DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT PELINDUNGAN HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT HILIRISASI HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT PELINDUNGAN HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT HILIRISASI HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
No Result
View All Result
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
No Result
View All Result

Mentan Amran Tantang UNESA Kembangkan Benih Kedelai Unggul, Dukung Swasembada

28/07/2026
in BERITA UTAMA
0
Mentan Amran Tantang UNESA Kembangkan Benih Kedelai Unggul, Dukung Swasembada

Rilis Kementan, 27 Juli 2026
Nomor: B-580/HM.160/7/07/2026

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menantang Universitas Negeri Surabaya (Unesa) untuk menghasilkan benih kedelai unggul berproduktivitas tinggi dalam mendukung percepatan swasembada kedelai nasional. Dengan kolaborasi riset bersama Unesa, Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan lahirnya varietas kedelai yang mampu menghasilkan 5-6 ton per hektare sehingga dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai.

Hal tersebut disampaikan Mentan Amran saat audiensi dengan jajaran Universitas Negeri Surabaya di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, pada Senin (27/7).

Mentan Amran menegaskan, pemerintah siap mendukung penuh pengembangan benih unggul yang dihasilkan perguruan tinggi. Bahkan, apabila hasil penelitian mampu menghasilkan varietas dengan produktivitas tinggi dan terbukti di lapangan, Kementerian Pertanian siap memfasilitasi pengembangannya secara lebih luas.

“Kalau benihnya bagus dan hasilnya terbukti, kita akan dorong untuk dikembangkan secara nasional. Yang kita cari sekarang adalah inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas petani,” ujar Mentan Amran.

Mentan Amran juga menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi strategi utama untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai.

“Tidak mungkin pemerintah bekerja sendiri. Kampus harus menjadi pusat inovasi, TNI dan Polri membantu pendampingan di lapangan, sementara petani menjadi pelaku utama. Kalau semua bergerak bersama, saya optimistis swasembada kedelai bisa kita wujudkan,” tegasnya.

Menanggapi tantangan tersebut, Wakil Rektor IV Universitas Negeri Surabaya, Dwi Cahyo Kartiko, menyatakan Unesa siap mengembangkan benih kedelai unggul yang mampu menghasilkan produktivitas mencapai 5–6 ton per hektare.

“Kami menyampaikan kepada Pak Menteri bahwa apabila benih unggul itu berhasil dikembangkan, kami siap mengawal implementasinya. Pak Menteri juga menyampaikan bahwa apabila produktivitas di lahan 56 hektare mampu mencapai 5 hingga 6 ton per hektare, maka keberhasilan tersebut dapat menjadi model pengembangan kedelai nasional,” ujar Dwi.

Ia menjelaskan, Unesa sebelumnya telah aktif mendukung berbagai program ketahanan pangan, di antaranya mengawal program pengembangan jagung bersama Polda Jawa Timur selama tiga bulan. Meski Fakultas Ketahanan Pangan Unesa baru berdiri pada 2025, kampus tersebut dinilai mampu memberikan pendampingan yang baik sehingga memperoleh apresiasi dan kepercayaan untuk terlibat dalam program-program strategis nasional.

“Fakultas Ketahanan Pangan kami memang baru berdiri pada 2025, tetapi kami mampu mengawal program dengan sangat baik. Dari keberhasilan itu, kami kembali dipercaya untuk mendukung pengembangan komoditas pangan strategis,” katanya.

Kepercayaan tersebut kemudian berlanjut melalui kemitraan dengan Yonif TP 932 Sunan Bonang Tuban yang telah menyiapkan sekitar 600 hektare lahan untuk pengembangan kedelai. Menurut Dwi, tantangan terbesar saat ini adalah menghadirkan benih unggul yang mampu menghasilkan produktivitas sesuai target pemerintah.

“Yang menjadi tantangan bagi kami adalah penyediaan benih. Karena itu kami memohon arahan Pak Menteri agar kemitraan dengan Yonif 932/Sunan Bonang Tuban dapat berjalan optimal sehingga pengembangan kedelai di lahan tersebut berhasil,” ujarnya.

Selain pengembangan benih, Unesa juga tengah memperkuat riset di bidang ketahanan pangan. “Kami sudah menyusun dan menyerahkan proposal penelitian. Kami berharap penelitian ini dapat terus berlanjut sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ketahanan pangan nasional,” kata Dwi.

Ia menambahkan, pengembangan benih kedelai kini menjadi fokus utama tim peneliti Unesa, khususnya Fakultas Ketahanan Pangan. Seluruh sumber daya akademik akan diarahkan untuk mencari dan menghasilkan benih unggul dengan produktivitas tinggi.

“Ini menjadi pekerjaan rumah sekaligus tantangan besar bagi kami. Kami akan mencari benih yang terbaik agar mampu menghasilkan produktivitas sesuai target yang diberikan Pak Menteri,” katanya.

Dwi menargetkan proses pencarian dan penyiapan benih unggul dapat diselesaikan pada tahun ini sehingga dapat segera diuji di lapangan.

“Insya Allah tahun ini kami tuntaskan proses pencarian dan penyiapan benih unggul. Tantangan dari Pak Menteri akan kami jawab melalui riset dan inovasi yang nyata untuk mendukung swasembada kedelai Indonesia,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dwi juga menyampaikan apresiasi atas perhatian Mentan Amran terhadap pengembangan sumber daya manusia, termasuk dukungan bagi mahasiswa dan penguatan peran perguruan tinggi dalam pembangunan sektor pertanian.

Menurutnya, Unesa memiliki modal kuat karena menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki Fakultas Ketahanan Pangan.

“Karena memiliki Fakultas Ketahanan Pangan, kami siap mengambil peran lebih besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Tantangan ini memang tidak mudah, tetapi kami optimistis dapat menghasilkan benih kedelai unggul yang mampu meningkatkan produktivitas dan mendukung cita-cita swasembada pangan,” ujar Dwi.

Previous Post

Kejar Swasembada Gula Dua Tahun, Mentan Amran Pacu Produksi Nasional Tembus 3 Juta Ton

Next Post

KopDes Merah Putih Pangkas Rantai Pasok, Mentan Amran: Rp263 Triliun Bisa Kembali ke Petani

Hubungan Masyarakat

Hubungan Masyarakat

Next Post
KopDes Merah Putih Pangkas Rantai Pasok, Mentan Amran: Rp263 Triliun Bisa Kembali ke Petani

KopDes Merah Putih Pangkas Rantai Pasok, Mentan Amran: Rp263 Triliun Bisa Kembali ke Petani

AGENDA KEGIATAN HORTIKULTURA

  • – 01:00, 24/09/2026 – LTT Kalsel Direktur Hilirisasi Hasil Hortikulutra
  • – 01:00, 28/09/2026 – RDP DPR
  • – 01:00, 30/09/2026 – LTT Soppeng dan Enrekang Direktur STO

ALAMAT KAMI :

KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
Jl. Aup No.3, RT.9/RW.10, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12520
Telp: (021) 7806881| Whatsapp: +6285211403567
[email protected]
hortikultura.pertanian.go.id

TAUTAN SITUS :

- Kementerian Pertanian
- Kementerian Perdagangan
- PPID Pertanian
- Badan Pusat Statistik
- Lapor
- Layanan Pengadaan Secara Elektronik
- Whistleblowing System

SOSIAL MEDIA :

TikTok TikTok

Hak Cipta © 2024 Direktorat Jenderal Hortikultura - Kementerian Pertanian RI

No Result
View All Result
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT PELINDUNGAN HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT HILIRISASI HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.