DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
No Result
View All Result
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
No Result
View All Result
Home ARTIKEL UMUM

Kementan Dorong Percepatan Tanam Bawang Merah

27/10/2023
in ARTIKEL UMUM
0

*Rilis Kementan, 13 Mei 2020*
Nomor : 467/R-KEMENTAN/05/2020

IMG-20200513-WA0015

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah situasi ketidakpastian saat ini. Dirinya meminta seluruh jajarannya untuk bekerja sepenuh hati dalam memenuhi kebutuhan perut 267 juta rakyat Indonesia, termasuk bawang merah yang merupakan komoditas strategis hortikultura.

“Tidak perlu panik, disaat menghadapi beragam situasi yang kerap sulit diprediksi sekalipun. Soal pangan, toh semua faktor telah diperhitungkan,” ungkapnya.

Mentan juga meminta seluruh jajarannya untuk tetap fokus dalam memenuhi 11 kebutuhan bahan pokok bagi rakyat Indonesia.
“ Jangan sampai lengah. Kita pastikan bahwa kekhawatiran berbagai pihak akan terjadinya kelangkaan bahan pangan itu tidak terjadi,” tandasnya.

Sementara itu Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto dalam keterangannya Rabu (13/5) menegaskan pihaknya terus siaga memantau ketersediaan komoditas hortikultura strategis termasuk bawang merah. “Untuk bawang merah, perkiraan kami produksi nasional masih lebih tinggi dibandingkan kebutuhan. Artinya secara kumulatif bawang merah masih surplus. Namun harus diakui, distribusinya memang masih belum merata. Ini tugas kolektif bersama,” ungkap pria yang akrab dipanggil Anton ini.

Terkait ketersediaan produk hortikultura saat pandemi Covid-19, Anton menyatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi.

“Sesuai arahan Pak Mentan, kami telah siapkan strategi tanggap darurat Covid-19 antara lain Fasilitasi Pemasaran Produk Hortikultura Bagi Petani terdampak Covid-19, Sewa Gudang untuk mengatasi Kelebihan Hasil Produksi Petani Hortikultura, Bantuan Penyediaan Bahan Pangan Hortikultura untuk Masyarakat terdampak Covid-19 dan Bantuan Benih Hortikultura Bagi Petani terdampak Covid-19,” ungkapnya.

Berdasarkan data Early Warning System (EWS) bawang merah yang disesuaikan hitungannya berdasarkan produksi rogol kering askip, prediksi Ditjen Hortikultura pada bulan Mei-Agustus 2020 terdapat produksi sebanyak 348.343 ton sedangkan kebutuhan sebesar 342.598 ton, sehingga surplus sebesar 5.745 ton. Adapun luas pertanaman bawang merah secara nasional selama periode Januari – Mei 2020 tercatat seluas 74.083 ha dengan rincian bulan Januari seluas 17.472 ha, Februari seluas 14.739 ha, Maret seluas 14.278 ha, April seluas 14.088 ha dan Mei seluas 13.506 ha.
*_Produksi Nasional Aman, Harga di Tingkat Petani Membaik_*

Sukarman, Plt. Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, memastikan neraca kumulatif bawang merah nasional masih terbilang aman. “Dari data Early Warning System (EWS) yang sudah kita petakan, neraca kumulatif nasional bawang merah masih surplus meskipun memang masih banyak daerah yang minus. Kawasan produksi bawang merah skala besar memang belum merata di seluruh provinsi,” ujarnya.

Untuk itu, Sukarman menghimbau daerah yang diperkirakan minus untuk melakukan gerakan tanam untuk mengurangi defisit dan ketergantungan. “Jangan melulu bergantung pasokan dari wilayah lain,” sambungnya.

Dikonfirmasi melalui jaringan seluler, sebanyak 18 sentra bawang merah pemasok Jabodetabek yang meliputi Bandung, Garut, Cirebon, Majalengka, Grobogan, Pati, Demak, Temanggung, Brebes, Kulonprogo, Malang, Probolinggo, Nganjuk, Pamekasan, Lombok Timur, Bima, Solok dan Enrekang diperkirakan jumlah produksinya di bulan Mei-Juni 2020 mencapai 125.363 ton (rogol kering askip) dengan luas panen sekitar 15.014 ha. Hasil produksi tersebut diprediksi mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di 18 sentra sebesar 16.344 ton dan masyarakat jabodetabek sebesar 20.357 ton serta masih terdapat neraca surplus sebesar 88.662 ton

Miftah, tenaga kontrak di Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan yang juga petani bawang merah mengungkapkan bahwa harga bawang merah di tingkat petani saat ini cukup bagus tetapi produktivitasnya cenderung rendah.

“Harga bawang merah lagi bagus pak. Tapi sayang rata-rata produksinya menurun karena hama dan penyakit,” katanya.

Menurut Miftah, harga bawang merah di tingkat petani untuk kualitas super bisa mencapai Rp35 ribu per kilogram, sementara yang berukuran kecil sampai sedang Rp 20 ribu per kilogram. Dari catatannya, setidaknya terdapat 219 hektar lahan bawang merah yang siap dipanen pada bulan Mei ini. “Kalau se- Kabupaten Grobogan dalam setahun bisa mencapai lebih dari seribu hektar,” imbuhnya.

Berdasarkan pantauan Petugas Informasi Pasar Ditjen Hortikultura (10/5), harga bawang merah di tingkat petani terendah tercatat Rp 21.000/kg di Kabupaten Malang, sedangkan harga tertinggi mencapai Rp 45.000/kg di Kabupaten Agam. Harga di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) terpantau Rp 41.000/kg, sementara harga rata-rata di tingkat pasar retail menembus Rp 51.000/kg. Harga di PIKJ terpantau mulai meningkat sejak minggu kedua bulan April dengan harga rata-rata lebih dari Rp 35.000 per kilogram.

“Beberapa hari ini pasokan yang masuk Pasar Induk Kramat Jati memang turun terus dibanding minggu lalu. Stok bawang merah yang ada hari ini grade premium atau super. Kalau yang medium masih Rp 38.000 tapi memang barangnya masih sedikit,” ujar Syarif, salah satu pedagang bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati saat dikonfirmasi via sambungan seluler.

Menurutnya, banyak pedagang besar yang memiliki stok bawang medium mengambil kesempatan untuk menjual dengan harga premium sehingga harganya naik lebih tinggi Rp 5.000 per kilogramnya.

Previous Post

Antisipasi Jatuhnya Harga Cabai, Kementan Siapkan Sejumlah Jurus

Next Post

Pandemi Covid-19 Jadi Momen Mendongkrak Bisnis Hortikultura

Humas Ditjen Hortikultura

Humas Ditjen Hortikultura

Next Post

Pandemi Covid-19 Jadi Momen Mendongkrak Bisnis Hortikultura

Buku Hortikultura

Roadmap Bawang Merah 2017
Buku Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat

Roadmap Bawang Merah 2017

by Hubungan Masyarakat
11/06/2026
0

TIM PENYUSUN Pengarah 1. Dr. Ir. Spudnik Sujono K, MM 2. Dr. Ir. Mat Syukur, MS 3. Ir. Baran Wirawan,...

Read more
Buku Pedoman Budidaya Anggur Vitis Vinifera

Buku Pedoman Budidaya Anggur Vitis Vinifera

18/05/2026

Buku Angka TetapHortikulturaTahun 2024

15/08/2025

BUKU SAKU BROKOLI & KEMBANG KOL

20/05/2025
Pengunaan Bubur Bordo Untuk Pengendalian OPT Buah

Pengunaan Bubur Bordo Untuk Pengendalian OPT Buah

06/11/2024

Berita Utama

Kementan Percepat Gerakan Tanam di Lahan Oplah dan Cetak Sawah Rakyat untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
BERITA UTAMA

Kementan Percepat Gerakan Tanam di Lahan Oplah dan Cetak Sawah Rakyat untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

by Hubungan Masyarakat
07/07/2026
0

Rilis Kementan, 4 Juli 2026Nomor: B-515/ HM.160/7/07/2026 Cilacap – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat gerakan tanam pada lahan Optimalisasi Lahan...

Read more
Komisi IV DPR RI Dukung Penguatan Laboratorium Veteriner Kementan untuk Antisipasi Dampak El Nino pada Subsektor Peternakan

Komisi IV DPR RI Dukung Penguatan Laboratorium Veteriner Kementan untuk Antisipasi Dampak El Nino pada Subsektor Peternakan

07/07/2026
Wamentan Sudaryono: Negara Hadir Jaga Harga Ayam dan Telur, Peternak Untung Konsumen Terlindungi

Wamentan Sudaryono: Negara Hadir Jaga Harga Ayam dan Telur, Peternak Untung Konsumen Terlindungi

07/07/2026
Pimpin 137 Ribu Hektare Cetak Sawah dan Oplah di Tanah Papua, Mentan Amran: Itu Semua Milik Rakyat

Pimpin 137 Ribu Hektare Cetak Sawah dan Oplah di Tanah Papua, Mentan Amran: Itu Semua Milik Rakyat

05/07/2026
Mentan Amran: “Saya Kaka Menteri, Orang Papua Juga, Kita Bangun Papua Bersama”

Mentan Amran: “Saya Kaka Menteri, Orang Papua Juga, Kita Bangun Papua Bersama”

03/07/2026

AGENDA KEGIATAN HORTIKULTURA

  • – 01:00, 13/04/2026 – Diskusi dengan PM, Rapat Koordinasi Kegiatan TA 2026 bersama Dir Wilayah / Ka BRMP Provinsi, Rapat Bawang Putih - Dirjen Hortikultura
  • – 01:00, 14/04/2026 – Rapat Penyediaan Benih Baput, Raker DPR RI - Dirjen Hortikultura
  • – 01:00, 15/04/2026 – Dinas ke Sulteng (Mewakili PM – Pelepasan Ekspor Raya Komoditas Durian Beku ke Tiongkok) - Dirjen Hortikultura

ALAMAT KAMI :

KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
Jl. Aup No.3, RT.9/RW.10, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12520
Telp: (021) 7806881
[email protected]
hortikultura.pertanian.go.id

TAUTAN SITUS :

- Kementerian Pertanian
- Kementerian Perdagangan
- PPID Pertanian
- Badan Pusat Statistik
- Lapor
- Layanan Pengadaan Secara Elektronik
- Whistleblowing System

SOSIAL MEDIA :

  @hortvditjenhorti
  DitjenHorti
  @horti.kementan
  @ditjenhorti

Hak Cipta © 2024 Direktorat Jenderal Hortikultura - Kementerian Pertanian RI

No Result
View All Result
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Aksebilitas

Mode Aksebilitas

Mode Aman Epilepsi
Meredam warna dan menghilangkan kedipan
Mode ini memungkinkan penderita epilepsi untuk menggunakan situs web dengan aman dengan menghilangkan risiko kejang akibat animasi berkedip atau berkedip dan kombinasi warna yang berisiko.
Mode Tunanetra
Meningkatkan visual situs web
Mode ini menyesuaikan website dengan kenyamanan pengguna penyandang disabilitas penglihatan seperti Penurunan Penglihatan, Penglihatan Terowongan, Katarak, Glaukoma, dan lain-lain.
Mode Disabilitas Kognitif
Membantu untuk fokus pada konten tertentu
Mode ini memberikan opsi bantuan berbeda untuk membantu pengguna dengan gangguan kognitif seperti Disleksia, Autisme, CVA, dan lainnya, agar lebih mudah fokus pada elemen penting situs web.
Mode Ramah ADHD
Mengurangi gangguan dan meningkatkan fokus
Mode ini membantu pengguna dengan ADHD dan gangguan perkembangan saraf untuk membaca, menelusuri, dan fokus pada elemen utama situs web dengan lebih mudah sekaligus mengurangi gangguan secara signifikan.
Mode Kebutaan
Memungkinkan penggunaan situs dengan pembaca layar-baca
Mode ini mengonfigurasi situs web agar kompatibel dengan pembaca layar seperti JAWS, NVDA, VoiceOver, dan TalkBack. Pembaca layar adalah perangkat lunak untuk pengguna tunanetra yang diinstal pada komputer dan ponsel cerdas, dan situs web harus kompatibel dengannya.

Pengalaman Membaca

Skala Konten
Default
Kaca Pembesar Teks
Font Terbaca
Ramah Disleksia
Penyorotan Judul
Penyorotan Tautan
Ukuran Font
Default
Line Height
Default
Spasi Huruf
Default
Rata Kiri
Rata Tengah
Rata Kanan

Pengalaman yang Menyenangkan Secara Visual

Kontras Gelap
Kontras Terang
Satu Warna
Kontras Tinggi
Saturasi Tinggi
Saturasi Rendah
Atur Warna Teks
Atur Warna Judul
Atur Warna Latar

Orientasi Mudah

Suara Hening
Sembunyikan Gambar
Papan Ketik Maya
Panduan Membaca
Stop Animasi
Penanda Bacaan
Penyorotan Kursor
Penyorotan Fokus
Kursor Besar Gelap
Kursor Besar Terang
Kunci Navigasi