DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT PELINDUNGAN HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT HILIRISASI HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT PELINDUNGAN HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT HILIRISASI HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
No Result
View All Result
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
No Result
View All Result

Tangkal Hama Bawang Putih, Kementan Minta Petani Gunakan Likat Kuning

27/10/2023
in ARTIKEL UMUM
0
Tangkal Hama Bawang Putih, Kementan Minta Petani Gunakan Likat Kuning

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian gencar mendorong perluasan tanam bawang putih untuk mengejar target swasembada tahun 2021. Untuk menekan kerugian akibat serangan hama, Kementerian Pertanian menganjurkan petani menggunakan perangkap likat kuning.

“Perangkap likat kuning terbukti efektif mengurangi penggunaan pestisida karena mampu menangkap hama lebih cepat, murah dan pastinya lebih ramah lingkungan”, ujar Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Prihasto Setyanto, saat mengunjungi kawasan bawang putih hasil kerjasama Kelompoktani Regek dengan importir bawang putih di Desa Sutopati Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang, (8/9).

Prihasto menjelaskan, perangkap likat kuning adalah perangkap untuk menangkap serangga yang terbuat dari plastik berwarna kuning yang dilapisi lem.
“Cara membuatnya gampang dan murah, cukup siapkan plastik berwarna kuning ukuran 15 x 21,5 cm yang dilapisi oleh plastik bening dan diolesi dengan lem tikus. Pasang dengan tiang ajir bambu. Satu hektar idealnya dipasang 40 perangkap”, tutur Prihasto.

Menurut Prihasto, Kementerian Pertanian mendorong seluruh pengembangan bawang putih, baik melalui APBN, swadaya maupun kerjasama kemitraan dengan importir, dapat mengaplikasikan teknologi sederhana dan tepatguna tersebut. “Kita tidak mau program menuju swasembada bawang putih gagal akibat pengendalian hama dan penyakit yang asal-asalan atau tidak ramah lingkungan”, tukasnya.

Dihubungi terpisah, Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf, membenarkan penggunaan likat kuning bisa membantu mengurangi hama dan penggunaan pestisida. “Setiap spesies serangga hama memiliki ketertarikan yang berbeda terhadap warna perangkap likat. Perangkap likat kuning efektif untuk menurunkan populasi lalat pengorok daun Liriomyza, lalat buah, kutu kebul, kutu daun dan thrips”, tutur Yanti, panggilan akrab Sri Wijayanti Yusuf. “Perangkap likat yang terpasang pada area pertanaman bisa dijadikan sarana monitor populasi serangga hama”, imbuhnya.

Kabul, Ketua Kelompoktani Bawang Putih ‘Regek’ mengaku menggunakan likat kuning sangat membantunya menekan serangan hama. “Pengalaman kami, penggunaan likat kuning bisa mengurangi penggunaan pestisida 10 hingga 20 persen”, ungkap Kabul.

“Dengan likat kuning, kami bisa tau seberapa tingkat serangan hama khususnya kutu dan serangga. Dari situ kami bisa mengukur penggunaan pestisida yang wajar. Jadi tidak over dosis dan merusak lingkungan. Saya janji akan sosialisasikan ke seluruh anggota”, pungkas Kabul.

Previous Post

Hemat 77 Persen, Rahasia Teknologi Benih TSS Bawang Merah

Next Post

Kementan Gandeng Satgas Pangan Dampingi Importir Bawang Putih

Humas Ditjen Hortikultura

Humas Ditjen Hortikultura

Next Post
Kementan Gandeng Satgas Pangan Dampingi Importir Bawang Putih

Kementan Gandeng Satgas Pangan Dampingi Importir Bawang Putih

AGENDA KEGIATAN HORTIKULTURA

  • – 01:00, 24/09/2026 – LTT Kalsel Direktur Hilirisasi Hasil Hortikulutra
  • – 01:00, 28/09/2026 – RDP DPR
  • – 01:00, 30/09/2026 – LTT Soppeng dan Enrekang Direktur STO

ALAMAT KAMI :

KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
Jl. Aup No.3, RT.9/RW.10, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12520
Telp: (021) 7806881| Whatsapp: +6285211403567
[email protected]
hortikultura.pertanian.go.id

TAUTAN SITUS :

- Kementerian Pertanian
- Kementerian Perdagangan
- PPID Pertanian
- Badan Pusat Statistik
- Lapor
- Layanan Pengadaan Secara Elektronik
- Whistleblowing System

SOSIAL MEDIA :

TikTok TikTok

Hak Cipta © 2024 Direktorat Jenderal Hortikultura - Kementerian Pertanian RI

No Result
View All Result
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT PELINDUNGAN HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT HILIRISASI HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Aksebilitas

Pengalaman Membaca

Skala Konten
Default
Kaca Pembesar Teks
Font Terbaca
Ramah Disleksia
Penyorotan Judul
Penyorotan Tautan
Ukuran Font
Default
Line Height
Default
Spasi Huruf
Default
Rata Kiri
Rata Tengah
Rata Kanan

Pengalaman yang Menyenangkan Secara Visual

Kontras Gelap
Kontras Terang
Satu Warna
Kontras Tinggi
Saturasi Tinggi
Saturasi Rendah
Atur Warna Teks
Atur Warna Judul
Atur Warna Latar

Orientasi Mudah

Suara Hening
Sembunyikan Gambar
Papan Ketik Maya
Panduan Membaca
Stop Animasi
Penanda Bacaan
Penyorotan Kursor
Penyorotan Fokus
Kursor Besar Gelap
Kursor Besar Terang
Kunci Navigasi