DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT PELINDUNGAN HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT HILIRISASI HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT PELINDUNGAN HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT HILIRISASI HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
No Result
View All Result
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
No Result
View All Result

KopDes Merah Putih Pangkas Rantai Pasok, Mentan Amran: Rp263 Triliun Bisa Kembali ke Petani

28/07/2026
in BERITA UTAMA
0
KopDes Merah Putih Pangkas Rantai Pasok, Mentan Amran: Rp263 Triliun Bisa Kembali ke Petani

Rilis Kementan, 28 Juli 2026
Nomor: B-584/ HM.160/7/07/2026

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) akan menjadi instrumen penting untuk memangkas rantai pasok hasil pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Melalui sistem distribusi yang lebih pendek, keuntungan yang selama ini dinikmati rantai perantara diyakini dapat kembali ke petani dan menggerakkan ekonomi desa.

Hal tersebut disampaikan Mentan Amran dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Koperasi Desa Merah Putih yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Mentan Amran menjelaskan, selama ini rantai distribusi komoditas pertanian terlalu panjang sehingga mengurangi nilai yang diterima petani. Dengan keberadaan KDMP, jalur distribusi akan dipangkas menjadi lebih sederhana, yakni dari petani ke koperasi, kemudian langsung kepada masyarakat.

“Di sektor pertanian fungsi utama koperasi adalah memotong supply chain atau rantai pasok dari delapan mata rantai menjadi tiga, yakni petani, koperasi, lalu masyarakat,” kata Mentan Amran.

Menurutnya, Kementerian Pertanian (Kementan) telah menghitung bahwa pada sembilan komoditas utama, keuntungan yang selama ini dinikmati tengkulak mencapai sekitar Rp313 triliun. Jika koperasi mengambil sebagian kecil peran tersebut, maka manfaat ekonomi yang jauh lebih besar dapat kembali kepada petani.

“Kami pernah menghitung, dari sembilan komoditas itu keuntungan middleman mencapai Rp313 triliun. Kalau koperasi memperoleh Rp50 triliun saja, berarti masih ada sekitar Rp263 triliun yang bisa dinikmati petani. Dampaknya harga di tingkat petani meningkat, daya beli masyarakat ikut naik, uang berputar di desa, dan ekonomi kerakyatan tumbuh. Itu yang diinginkan Bapak Presiden Prabowo,” ujarnya.

Selain memangkas rantai pasok, Mentan Amran mengatakan KDMP juga akan mendekatkan berbagai layanan pertanian kepada petani. Distribusi pupuk bersubsidi akan lebih mudah dijangkau karena tersedia di tingkat desa. Begitu pula penjualan gabah tidak lagi bergantung pada gudang yang lokasinya jauh dari sentra produksi.

“Kalau setiap desa memiliki koperasi, petani tidak perlu lagi menempuh jarak yang jauh untuk mendapatkan pupuk atau menjual gabah. Perputaran uang terjadi di desa, rantai pasok menjadi lebih pendek, daya beli masyarakat meningkat, dan kesejahteraan petani ikut naik,” jelasnya.

Mentan Amran juga menegaskan koperasi akan berperan sebagai offtaker sekaligus distributor berbagai komoditas pertanian. Menurutnya, sistem ini akan membantu mengatasi persoalan anjloknya harga saat panen raya di satu daerah, sekaligus memastikan distribusi pangan antardaerah berjalan lebih baik.

“Selama ini kita sering melihat tomat, cabai, atau sayuran dibuang karena harga jatuh di daerah tertentu, padahal di daerah lain harganya tinggi. Melalui Agrinas Pangan sebagai pelaksana, koperasi akan mengorganisasi distribusi dari Sabang sampai Merauke sehingga komoditas dapat terserap dan tersalurkan dengan lebih baik,” terangnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan KDMP bukan sekadar koperasi biasa maupun toko ritel, melainkan infrastruktur pemerintah di tingkat desa yang akan memperkuat layanan publik sekaligus menjadi penggerak ekonomi rakyat.

Menurut Menko Zulhas, terdapat dua fungsi utama yang akan dijalankan KDMP, yakni sebagai pusat layanan berbagai program pemerintah dan sebagai offtaker hasil produksi masyarakat, terutama komoditas pangan strategis.

“Yang paling mendasar, koperasi ini menjadi infrastruktur pemerintah dan menjadi offtaker produk-produk prioritas seperti beras dan gabah. Kalau harga gabah di lapangan dibeli tengkulak hanya Rp5.000 per kilogram, sementara pemerintah menetapkan Rp6.500, maka koperasi bersama Bulog bisa membeli sesuai harga yang ditetapkan pemerintah,” ujar Zulhas.

Ia menambahkan, setelah fungsi dasar tersebut berjalan optimal, KDMP dapat terus dikembangkan sesuai potensi masing-masing desa, mulai dari desa wisata hingga berbagai usaha produktif lainnya.

Zulhas optimistis program strategis Presiden Prabowo Subianto ini akan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pada Oktober 2026. “Kita sedang membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di 83 ribu desa. Tantangannya memang besar, tetapi Insyaallah pada Oktober nanti Koperasi Desa Merah Putih sudah mulai terasa manfaatnya di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Previous Post

Mentan Amran Tantang UNESA Kembangkan Benih Kedelai Unggul, Dukung Swasembada

Next Post

Mentan Amran Perkuat Kemitraan RI–Australia, Dadahup Siap Jadi Model Pertanian Rawa Modern

Hubungan Masyarakat

Hubungan Masyarakat

Next Post
Mentan Amran Perkuat Kemitraan RI–Australia, Dadahup Siap Jadi Model Pertanian Rawa Modern

Mentan Amran Perkuat Kemitraan RI–Australia, Dadahup Siap Jadi Model Pertanian Rawa Modern

AGENDA KEGIATAN HORTIKULTURA

  • – 01:00, 24/09/2026 – LTT Kalsel Direktur Hilirisasi Hasil Hortikulutra
  • – 01:00, 28/09/2026 – RDP DPR
  • – 01:00, 30/09/2026 – LTT Soppeng dan Enrekang Direktur STO

ALAMAT KAMI :

KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
Jl. Aup No.3, RT.9/RW.10, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12520
Telp: (021) 7806881| Whatsapp: +6285211403567
[email protected]
hortikultura.pertanian.go.id

TAUTAN SITUS :

- Kementerian Pertanian
- Kementerian Perdagangan
- PPID Pertanian
- Badan Pusat Statistik
- Lapor
- Layanan Pengadaan Secara Elektronik
- Whistleblowing System

SOSIAL MEDIA :

TikTok TikTok

Hak Cipta © 2024 Direktorat Jenderal Hortikultura - Kementerian Pertanian RI

No Result
View All Result
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT PELINDUNGAN HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT HILIRISASI HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.