DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
No Result
View All Result
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
No Result
View All Result
Home BERITA UTAMA

Akademisi USU: Teknologi dan SDM Penentu Keberlanjutan FE Humbahas

18/12/2023
in BERITA UTAMA
0
Akademisi USU: Teknologi dan SDM Penentu Keberlanjutan FE Humbahas

Rilis Kementan, 25 Agustus 2021
Nomor : 807/R-KEMENTAN/8/2021

Program Food Estate (FE) Sumatera Utara berbasis tanaman hortikultura yang digagas pemerintah melalui Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi bersama Kementerian Pertanian dan kementerian terkait, sejak pertengahan tahun 2020 lalu hingga kini terus bergeliat.

Dari target 1.000 hektar pengembangan di tahun 2021, telah terlaksana penanaman seluas 215 hektar yang dimulai dari Desa Ria Ria Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan. Tahun ini terus dilakukan upaya pembukaan lahan di area 785 hektar yang meliputi 3 Desa yaitu Hutajulu, Ria Ria dan Parsingguran 1.

Lokasi FE tersebut adalah pemanfaatan lahan tidak produktif bukan dari pembukaan hutan atau deforestri, berada di dataran tinggi, sekitar 1.400 mdpl sehingga secara agroklimat sesuai untuk pengembangan komoditas hortikultura seperti kentang, bawang merah, bawang putih, kobis dan aneka sayuran dataran tinggi lainnya.

Namun, karena lahan tersebut masih bukaan baru, perlu proses untuk sampai tahap menghasilkan produksi yang optimal. Berkaitan dengan kelayakan tanah dan agroklimat, kelayakan infrastruktur, kelayakan teknologi, dan kelayakan sosial dan ekonomi telah ditinjau sebelumnya oleh Balitbang Kementerian Pertanian.

“Saya terus mengamati dan mengikuti perkembangan Food Estate Sumatera Utara di Humbang Hasundutan yang dimulai tahun 2020 lalu. Dinamika di lapangan memang cukup kompleks namun demikian segala kebijakan yang telah dilakukan tetap bermanfaat bagi Pengembangan kawasan dengan mempertimbangkan kearifan lokal yang ada jika kawasan tersebut bisa terus dikembangkan. Apa yang sudah dimulai dengan pembukaan lahan dan penanaman perdana tahun lalu menurut saya tidak ada pekerjaan yang sia-sia. Pada kenyataanya lahan tersebut bisa menghasilkan sekitar 5,7 ton per hektar bawang merah dan 2,7 ton per hektar bawang putih. Sedangkan hasil panen yang diperoleh dari kentang industri varietas Bliss rata-rata 10 – 15 ton per hektar pada pada panen musim tanam awal.” ujar Guru Besar Agroteknologi Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Noverita saat dihubungi (24/8).

“Namun harus diakui, perlu upaya perbaikan disana sini agar lahan tersebut bisa tetap produktif. Kuncinya di perbaikan kualitas tanah melalui penambahan unsur organik, penerapan teknologi budidaya hingga pascapanen, peningkatan kapasitas SDM petani serta penataan kelembagaan usaha petani,” kata Noverita.

Menurut Guru Besar USU tersebut, kolaborasi dan koordinasi pengelolaan kawasan perlu terus ditingkatkan. “Penataan kawasan perlu memperhatikan aspek kearifan lokal misalnya kebiasaan petani hamijon yang selama ini menggantungkan pendapatannya dari hasil hutan dan kebun seperti kemenyan, andaliman dan kopi. Dibutuhkan pendampingan intensif untuk mengawal petani yang saat ini berbudidaya hortikultura,” katanya.

Kedepan pihaknya juga mendorong penataan lahan yang mengedepankan aspek konservasi lahan dan air untuk menjaga keberlanjutan usaha tani. “Konservasi lahan dan air sangat penting diperhatikan. Teknologi irigasi hemat air seperti irigasi tetes yang saat ini mulai diinisiasi oleh pengelola kawasan, bisa saja diterapkan karena teknologi tersebut bisa menghemat biaya tenaga kerja,” tandasnya.

Lembaga riset, badan litbang dan perguruan tinggi disebutnya bisa menjadi agen penting untuk mendorong pengembangan teknologi pangan di kawasan rintisan Food Estate. “Terlebih untuk komoditi hortikultura yang secara karakter memang padat modal dan padat teknologi,” imbuh Noverita.

Berdasarkan pengamatan di lapangan di lokasi FE Desa Ria Ria, saat ini beberapa petani tengah mempersiapkan penanaman untuk musim tanam kedua. Sebagian lahan sudah ditanami berbagai komoditas seperti kentang, bawang merah, kubis, cabai dan jagung.

Menurut penuturan salah seorang petani yang ikut program Food Estate, Jhonles Lumban Gaol mengaku hasil panen di musim pertama lumayan bagus. Bahkan dirinya bisa menjual hasil panen bawang merahnya dalam bentuk benih.

Untuk musim tanam kedua tahun ini, dirinya akan mengembangkan jagung bermitra dengan PT BISI seluas 1 hektar, serta bawang merah dan kentang masing-masing 6 rante (0,24 ha-red) secara swadaya di lahan miliknya. “Saya optimis lahan yang telah dibantu pengolahan dan penanaman pertamanya oleh pemerintah ini akan semakin bagus hasilnya nanti,” tandas Jhonles semangat.

Sebagaimana diketahui, saat ini pengelolaan kawasan Food Estate Humbang Hasundutan dikoordinir oleh tim transisi yang diketuai Bupati Humbang Hasundutan, Dosmar Banjarnahor, bersama dengan tim dari Kemenko Maritim dan Investasi. Meski begitu, Kementerian lain termasuk Kementerian Pertanian masih terus melakukan aktivitas pengawalan dan pendampingan bersama Tim Transisi.

Previous Post

Kementan Ajak Stakeholder Bantu Beli Cabai Petani

Next Post

Komisi IV Nilai Positif Kinerja Kementan Selama Pandemi Covid 19

admin humas : Desy Puspitasari

admin humas : Desy Puspitasari

Next Post
Komisi IV Nilai Positif Kinerja Kementan Selama Pandemi Covid 19

Komisi IV Nilai Positif Kinerja Kementan Selama Pandemi Covid 19

Buku Hortikultura

Roadmap Bawang Merah 2017
Buku Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat

Roadmap Bawang Merah 2017

by Hubungan Masyarakat
11/06/2026
0

TIM PENYUSUN Pengarah 1. Dr. Ir. Spudnik Sujono K, MM 2. Dr. Ir. Mat Syukur, MS 3. Ir. Baran Wirawan,...

Read more
Buku Pedoman Budidaya Anggur Vitis Vinifera

Buku Pedoman Budidaya Anggur Vitis Vinifera

18/05/2026

Buku Angka TetapHortikulturaTahun 2024

15/08/2025

BUKU SAKU BROKOLI & KEMBANG KOL

20/05/2025
Pengunaan Bubur Bordo Untuk Pengendalian OPT Buah

Pengunaan Bubur Bordo Untuk Pengendalian OPT Buah

06/11/2024

Berita Utama

Kementan Percepat Gerakan Tanam di Lahan Oplah dan Cetak Sawah Rakyat untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
BERITA UTAMA

Kementan Percepat Gerakan Tanam di Lahan Oplah dan Cetak Sawah Rakyat untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

by Hubungan Masyarakat
07/07/2026
0

Rilis Kementan, 4 Juli 2026Nomor: B-515/ HM.160/7/07/2026 Cilacap – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat gerakan tanam pada lahan Optimalisasi Lahan...

Read more
Komisi IV DPR RI Dukung Penguatan Laboratorium Veteriner Kementan untuk Antisipasi Dampak El Nino pada Subsektor Peternakan

Komisi IV DPR RI Dukung Penguatan Laboratorium Veteriner Kementan untuk Antisipasi Dampak El Nino pada Subsektor Peternakan

07/07/2026
Wamentan Sudaryono: Negara Hadir Jaga Harga Ayam dan Telur, Peternak Untung Konsumen Terlindungi

Wamentan Sudaryono: Negara Hadir Jaga Harga Ayam dan Telur, Peternak Untung Konsumen Terlindungi

07/07/2026
Pimpin 137 Ribu Hektare Cetak Sawah dan Oplah di Tanah Papua, Mentan Amran: Itu Semua Milik Rakyat

Pimpin 137 Ribu Hektare Cetak Sawah dan Oplah di Tanah Papua, Mentan Amran: Itu Semua Milik Rakyat

05/07/2026
Mentan Amran: “Saya Kaka Menteri, Orang Papua Juga, Kita Bangun Papua Bersama”

Mentan Amran: “Saya Kaka Menteri, Orang Papua Juga, Kita Bangun Papua Bersama”

03/07/2026

AGENDA KEGIATAN HORTIKULTURA

  • – 01:00, 13/04/2026 – Diskusi dengan PM, Rapat Koordinasi Kegiatan TA 2026 bersama Dir Wilayah / Ka BRMP Provinsi, Rapat Bawang Putih - Dirjen Hortikultura
  • – 01:00, 14/04/2026 – Rapat Penyediaan Benih Baput, Raker DPR RI - Dirjen Hortikultura
  • – 01:00, 15/04/2026 – Dinas ke Sulteng (Mewakili PM – Pelepasan Ekspor Raya Komoditas Durian Beku ke Tiongkok) - Dirjen Hortikultura

ALAMAT KAMI :

KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
Jl. Aup No.3, RT.9/RW.10, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12520
Telp: (021) 7806881
[email protected]
hortikultura.pertanian.go.id

TAUTAN SITUS :

- Kementerian Pertanian
- Kementerian Perdagangan
- PPID Pertanian
- Badan Pusat Statistik
- Lapor
- Layanan Pengadaan Secara Elektronik
- Whistleblowing System

SOSIAL MEDIA :

  @hortvditjenhorti
  DitjenHorti
  @horti.kementan
  @ditjenhorti

Hak Cipta © 2024 Direktorat Jenderal Hortikultura - Kementerian Pertanian RI

No Result
View All Result
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Aksebilitas

Mode Aksebilitas

Mode Aman Epilepsi
Meredam warna dan menghilangkan kedipan
Mode ini memungkinkan penderita epilepsi untuk menggunakan situs web dengan aman dengan menghilangkan risiko kejang akibat animasi berkedip atau berkedip dan kombinasi warna yang berisiko.
Mode Tunanetra
Meningkatkan visual situs web
Mode ini menyesuaikan website dengan kenyamanan pengguna penyandang disabilitas penglihatan seperti Penurunan Penglihatan, Penglihatan Terowongan, Katarak, Glaukoma, dan lain-lain.
Mode Disabilitas Kognitif
Membantu untuk fokus pada konten tertentu
Mode ini memberikan opsi bantuan berbeda untuk membantu pengguna dengan gangguan kognitif seperti Disleksia, Autisme, CVA, dan lainnya, agar lebih mudah fokus pada elemen penting situs web.
Mode Ramah ADHD
Mengurangi gangguan dan meningkatkan fokus
Mode ini membantu pengguna dengan ADHD dan gangguan perkembangan saraf untuk membaca, menelusuri, dan fokus pada elemen utama situs web dengan lebih mudah sekaligus mengurangi gangguan secara signifikan.
Mode Kebutaan
Memungkinkan penggunaan situs dengan pembaca layar-baca
Mode ini mengonfigurasi situs web agar kompatibel dengan pembaca layar seperti JAWS, NVDA, VoiceOver, dan TalkBack. Pembaca layar adalah perangkat lunak untuk pengguna tunanetra yang diinstal pada komputer dan ponsel cerdas, dan situs web harus kompatibel dengannya.

Pengalaman Membaca

Skala Konten
Default
Kaca Pembesar Teks
Font Terbaca
Ramah Disleksia
Penyorotan Judul
Penyorotan Tautan
Ukuran Font
Default
Line Height
Default
Spasi Huruf
Default
Rata Kiri
Rata Tengah
Rata Kanan

Pengalaman yang Menyenangkan Secara Visual

Kontras Gelap
Kontras Terang
Satu Warna
Kontras Tinggi
Saturasi Tinggi
Saturasi Rendah
Atur Warna Teks
Atur Warna Judul
Atur Warna Latar

Orientasi Mudah

Suara Hening
Sembunyikan Gambar
Papan Ketik Maya
Panduan Membaca
Stop Animasi
Penanda Bacaan
Penyorotan Kursor
Penyorotan Fokus
Kursor Besar Gelap
Kursor Besar Terang
Kunci Navigasi