DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT PELINDUNGAN HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT HILIRISASI HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT PELINDUNGAN HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT HILIRISASI HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
No Result
View All Result
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
No Result
View All Result
Home BERITA UTAMA

Mentan Amran Turunkan Tim Ahli Tangani Bangkalan untuk Jaga Produksi Durian Sulteng

10/09/2026
in BERITA UTAMA
0
Mentan Amran Turunkan Tim Ahli Tangani Bangkalan untuk Jaga Produksi Durian Sulteng

Rilis Kementan, 9 September 2026
Nomor: B-716/HM.160/7/09/2026

Sulawesi Tengah – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat pengawalan tanaman durian di Sulawesi Tengah dengan melibatkan tim ahli lintas lembaga untuk mengkaji gejala bangkalan yang ditemukan di Kabupaten Poso dan Parigi Moutong. Kajian dilakukan untuk memastikan faktor yang berkaitan dengan munculnya gejala tersebut sekaligus merumuskan rekomendasi penanganan yang tepat bagi petani, sehingga produktivitas dan produksi durian di Sulawesi Tengah tetap terjaga.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman setelah menerima aspirasi petani durian Sulawesi Tengah saat kunjungan kerja di Palu beberapa waktu lalu. Sebelumnya perwakilan petani durian meminta agar pemerintah menurunkan tim ahli untuk menangani penyakit bangkalan yang menyebabkan buah durian jatuh sebelum matang sehingga berdampak pada penurunan produksi. Saat itu, Mentan Amran langsung meminta jajarannya menurunkan tenaga ahli untuk menangani persoalan tersebut.

“Saya turunkan tim, saya sudah perintahkan. Hubungi itu, cari, turunkan (tim ahli). Negara yang biayai. Cari ahli bidang itu,” kata Mentan Amran usai memberikan orasi ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-45 dan Wisuda Universitas Tadulako periode ke-138 di Palu, Kamis (20/8/2026) lalu.

Menindaklanjuti arahan tersebut, tim gabungan turun langsung ke lapangan. Tim ini terdiri dari Kementan, BRIN, pemerintah daerah dan dinas pertanian (Sulawesi Tengah, Parigi Moutong, Poso), BKHIT (Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan), BRIDA, UPT Proteksi, akademisi dari Universitas Tadulako dan Universitas Alkhairaat, petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT), penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta AKDI. Pengamatan dilakukan pada tanaman durian di Kabupaten Poso dan Parigi Moutong yang menunjukkan gejala bangkalan.

Direktur Perlindungan Hortikultura Kementan Leli Nuryati mengatakan pemerintah akan terus mendampingi petani hingga diperoleh langkah penanganan yang tepat. Menurutnya, kajian lapangan diperlukan untuk melihat kondisi tanaman secara menyeluruh, termasuk aspek nutrisi dan kondisi tanah.

“Kami akan terus mendampingi sampai ditemukan penanganan yang tepat. Fokusnya antara lain pada nutrisi tanaman dan pH tanah, karena kondisi tanah yang masam dapat menghambat penyerapan unsur hara meskipun pupuk sudah diberikan,” ungkap Leli dalam keterangannya pada Rabu (9/9/2026).

Hasil pengamatan awal tim gabungan menunjukkan bahwa gejala bangkalan diduga berkaitan dengan gangguan fisiologis tanaman pada fase berbuah, antara lain terkait ketersediaan dan keseimbangan unsur hara makro dan mikro. Gejala yang ditemukan meliputi buah gugur sebelum mencapai kematangan optimal (pada tingkat ketuaan sekitar 60–80%), daging buah mengkal atau tidak matang sempurna, aroma berkurang, rasa hambar, dan warna buah cenderung pucat. Kondisi tersebut berpengaruh langsung terhadap produktivitas dan hasil panen durian serta berdampak pada pendapatan petani.

Kondisi tanah juga menjadi salah satu aspek yang diperiksa. Tingkat keasaman tanah atau pH dapat memengaruhi kemampuan tanaman dalam menyerap unsur hara. Karena itu, penanganan tidak hanya diarahkan pada tanaman, tetapi juga pada kondisi media tumbuh dan pengelolaan lahan.

Untuk memperkuat hasil pengamatan, tim mengambil sejumlah sampel dari tanaman yang sehat maupun yang menunjukkan gejala. Sampel meliputi tanah, daun, dan buah yang selanjutnya diuji di laboratorium.

Peneliti BRIN Farihul Ihsan mengatakan pemeriksaan terhadap berbagai jenis sampel diperlukan untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi tanaman.

“Pengujian berbagai sampel dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi tanaman dan lingkungannya. Rekomendasi nantinya harus berdasarkan hasil pengamatan di lapangan dan data hasil pengujian di laboratorium,” ucapnya.

Hasil pengamatan lapangan dan pengujian laboratorium nantinya menjadi dasar untuk menentukan rekomendasi penanganan, termasuk terkait pemupukan, kesuburan tanah, serta pengelolaan lahan. Dengan demikian, petani tidak hanya memperoleh respons terhadap gejala yang muncul, tetapi juga mendapatkan langkah budidaya yang disusun berdasarkan kondisi tanaman dan lingkungannya.

Ketua kelompok tani I Wayan Budarsana mengapresiasi langkah pemerintah yang melibatkan tim ahli untuk melihat kondisi tanaman secara langsung. Ia berharap hasil kajian dapat memberikan rekomendasi yang aplikatif bagi petani, terutama dalam hal pemupukan, kesuburan tanah, dan pengelolaan lahan.

Kementan akan melanjutkan koordinasi dengan pemerintah daerah, peneliti, perguruan tinggi, petugas POPT, PPL, serta pemangku kepentingan lainnya. Hasil kajian akan menjadi pijakan dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memulihkan produktivitas dan kualitas buah durian di Sulawesi Tengah sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan petani.

Sebagai informasi, durian merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki potensi ekonomi besar bagi Sulawesi Tengah. Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Tengah, luas kebun durian di provinsi tersebut mencapai sekitar 36 ribu hektare, dengan sekitar 12 ribu hektare di antaranya telah berproduksi. Data BPS juga mencatat produksi durian Sulawesi Tengah pada 2025 mencapai 95.140 ton, dengan sentra produksi terbesar berada di Kabupaten Poso dan Parigi Moutong.

Potensi durian tersebut bahkan telah berkembang hingga pasar ekspor. Karena itu, penguatan penanganan di tingkat sentra produksi menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas sekaligus keberlanjutan produksi durian Sulawesi Tengah.

Previous Post

Mentan Amran: Mayoritas Beras Fortifikasi Tak Sesuai, Rakyat Dirugikan

Next Post

Di Simposium KAHMI, Mentan Amran Tegaskan Kemandirian Pangan Jadi Benteng Lindungi Rakyat

Hubungan Masyarakat

Hubungan Masyarakat

Next Post
Di Simposium KAHMI, Mentan Amran Tegaskan Kemandirian Pangan Jadi Benteng Lindungi Rakyat

Di Simposium KAHMI, Mentan Amran Tegaskan Kemandirian Pangan Jadi Benteng Lindungi Rakyat

Buku Hortikultura

Roadmap Bawang Merah 2017
Buku Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat

Roadmap Bawang Merah 2017

by Hubungan Masyarakat
11/06/2026
0

TIM PENYUSUN Pengarah 1. Dr. Ir. Spudnik Sujono K, MM 2. Dr. Ir. Mat Syukur, MS 3. Ir. Baran Wirawan,...

Read more
Buku Pedoman Budidaya Anggur Vitis Vinifera

Buku Pedoman Budidaya Anggur Vitis Vinifera

18/05/2026

Buku Angka TetapHortikulturaTahun 2024

15/08/2025

BUKU SAKU BROKOLI & KEMBANG KOL

20/05/2025
Pengunaan Bubur Bordo Untuk Pengendalian OPT Buah

Pengunaan Bubur Bordo Untuk Pengendalian OPT Buah

06/11/2024

Berita Utama

Kesejahteraan Petani Terus Menguat, NTP September 2026 Tembus 131,11
BERITA UTAMA

Kesejahteraan Petani Terus Menguat, NTP September 2026 Tembus 131,11

by Hubungan Masyarakat
01/10/2026
0

Rilis Kementan, 1 Oktober 2026Nomor: B-782/HM.160/7/10/2026 Jakarta — Nilai Tukar Petani (NTP) nasional mencetak rekor tertinggi pada September 2026, menembus...

Read more
Hari Kesaktian Pancasila, Kementan Tegaskan Gotong Royong Jadi Kekuatan Swasembada Pangan

Hari Kesaktian Pancasila, Kementan Tegaskan Gotong Royong Jadi Kekuatan Swasembada Pangan

01/10/2026
Rektor UIN Jakarta Apresiasi Kiprah Mentan Amran Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Rektor UIN Jakarta Apresiasi Kiprah Mentan Amran Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

28/09/2026
Mentan Amran ke Peserta Komcad ASN: Bangun Karakter, Berani Bermimpi Jadi Pemimpin

Mentan Amran ke Peserta Komcad ASN: Bangun Karakter, Berani Bermimpi Jadi Pemimpin

28/09/2026
Mentan Bentuk Kelompok “Maju, Berani Berjuang”, Simbol Perjuangan Petani

Mentan Bentuk Kelompok “Maju, Berani Berjuang”, Simbol Perjuangan Petani

28/09/2026

AGENDA KEGIATAN HORTIKULTURA

  • – 01:00, 24/09/2026 – LTT Kalsel Direktur Hilirisasi Hasil Hortikulutra
  • – 01:00, 28/09/2026 – RDP DPR
  • – 01:00, 30/09/2026 – LTT Soppeng dan Enrekang Direktur STO

ALAMAT KAMI :

KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
Jl. Aup No.3, RT.9/RW.10, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12520
Telp: (021) 7806881
[email protected]
hortikultura.pertanian.go.id

TAUTAN SITUS :

- Kementerian Pertanian
- Kementerian Perdagangan
- PPID Pertanian
- Badan Pusat Statistik
- Lapor
- Layanan Pengadaan Secara Elektronik
- Whistleblowing System

SOSIAL MEDIA :

TikTok TikTok

Hak Cipta © 2024 Direktorat Jenderal Hortikultura - Kementerian Pertanian RI

No Result
View All Result
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT PELINDUNGAN HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT HILIRISASI HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Aksebilitas

Mode Aksebilitas

Mode Aman Epilepsi
Meredam warna dan menghilangkan kedipan
Mode ini memungkinkan penderita epilepsi untuk menggunakan situs web dengan aman dengan menghilangkan risiko kejang akibat animasi berkedip atau berkedip dan kombinasi warna yang berisiko.
Mode Tunanetra
Meningkatkan visual situs web
Mode ini menyesuaikan website dengan kenyamanan pengguna penyandang disabilitas penglihatan seperti Penurunan Penglihatan, Penglihatan Terowongan, Katarak, Glaukoma, dan lain-lain.
Mode Disabilitas Kognitif
Membantu untuk fokus pada konten tertentu
Mode ini memberikan opsi bantuan berbeda untuk membantu pengguna dengan gangguan kognitif seperti Disleksia, Autisme, CVA, dan lainnya, agar lebih mudah fokus pada elemen penting situs web.
Mode Ramah ADHD
Mengurangi gangguan dan meningkatkan fokus
Mode ini membantu pengguna dengan ADHD dan gangguan perkembangan saraf untuk membaca, menelusuri, dan fokus pada elemen utama situs web dengan lebih mudah sekaligus mengurangi gangguan secara signifikan.
Mode Kebutaan
Memungkinkan penggunaan situs dengan pembaca layar-baca
Mode ini mengonfigurasi situs web agar kompatibel dengan pembaca layar seperti JAWS, NVDA, VoiceOver, dan TalkBack. Pembaca layar adalah perangkat lunak untuk pengguna tunanetra yang diinstal pada komputer dan ponsel cerdas, dan situs web harus kompatibel dengannya.

Pengalaman Membaca

Skala Konten
Default
Kaca Pembesar Teks
Font Terbaca
Ramah Disleksia
Penyorotan Judul
Penyorotan Tautan
Ukuran Font
Default
Line Height
Default
Spasi Huruf
Default
Rata Kiri
Rata Tengah
Rata Kanan

Pengalaman yang Menyenangkan Secara Visual

Kontras Gelap
Kontras Terang
Satu Warna
Kontras Tinggi
Saturasi Tinggi
Saturasi Rendah
Atur Warna Teks
Atur Warna Judul
Atur Warna Latar

Orientasi Mudah

Suara Hening
Sembunyikan Gambar
Papan Ketik Maya
Panduan Membaca
Stop Animasi
Penanda Bacaan
Penyorotan Kursor
Penyorotan Fokus
Kursor Besar Gelap
Kursor Besar Terang
Kunci Navigasi