan populasi OPT tersebut berdampak pada pertanaman bawang merah. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Hortikultura, fenomena “janda pirang” pada 2023 turut memicu penurunan luas panen bawang merah di beberapa sentra utama.

Memasuki 2024, fenomena tersebut masih ditemukan di lapangan dengan intensitas yang lebih ringan dibandingkan tahun sebelumnya dan tidak disertai ledakan populasi trips. Sementara pada 2025 tidak tercatat adanya laporan fenomena “janda pirang”, seiring karakteristik musim kemarau basah berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Menurut Leli, dinamika kejadian tersebut menunjukkan bahwa kemunculan “janda pirang” berkaitan dengan interaksi kompleks antara kondisi tanaman, serangan OPT, lingkungan, serta dinamika cuaca. Karena itu, pencegahan tidak cukup dilakukan setelah gejala muncul, tetapi perlu diperkuat melalui pemantauan dan pengendalian sejak dini.

“Karena itu, pendekatan penanganannya harus dilakukan secara komprehensif dan antisipatif, terutama dengan memperkuat pemantauan kondisi pertanaman, deteksi dini, serta pengendalian OPT di lapangan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari pengendalian OPT terpadu, Kementan melalui Direktorat Jenderal Hortikultura mendorong pemanfaatan berbagai metode pengendalian yang efektif dan ramah lingkungan. Pendampingan kepada petani dilakukan antara lain melalui penyaluran bahan pengendali OPT berupa pestisida nabati serta perangkap lampu (light trap) untuk membantu menekan populasi hama sekaligus mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia.

Selain dukungan sarana pengendalian, pemantauan pertanaman terus dilakukan melalui petugas POPT dan penyuluh pertanian. Sistem deteksi dini diperkuat agar potensi serangan OPT maupun gangguan akibat perubahan kondisi lingkungan dapat diketahui lebih cepat dan segera ditindaklanjuti.

Kementerian Pertanian bersama pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mengawal petani bawang merah melalui pemantauan lapangan, penguatan deteksi dini, pengendalian OPT terpadu, serta pendampingan budidaya. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga produksi bawang merah nasional sekaligus meningkatkan kesiapan petani menghadapi kekeringan, perubahan iklim, dan berbagai potensi gangguan produksi.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Kementan terus melakukan upaya untuk menjaga produksi pertanian menghadapi kekeringan. “Kita menyiapkan langkah antisipasi sejak awal untuk menghadapi kekeringan. Kita sudah ada irigasi, ada pompanisasi, ada embung, kemudian ada benih tahan kekeringan, penanganan OPT, dan sebagainya,” pungkasnya.

Oleh:
Wita Khaerani
(POPT Ahli Madya)

Previous Post

Bakom Dukung Penindakan Beras Fortifikasi, Lindungi Konsumen dan Kepercayaan Publik

Hubungan Masyarakat

Hubungan Masyarakat

Buku Hortikultura

Roadmap Bawang Merah 2017
Buku Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat

Roadmap Bawang Merah 2017

by Hubungan Masyarakat
11/06/2026
0

TIM PENYUSUN Pengarah 1. Dr. Ir. Spudnik Sujono K, MM 2. Dr. Ir. Mat Syukur, MS 3. Ir. Baran Wirawan,...

Read more
Buku Pedoman Budidaya Anggur Vitis Vinifera

Buku Pedoman Budidaya Anggur Vitis Vinifera

18/05/2026

Buku Angka TetapHortikulturaTahun 2024

15/08/2025

BUKU SAKU BROKOLI & KEMBANG KOL

20/05/2025
Pengunaan Bubur Bordo Untuk Pengendalian OPT Buah

Pengunaan Bubur Bordo Untuk Pengendalian OPT Buah

06/11/2024

Berita Utama

Kementan Perkuat Pengendalian OPT Hadapi Kekeringan, Cegah “Janda Pirang” pada Bawang Merah
BERITA UTAMA

Kementan Perkuat Pengendalian OPT Hadapi Kekeringan, Cegah “Janda Pirang” pada Bawang Merah

by Hubungan Masyarakat
16/09/2026
0

Rilis Kementan, 16 September 2026Nomor: B-733/HM.160/7/09/2026 Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat pendampingan dan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) untuk...

Read more
Bakom Dukung Penindakan Beras Fortifikasi, Lindungi Konsumen dan Kepercayaan Publik

Bakom Dukung Penindakan Beras Fortifikasi, Lindungi Konsumen dan Kepercayaan Publik

16/09/2026
Dukung Mentan Amran Tindak Tegas Beras Fortifikasi Bermasalah, Polri: Ada Indikasi Tindak Pidana Penipuan

Dukung Mentan Amran Tindak Tegas Beras Fortifikasi Bermasalah, Polri: Ada Indikasi Tindak Pidana Penipuan

16/09/2026
Mentan Amran Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Bermasalah, Ditarik dan Diproses Hukum

Mentan Amran Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Bermasalah, Ditarik dan Diproses Hukum

16/09/2026
Satgas Pangan: Kejahatan Pangan Setara Kejahatan Kemanusiaan, 25 Merek Beras Diproses

Satgas Pangan: Kejahatan Pangan Setara Kejahatan Kemanusiaan, 25 Merek Beras Diproses

16/09/2026

AGENDA KEGIATAN HORTIKULTURA

  • – 01:00, 14/09/2026 – Rapim Ditjen Horti
  • – 01:00, 16/09/2026 – LTT Soppeng dan Enrekang Direktur STO
  • – 01:00, 17/09/2026 – LTT Kalsel Direktur Hilirisasi Hasil Hortikulutra
  • – 01:00, 21/09/2026 – Rapim Ditjen Horti
  • – 01:00, 23/09/2026 – LTT Soppeng dan Enrekang Direktur STO

ALAMAT KAMI :

KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
Jl. Aup No.3, RT.9/RW.10, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12520
Telp: (021) 7806881
[email protected]
hortikultura.pertanian.go.id

TAUTAN SITUS :

- Kementerian Pertanian
- Kementerian Perdagangan
- PPID Pertanian
- Badan Pusat Statistik
- Lapor
- Layanan Pengadaan Secara Elektronik
- Whistleblowing System

SOSIAL MEDIA :

TikTok TikTok

Hak Cipta © 2024 Direktorat Jenderal Hortikultura - Kementerian Pertanian RI

No Result
View All Result
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Aksebilitas

Mode Aksebilitas

Mode Aman Epilepsi
Meredam warna dan menghilangkan kedipan
Mode ini memungkinkan penderita epilepsi untuk menggunakan situs web dengan aman dengan menghilangkan risiko kejang akibat animasi berkedip atau berkedip dan kombinasi warna yang berisiko.
Mode Tunanetra
Meningkatkan visual situs web
Mode ini menyesuaikan website dengan kenyamanan pengguna penyandang disabilitas penglihatan seperti Penurunan Penglihatan, Penglihatan Terowongan, Katarak, Glaukoma, dan lain-lain.
Mode Disabilitas Kognitif
Membantu untuk fokus pada konten tertentu
Mode ini memberikan opsi bantuan berbeda untuk membantu pengguna dengan gangguan kognitif seperti Disleksia, Autisme, CVA, dan lainnya, agar lebih mudah fokus pada elemen penting situs web.
Mode Ramah ADHD
Mengurangi gangguan dan meningkatkan fokus
Mode ini membantu pengguna dengan ADHD dan gangguan perkembangan saraf untuk membaca, menelusuri, dan fokus pada elemen utama situs web dengan lebih mudah sekaligus mengurangi gangguan secara signifikan.
Mode Kebutaan
Memungkinkan penggunaan situs dengan pembaca layar-baca
Mode ini mengonfigurasi situs web agar kompatibel dengan pembaca layar seperti JAWS, NVDA, VoiceOver, dan TalkBack. Pembaca layar adalah perangkat lunak untuk pengguna tunanetra yang diinstal pada komputer dan ponsel cerdas, dan situs web harus kompatibel dengannya.

Pengalaman Membaca

Skala Konten
Default
Kaca Pembesar Teks
Font Terbaca
Ramah Disleksia
Penyorotan Judul
Penyorotan Tautan
Ukuran Font
Default
Line Height
Default
Spasi Huruf
Default
Rata Kiri
Rata Tengah
Rata Kanan

Pengalaman yang Menyenangkan Secara Visual

Kontras Gelap
Kontras Terang
Satu Warna
Kontras Tinggi
Saturasi Tinggi
Saturasi Rendah
Atur Warna Teks
Atur Warna Judul
Atur Warna Latar

Orientasi Mudah

Suara Hening
Sembunyikan Gambar
Papan Ketik Maya
Panduan Membaca
Stop Animasi
Penanda Bacaan
Penyorotan Kursor
Penyorotan Fokus
Kursor Besar Gelap
Kursor Besar Terang
Kunci Navigasi