DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
No Result
View All Result
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
No Result
View All Result
Home BERITA UTAMA

KABUPATEN BATANG SIAP JADI SENTRA BAWANG PUTIH NASIONAL

27/10/2023
in BERITA UTAMA
0
KABUPATEN BATANG SIAP JADI SENTRA BAWANG PUTIH NASIONAL

*Rilis Kementan, 23 Agustus 2020*
Nomor : 1120/R-KEMENTAN/08/2020

Jawa Tengah – Selepas sukses melakukan dua kali ekspor bawang putih ke Taiwan, kali ini Kabupaten Batang melakukan panen bawang putih tepatnya di Desa Pranten, Kecamatan Bawang dengan produktivitas yang cukup mencengangkan, 17 ton per hektare. Angka ini jelas membanggakan karena sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo guna meningkatkan potensi produksi komoditas pertanian yang bermutu, berkualitas dan ramah lingkungan.

Program tanam bawang putih di Kabupaten Batang ini sebenarnya telah berjalan kurang lebih dua tahun. Berawal di tahun 2018 seluas 50 hektare, disusul 2019 seluas 275 hektare. Kini pada 2020 mendapatkan kembali alokasi tanam 115 hektare.

“Kami yakin dengan budidaya yang baik akan memberikan hasıl yang bermanfaat. Kabupaten Batang selalu melakukan ekspansi lahan baru. Luasan yang ada sekarang ini 115 hektare dan akan terus kami perluas,” ujar Wakil Bupati Batang, Suyono saat melakukan panen perdana APBN 2020, Sabtu (22/8).

Suyono meyakini bawang putih di wilayahnya akan terus berkembang, terlebih penyuluh pertanian berperan aktif untuk mengedukasi para petani hingga produktivitasnya tinggi, di atas produktivitas nasional, yakni 6 hektare. Dulunya daerah ini terkenal dengan kentang, namun saat harga kentang jatuh dan ada penawaran tanam bawang putih dan harganya bagus, petani mulai tertarik menanam.

“Ini sudah menghasilkan dan memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pun dalam hal serapan anggaran, Kabupaten Batang termasuk tinggi. Artinya mampu mengalokasikan anggaran dengan maksimal,” jelas Direktur Perbenihan Hortikultura, Sukarman.

Sukarman menegaskan, luasan total lahan bawang putih nasional yang berkisar 10 ribu hektare sudah mampu menghasilkan 88 ribu ton. Angka ini terbilang bagus dari total kebutuhan konsumsi 560 ribu ton. Untuk menghasilkan bawang putih berukuran besar dan mampu bersaing dengan bawang putih impor, lanjut Sukarman, petani perlu melakukan seleksi benih berkualitas berikut perlakuan budidaya yang baik.

“Lokasi panen yang tepat berada di kaki Lereng Gunung Dieng ini pemandangannya sangat indah. Selain bisa menghasilkan bawang putih berkualitas, juga bisa menjadi wilayah agrowisata. Insya Allah dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di sini,” ujar Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Tommy Nugraha.

Tommy menyebutkan, petani bawang putih di Batang mendapat kekhususan tersendiri dalam hal harga. Bawang Putih di tingkat petani Rp 10 ribu per kg dan dipatok dengan harga yang sama di tengkulak. Artinya ada kepastian harga, selain pemberian bantuan benih dari pemerintah.

“Animo petani tinggi untuk terus menanam bawang putih, khususnya sejak dua tahun melakukan penanaman. Saat ini dengan varietas Lumbu Hijau. Prospek jualnya bagus. Meskipun di saat pandemi harganya sedang menurun, kami bertekad untuk terus melakukan penanaman bawang putih guna mendukung swasembada bawang putih,” ujar anggota Kelompok Tani Sanding Kladu, Ali.

_Panen Perdana Jeruk_

Selain panen bawang putih, Kabupaten Batang juga melakukan panen perdana jeruk tepatnya di kebun milik UPTD Balai Benih Pertanian. Jeruk yang dipanen adalah varietas Siam Pontianak.

“Ini buah panen perdana. Usianya 2 tahun 3 bulan. Jika perdana memang masih terasa asam, namun pada panen berikutnya kurang lebih 2 minggu, usia akan semakin manis. Untuk hasil maksimal adalah tahun depan,” ujar Kepala Balai Benih Pertanian Kabupaten Batang, Chasum Umi Kalsum.

Umi, panggilan akrabnya, menyebutkan terdapat 44 ribu batang benih yang siap diedarkan dengan luasan kawasan 40 hektare. Meskipun tanaman ini tergolong manja dalam hal budidaya, hasilnya mampu memanjakan para petani karena produktivitasnya tinggi.

“Kami sarankan juga para petani untuk menggunakan pupuk organik yang diproduksi sendiri semisal pupuk kandang. Kami pun bekerja sama dengan Balitjestro Batu – Malang akan membantu memfasilitasi para petani yang berminat menanam jeruk,” papar Umi.

Direktur Perbenihan Hortikultura, Sukarman menjelaskan, untuk luasan tanaman jeruk Indonesia saat ini mencapai 57 ribu hektare dengan produksi 2,5 juta ton. Jumlah tersebut masih perlu ditingkatkan lagi.

“Dari luasan yang ada masih kurang sekitar 4 ribu hektare lagi guna memenuhi kebutuhan dalam negeri. Dengan demikian perlu terus dilakukan perluasan tanaman. Salah satu daerah yang berpotensi adalah Kabupaten Batang ini. Lokasi ini dinilai cocok untuk pengembangan jeruk,” ujar Sukarman.

Dirinya menyebutkan, jenis tanaman yang cocok dikembangkan di Batang antara lain varietas Siam Pontianak, Keprok RGL dan Keprok Trigas.

“Panen perdana jeruk di sini diharapkan bisa menjadi contoh agar para petani bisa ikut mengembangkan jeruk. Petani tidak perlu khawatir karena semua kebutuhan mulai dari benih, pendampingan hingga pemasaran akan dibantu oleh pemerintah,” ujar Wakil Bupati Batang, Suyono.

Previous Post

Pasar Tani Kementan Peduli: Dari Petani Langsung untuk Masyarakat

Next Post

DITJEN HORTIKULTURA GELAR RAPID TEST GUNA CEGAH PENYEBARAN COVID-19

Humas Ditjen Hortikultura

Humas Ditjen Hortikultura

Next Post
DITJEN HORTIKULTURA GELAR RAPID TEST GUNA CEGAH PENYEBARAN COVID-19

DITJEN HORTIKULTURA GELAR RAPID TEST GUNA CEGAH PENYEBARAN COVID-19

Buku Hortikultura

Buku Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura

Buku Angka TetapHortikulturaTahun 2024

by Hubungan Masyarakat
15/08/2025
0

Pengarah: Dr. Ir. Muhammad Taufik Ratule Penyunting: Dyah Ismayaningrum, SE, SP Widhiyanti Nugraheni, S.Si, M.SE Staff Penyunting: Sulastri, S.Si., M.SE...

Read more

BUKU SAKU BROKOLI & KEMBANG KOL

20/05/2025
Pengunaan Bubur Bordo Untuk Pengendalian OPT Buah

Pengunaan Bubur Bordo Untuk Pengendalian OPT Buah

06/11/2024
Petunjuk Teknis PENGENDALIAN OPT KUBIS

Petunjuk Teknis PENGENDALIAN OPT KUBIS

06/11/2024
MENCEGAH ANCAMAN PENYAKIT SISTEMIK JERUK – Bangkitkan Kejayaan Jeruk Lokal

MENCEGAH ANCAMAN PENYAKIT SISTEMIK JERUK – Bangkitkan Kejayaan Jeruk Lokal

06/11/2024

Berita Utama

Kementan Siapkan Rp1,49 T dan Ajukan Tambahan Rp5,1 T untuk Pulihkan Pertanian Sumatera Pasca Bencana
BERITA UTAMA

Kementan Siapkan Rp1,49 T dan Ajukan Tambahan Rp5,1 T untuk Pulihkan Pertanian Sumatera Pasca Bencana

by Hubungan Masyarakat
15/01/2026
0

Rilis Kementan, 14 Januari 2026Nomor: B-29/HM.160/7/01/2026 Jakarta, -- Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat memulihkan sektor pertanian pasca bencana hidrometeorologi yang...

Read more
Mentan Amran: Produksi naik, Target Serap Gabah 2026 Capai 4 Juta Ton

Mentan Amran: Produksi naik, Target Serap Gabah 2026 Capai 4 Juta Ton

12/01/2026
Mentan Amran Sidak 133,5 ton Bawang Bombay Selundupan Berpenyakit : “Tidak Ada Ampun, Usut Sampai Akar”

Mentan Amran Sidak 133,5 ton Bawang Bombay Selundupan Berpenyakit : “Tidak Ada Ampun, Usut Sampai Akar”

12/01/2026
Kiprah Mentan Amran: Akademisi dan Inovator yang Menggerakkan Pertanian Indonesia

Kiprah Mentan Amran: Akademisi dan Inovator yang Menggerakkan Pertanian Indonesia

12/01/2026
Presiden Prabowo Umumkan Swasembada Pangan, Indonesia Ulang Sejarah Kejayaan

Presiden Prabowo Umumkan Swasembada Pangan, Indonesia Ulang Sejarah Kejayaan

07/01/2026

AGENDA KEGIATAN HORTIKULTURA

  • – 01:00, 25/11/2025 – Rapat Konsolidasi Pasca FGD Cold Chain
  • – 01:00, 25/11/2025 – Rapat RDP Komisi IV DPR
  • – 01:00, 26/11/2025 – 29/11/2025 – Kunjungan ke China

ALAMAT KAMI :

KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
Jl. Aup No.3, RT.9/RW.10, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12520
Telp: (021) 7806881
[email protected]
hortikultura.pertanian.go.id

TAUTAN SITUS :

- Kementerian Pertanian
- Kementerian Perdagangan
- PPID Pertanian
- Badan Pusat Statistik
- Lapor
- Layanan Pengadaan Secara Elektronik
- Whistleblowing System

SOSIAL MEDIA :

  @hortvditjenhorti
  DitjenHorti
  @horti.kementan
  @ditjenhorti

Hak Cipta © 2024 Direktorat Jenderal Hortikultura - Kementerian Pertanian RI

No Result
View All Result
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Aksebilitas

Mode Aksebilitas

Mode Aman Epilepsi
Meredam warna dan menghilangkan kedipan
Mode ini memungkinkan penderita epilepsi untuk menggunakan situs web dengan aman dengan menghilangkan risiko kejang akibat animasi berkedip atau berkedip dan kombinasi warna yang berisiko.
Mode Tunanetra
Meningkatkan visual situs web
Mode ini menyesuaikan website dengan kenyamanan pengguna penyandang disabilitas penglihatan seperti Penurunan Penglihatan, Penglihatan Terowongan, Katarak, Glaukoma, dan lain-lain.
Mode Disabilitas Kognitif
Membantu untuk fokus pada konten tertentu
Mode ini memberikan opsi bantuan berbeda untuk membantu pengguna dengan gangguan kognitif seperti Disleksia, Autisme, CVA, dan lainnya, agar lebih mudah fokus pada elemen penting situs web.
Mode Ramah ADHD
Mengurangi gangguan dan meningkatkan fokus
Mode ini membantu pengguna dengan ADHD dan gangguan perkembangan saraf untuk membaca, menelusuri, dan fokus pada elemen utama situs web dengan lebih mudah sekaligus mengurangi gangguan secara signifikan.
Mode Kebutaan
Memungkinkan penggunaan situs dengan pembaca layar-baca
Mode ini mengonfigurasi situs web agar kompatibel dengan pembaca layar seperti JAWS, NVDA, VoiceOver, dan TalkBack. Pembaca layar adalah perangkat lunak untuk pengguna tunanetra yang diinstal pada komputer dan ponsel cerdas, dan situs web harus kompatibel dengannya.

Pengalaman Membaca

Skala Konten
Default
Kaca Pembesar Teks
Font Terbaca
Ramah Disleksia
Penyorotan Judul
Penyorotan Tautan
Ukuran Font
Default
Line Height
Default
Spasi Huruf
Default
Rata Kiri
Rata Tengah
Rata Kanan

Pengalaman yang Menyenangkan Secara Visual

Kontras Gelap
Kontras Terang
Satu Warna
Kontras Tinggi
Saturasi Tinggi
Saturasi Rendah
Atur Warna Teks
Atur Warna Judul
Atur Warna Latar

Orientasi Mudah

Suara Hening
Sembunyikan Gambar
Papan Ketik Maya
Panduan Membaca
Stop Animasi
Penanda Bacaan
Penyorotan Kursor
Penyorotan Fokus
Kursor Besar Gelap
Kursor Besar Terang
Kunci Navigasi