DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
No Result
View All Result
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
No Result
View All Result
Home BERITA UTAMA

Kementan: Angkat Eksistensi Bawang Putih Lokal

27/10/2023
in BERITA UTAMA
0

Rilis Kementan, 24 Agustus 2019
744/R-KEMENTAN/08/2019

IMG-20190826-WA0110

Memori masyarakat Indonesia terhadap eksistensi bawang putih lokal semakin menurun seiring tergantikannya bawang putih lokal dengan bawang putih impor. Tak kurang dari 97% kebutuhan bawang putih nasional yang mencapai 500 ribu ton lebih per tahun saat ini dipenuhi dari impor. Padahal, era tahun 90-an bawang putih lokal Indonesia mampu merajai pasar dalam negeri.  Beragam jenis varietas bawang putih lokal berhasil ditanam petani. Apa saja  varietas bawang putih lokal yang ada di Indonesia?

Direktur Perbenihan Hortikultura, Sukarman, menyebut setidaknya terdapat 5 varietas bawang putih lokal yang sudah terdaftar di Kementerian Pertanian, yaitu Lumbu Hijau, Lumbu Kuning, Lumbu Putih, Tawangmangu baru dan Sangga Sembalun.

“Sejak impor bawang putih berlangsung terus menerus hingga saat ini, telah menggerus produksi bawang putih lokal. ketersediaan benih bawang putih lokal pun langka,” jelas Sukarman. Menurutnya, kelima varietas bawang putih tersebut sampai saat ini masih dikembangkan oleh masyarakat meskipun luas pertanamannya tidak sebanyak era 90-an.

“Akhir tahun 2017  lalu kita sempat kesulitan mencari benih bawang putih lokal karena jumlahnya memang terbatas. bawang putih yang semula untuk benih, dijual petani sebagai bawang putih konsumsi akibat harga naik waktu itu,” kata Sukarman.

Namun seiring dengan giatnya program APBN dan wajib tanam bagi importir tahun 2018 sampai sekarang, produksi bawang putih lokal sudah meningkat. Produksi tahun 2018 sebanyak 39 ribu ton, naik 2 kali lipat dari tahun 2017 yang hanya 19 ribu ton. Otomatis ketersediaan benihnya juga meningkat.

Terlebih lagi, kebijakan Kementerian Pertanian memang memfokuskan hasil produksi bawang putih lokal untuk calon benih,” terang Sukarman. “Kelima varietas tersebut sekarang dikembangkan lagi, plus beberapa varietas lokal yang kemungkinan belum terdaftar, yang dikembangkan oleh masyarakat” imbuhnya.

Menurut Sukarman, Lumbu Hijau dan Lumbu Kuning merupakan varietas lokal yang populer ditanam oleh para petani di Batu, Malang, Magelang, Temanggung dan Tegal dan karena dinilai adaptif ditanam di ketinggian diatas 900 mdpl.

“Umbinya berbentuk bulat telur, Warna siungnya putih keunguan dengan aroma yang sangat kuat. Rata-rata produksinya 8 – 10 ton per hektar. Untuk Lumbu Kuning agak mirip dengan Lumbu Hijau, hanya warna daunnya hijau muda agak kekuningan dan produktivitasnya lebih rendah dibanding Lumbu Hijau, rata-rata sekitar 6 – 8 ton/hektar,” beber Sukarman.

“Varietas Lumbu Putih awalnya dilepas di Jogja, tapi kemudian tidak banyak dikembangkan karena  varietas tersebut cocok untuk dataran medium dan umbinya dianggap kurang besar. Namun anehnya, ujicoba tanam varietas Lumbu Putih oleh salah satu penangkar di Sembalun Lombok Timur yang ketinggiannya di atas 1000 m dpl, justru menunjukkan hasil umbi yang  besar dan produktivitas tinggi. Tentu ini akan kami tindaklanjuti untuk disosialisasikan kepada masyarakat untuk mengembangkannya guna meningkatkan produksi bawang putih” terangnya.

Sementara untuk varietas Sangga Sembalun, sesuai dengan namanya menjadi varietas favorit petani bawang putih di Lombok Timur dan wilayah Nusa Tenggara pada umumnya. Hasil uji DNA, mengindikasikan bahwa varietas Sangga Sembalun tidak berbeda dengan varietas _Great Black Leaf_ (GBL) yang dikembangkan di Taiwan maupun varietas Seed 40 yang dikembangkan di Mesir. Varietas ini dicirikan dengan warna daun hijau muda, warna umbi dan siungnya putih keunguan, aroma kurang tajam dan cocok ditanam di dataran tinggi.

Sedangkan untuk varietas Tawangmangu Baru, hingga saat ini masih banyak dikembangkan  di kawasan lereng Gunung Lawu di Kabupaten Karanganyar dan sekitarnya. “Varietas Tawangmangu baru ini terbilang super, karena hasilnya bisa mencapai lebih dari 12 ton/hektar. Aromanya juga kuat, dengan ukuran umbi yang besar.  Sayangnya umur panennya memang sedikit lebih lama” kata Sukarman.

Meski sudah memiliki nama varietas terdaftar, banyak petani yang belum bisa membedakan antara varietas satu dengan varietas lainnya. Hingga kini pun, banyak petani yang masih menyebut varietas bawang putih dengan istilah-istilah lokal antara lain bawang lengkong, bawang geol dan bawang bagong.

“Para petani di lereng Gunung Sumbing dan Sindoro seperti Magelang, Temanggung, Wonosobo dan sekitarnya masih banyak yang menyebut Bawang Lengkong dan Geol. Para petani di Lombok Timur juga masih menyebut Bawang Bagong. Padahal jenis tersebut identik dengan varietas yang sudah terdaftar,” tukasnya.

Disinggung mengenai bawang putih ‘lanang’ yang banyak diburu konsumen karena dipercaya memiliki khasiat lebih, Sukarman menjelaskan bahwa jenis bawang tersebut adalah bawang bersiung tunggal, berbentuk semi bulat yang terbentuk karena  pembentukan tunas bakal siung tidak berkembang dengan sempurna. “Soal mitos khasiat lebih yang dimilikinya tentu menjadi tantangan para peneliti untuk membedahnya secara empirik,” pungkasnya.

Previous Post

Peningkatan Ekspor Hortikultura Melalui Korporasi

Next Post

Hortikultura Menggebrak Dengan Grand Design

Humas Ditjen Hortikultura

Humas Ditjen Hortikultura

Next Post

Hortikultura Menggebrak Dengan Grand Design

Buku Hortikultura

Buku Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura

Buku Angka TetapHortikulturaTahun 2024

by Hubungan Masyarakat
15/08/2025
0

Pengarah: Dr. Ir. Muhammad Taufik Ratule Penyunting: Dyah Ismayaningrum, SE, SP Widhiyanti Nugraheni, S.Si, M.SE Staff Penyunting: Sulastri, S.Si., M.SE...

Read more

BUKU SAKU BROKOLI & KEMBANG KOL

20/05/2025
Pengunaan Bubur Bordo Untuk Pengendalian OPT Buah

Pengunaan Bubur Bordo Untuk Pengendalian OPT Buah

06/11/2024
Petunjuk Teknis PENGENDALIAN OPT KUBIS

Petunjuk Teknis PENGENDALIAN OPT KUBIS

06/11/2024
MENCEGAH ANCAMAN PENYAKIT SISTEMIK JERUK – Bangkitkan Kejayaan Jeruk Lokal

MENCEGAH ANCAMAN PENYAKIT SISTEMIK JERUK – Bangkitkan Kejayaan Jeruk Lokal

06/11/2024

Berita Utama

HDDAP Dorong Peningkatan Daya Saing Bawang Merah Lahan Kering di Enrekang
BERITA UTAMA

HDDAP Dorong Peningkatan Daya Saing Bawang Merah Lahan Kering di Enrekang

by Hubungan Masyarakat
28/12/2025
0

Enrekang — Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP) Klaster...

Read more
4 Organisme di Bawang Bombai Ilegal Ini Bisa Hancurkan Produksi Pertanian Nasional

4 Organisme di Bawang Bombai Ilegal Ini Bisa Hancurkan Produksi Pertanian Nasional

25/12/2025
Impor Ilegal Bawang Bombai Terbongkar, Mentan Amran: Segera Tindak dan Telusuri, Tak Ada Toleransi

Impor Ilegal Bawang Bombai Terbongkar, Mentan Amran: Segera Tindak dan Telusuri, Tak Ada Toleransi

25/12/2025
Sidak Pasar Jelang Nataru, Mentan Amran: Mayoritas Harga Pangan Stabil dan di Bawah HET

Sidak Pasar Jelang Nataru, Mentan Amran: Mayoritas Harga Pangan Stabil dan di Bawah HET

25/12/2025
Gubernur Aceh Mualem Temui Mentan Amran di Kediamannya

Gubernur Aceh Mualem Temui Mentan Amran di Kediamannya

23/12/2025

AGENDA KEGIATAN HORTIKULTURA

  • – 01:00, 25/11/2025 – Rapat Konsolidasi Pasca FGD Cold Chain
  • – 01:00, 25/11/2025 – Rapat RDP Komisi IV DPR
  • – 01:00, 26/11/2025 – 29/11/2025 – Kunjungan ke China

ALAMAT KAMI :

KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
Jl. Aup No.3, RT.9/RW.10, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12520
Telp: (021) 7806881
[email protected]
hortikultura.pertanian.go.id

TAUTAN SITUS :

- Kementerian Pertanian
- Kementerian Perdagangan
- PPID Pertanian
- Badan Pusat Statistik
- Lapor
- Layanan Pengadaan Secara Elektronik
- Whistleblowing System

SOSIAL MEDIA :

  @hortvditjenhorti
  DitjenHorti
  @horti.kementan
  @ditjenhorti

Hak Cipta © 2024 Direktorat Jenderal Hortikultura - Kementerian Pertanian RI

No Result
View All Result
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Aksebilitas

Mode Aksebilitas

Mode Aman Epilepsi
Meredam warna dan menghilangkan kedipan
Mode ini memungkinkan penderita epilepsi untuk menggunakan situs web dengan aman dengan menghilangkan risiko kejang akibat animasi berkedip atau berkedip dan kombinasi warna yang berisiko.
Mode Tunanetra
Meningkatkan visual situs web
Mode ini menyesuaikan website dengan kenyamanan pengguna penyandang disabilitas penglihatan seperti Penurunan Penglihatan, Penglihatan Terowongan, Katarak, Glaukoma, dan lain-lain.
Mode Disabilitas Kognitif
Membantu untuk fokus pada konten tertentu
Mode ini memberikan opsi bantuan berbeda untuk membantu pengguna dengan gangguan kognitif seperti Disleksia, Autisme, CVA, dan lainnya, agar lebih mudah fokus pada elemen penting situs web.
Mode Ramah ADHD
Mengurangi gangguan dan meningkatkan fokus
Mode ini membantu pengguna dengan ADHD dan gangguan perkembangan saraf untuk membaca, menelusuri, dan fokus pada elemen utama situs web dengan lebih mudah sekaligus mengurangi gangguan secara signifikan.
Mode Kebutaan
Memungkinkan penggunaan situs dengan pembaca layar-baca
Mode ini mengonfigurasi situs web agar kompatibel dengan pembaca layar seperti JAWS, NVDA, VoiceOver, dan TalkBack. Pembaca layar adalah perangkat lunak untuk pengguna tunanetra yang diinstal pada komputer dan ponsel cerdas, dan situs web harus kompatibel dengannya.

Pengalaman Membaca

Skala Konten
Default
Kaca Pembesar Teks
Font Terbaca
Ramah Disleksia
Penyorotan Judul
Penyorotan Tautan
Ukuran Font
Default
Line Height
Default
Spasi Huruf
Default
Rata Kiri
Rata Tengah
Rata Kanan

Pengalaman yang Menyenangkan Secara Visual

Kontras Gelap
Kontras Terang
Satu Warna
Kontras Tinggi
Saturasi Tinggi
Saturasi Rendah
Atur Warna Teks
Atur Warna Judul
Atur Warna Latar

Orientasi Mudah

Suara Hening
Sembunyikan Gambar
Papan Ketik Maya
Panduan Membaca
Stop Animasi
Penanda Bacaan
Penyorotan Kursor
Penyorotan Fokus
Kursor Besar Gelap
Kursor Besar Terang
Kunci Navigasi