DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
No Result
View All Result
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
No Result
View All Result
Home BERITA UTAMA

JAGA STABILITAS PASOKAN, DITJEN HORTIKULTURA SIAPKAN PERANGKAT POLA TANAM BERBASIS KEBUTUHAN RIIL

27/10/2023
in BERITA UTAMA
0
JAGA STABILITAS PASOKAN, DITJEN HORTIKULTURA SIAPKAN PERANGKAT POLA TANAM BERBASIS KEBUTUHAN RIIL

IMG-20190804-WA0059

Kediri (3/8) – Cabai menjadi salah satu komoditas hortikultura yang sering kali mengalami fluktuasi harga. Pada satu titik tertentu mengalami kenaikan namun tak jarang mengalami penurunan harga yang acapkali membuat resah petani dan masyarakat.

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto, saat berkunjung di Desa Tambak Rejo, Kecamatan Gurah menjelaskan bahwa pemerintah melakukan segenap kebijakan yang berpihak kepada petani maupun masyarakat. Pemerintah mengalokasikan dana APBN dan APBD kepada para petani untuk menjaga stabilisasi pasokan.

Salah satu kondisi penyebab tidak stabilnya harga cabai dikarenakan pola tanam yang tidak bijaksana. Pada waktu harga jual cabai tinggi, semua petani menanam. Akhirnya saat panen bersamaan harganya jatuh. Di saat harga jatuh, petani cenderung malas merawat tanaman dan akhirnya tanaman tidak berproduksi dengan baik. Produksinya rendah dan harga mengalami kenaikan. Kondisi ini diperparah karena memasuki musim kemarau yang terjadi baru-baru ini.

“Banyuwangi, Tuban, Temanggung, Kediri, Blitar, Magelang, Karanganyar merupakan daerah sentra cabai yang kurang air. Meski sempat mengalami kendala selama masa tanam, kini sudah kembali aktif bertanam dan diperkirakan pertengahan Agustus harga cabai akan kembali normal,” papar pria yang akrab dipanggil Anton ini.

IMG-20190804-WA0056

Ke depan, imbuh Anton, akan dipantau pola tanam berbasis kebutuhan. Tiap daerah dipetakan berapa jumlah konsumsi yang diperlukan melalui aplikasi online. Pola ini diyakini mampu menjaga kuantitas produksi sesuai dengan besaran kebutuhan.

Peta produksi berbasis kebutuhan riil ini akan digunakan sebagai bahan sosialisasi ke daerah-daerah untuk memberitahukan berapa besaran pertanaman yang dibutuhkan. Dengan pemetaan tersebut, gejolak harga akibat minimnya produksi akan bisa dihindari.

“Peta produksi cabai ini bisa juga bisa digunakan untuk mengenal kondisi. Misalnya, kabupaten A kekurangan hasil produksi, sedangkan kabupaten B kelebihan produksi, maka kedua kabupaten dapat saling mengisi. Dengan adanya peta ini, diharapkan cabai jadi selalu tersedia di pasar,” terang Anton.

Selanjutnya, kata Anton, informasi ketersediaan juga perlu dilakukan guna memperlancar pasokan cabai ke pasar. Langkah ini penting sebagai upaya untuk menstabilkan harga cabai agar tidak naik.

“Maka dari itu untuk memperlancar pasokan kita perlu memantau daerah – daerah yang memang masih butuh tambahan pasokan. Kita akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, gapoktan, kelompok tani, champion dan petani untuk memperlancar distribusi cabai ke daerah – daerah yang mengalami defisit cabai,” paparnya.

Berdasarkan data Ditjen Hortikultura, peningkatan harga cabai hanya terjadi di Pulau Jawa. Untuk Sumatera, Kalimantan, Sulawesi terpantau stabil di harga Rp 30 – 35 ribu per kg.
_Kondisi Pasokan Cabai di Pasar Pare Kediri_

Selama ini Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) didominasi oleh pasokan cabai dari Jawa Barat dan Jawa Tengah. Jawa Timur memiliki sentra utama seperti Banyuwangi, Kediri dan Malang yang harus berbagi produksi dengan pasar di Pare Kediri, Surabaya dan Bali.

“Pasar Pare Kediri saat mengalami kekurangan, memasok dari Sulawesi melalui pelabuhan Tanjung Perak. Hal ini dikarenakan di Sulawesi, tepatnya di daerah – daerah surplus cabai bisa mengirim barangnya ke jawa melalui surabaya. Sebentar lagi akan masuk dari Kediri dan Nganjuk,” ujar pengelola cabai besar Pasar Pare Kediri, Wawan.

Berdasarkan pantauan di Pasar Induk Pare, harga cabai hijau besar Rp 22 ribu, harga cabai merah besar Rp 40 ribu. Untuk cabai rawit hijau Rp 26 ribu, cabai rawit merah Rp 68 ribu per kg.

Hal menarik ditemukan di pasar ini adalah adanya pedagang yang menjual cabai kering. Harganya cukup ekonomis, yakni Rp 17 ribu per kg.

“Ini menarik, ke depan juga akan dikembangkan teknologi pasca panen cabai sebagai solusi di saat harga turun. Tentunya cabai bermutu yang dipilih sehingga kualitasnya tetap terjaga,” ujar Anton.

Ditemu di lokasi pasar, Satgas Pangan Kediri, Mulyono, mengaku pihaknya tidak menemukan permainan harga di Pasar Pare, artinya mekanisme harga terbentuk secara alami dan bukan permainan.
_Kenaikan Harga Cabai Tidak Melulu Dinikmati Petani Kediri_

Ketua Paguyuban Petani Cabai Indonesia Kabupaten Kediri, Suyono mengaku kenaikan harga cabai serta merta tidak dinikmati petani. Di sisi lain keuntungan pada pihak ketiga yang menikmati harga naik.

“Petani yang menikmati keuntungan tidak sampai 50 persen karena banyak yang sudah habis tanamannya dan sekarang masih proses pembungaan. Kediri sendiri dahulu penuh dengan hamparan cabai. Belakangan diberlakukan pola tumpang gilir di mana dalam satu hamparan terdapat tiga komoditas yang ditanam bergantian,” papar Suyono.

Tumpang gilir ini telah lama dilakukan petani Kediri. Dalam satu lahan, petani melakukan pertanaman jagung yang disusul cabai dan terakhir kacang tanah. Selain efisiensi lahan, petani mendapat keuntungan panen dari tiga komoditas sekaligus.

 

Penulis : Desy

Previous Post

Perdana Di Sumbar, Jambore Organik Kampanyekan Pangan Sehat Untuk Tubuh Sehat

Next Post

Dirjen Hortikultura : Benih Bermutu Tonggak Penentu Hasil Produksi Cabai

Humas Ditjen Hortikultura

Humas Ditjen Hortikultura

Next Post
Dirjen Hortikultura : Benih Bermutu Tonggak Penentu Hasil Produksi Cabai

Dirjen Hortikultura : Benih Bermutu Tonggak Penentu Hasil Produksi Cabai

Buku Hortikultura

Buku Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura

Buku Angka TetapHortikulturaTahun 2024

by Hubungan Masyarakat
15/08/2025
0

Pengarah: Dr. Ir. Muhammad Taufik Ratule Penyunting: Dyah Ismayaningrum, SE, SP Widhiyanti Nugraheni, S.Si, M.SE Staff Penyunting: Sulastri, S.Si., M.SE...

Read more

BUKU SAKU BROKOLI & KEMBANG KOL

20/05/2025
Pengunaan Bubur Bordo Untuk Pengendalian OPT Buah

Pengunaan Bubur Bordo Untuk Pengendalian OPT Buah

06/11/2024
Petunjuk Teknis PENGENDALIAN OPT KUBIS

Petunjuk Teknis PENGENDALIAN OPT KUBIS

06/11/2024
MENCEGAH ANCAMAN PENYAKIT SISTEMIK JERUK – Bangkitkan Kejayaan Jeruk Lokal

MENCEGAH ANCAMAN PENYAKIT SISTEMIK JERUK – Bangkitkan Kejayaan Jeruk Lokal

06/11/2024

Berita Utama

Mentan Andi Amran Sulaiman Bantu Rp1 Miliar untuk Anak Yatim Piatu Melalui Kegiatan IKA Unhas Peduli
BERITA UTAMA

Mentan Andi Amran Sulaiman Bantu Rp1 Miliar untuk Anak Yatim Piatu Melalui Kegiatan IKA Unhas Peduli

by Hubungan Masyarakat
05/01/2026
0

Rilis Kementan, 2 Januari 2026Nomor: B-4/HM.160/7/01/2026 Makassar- Menteri Pertanian Dr Ir H Andi Amran Sulaiman MP yang juga Ketua Umum...

Read more
Tahun Baru, Langsung Tebus Pupuk Bersubsidi! 147 Transaksi Pecah Hanya dalam 16 Menit

Tahun Baru, Langsung Tebus Pupuk Bersubsidi! 147 Transaksi Pecah Hanya dalam 16 Menit

05/01/2026
Menjelang 2026, Pasokan Pangan Terjaga dan Harga Relatif Stabil

Menjelang 2026, Pasokan Pangan Terjaga dan Harga Relatif Stabil

05/01/2026
Puji Langkah Tegas Mentan Dalam Kebijakan HPP, KAMMI : Ini Bentuk Keberpihakan Pada Petani

Puji Langkah Tegas Mentan Dalam Kebijakan HPP, KAMMI : Ini Bentuk Keberpihakan Pada Petani

05/01/2026
Mentan Amran Pastikan Stok dan Harga Pangan Aman Saat Natal dan Tahun Baru

Mentan Amran Pastikan Stok dan Harga Pangan Aman Saat Natal dan Tahun Baru

05/01/2026

AGENDA KEGIATAN HORTIKULTURA

  • – 01:00, 25/11/2025 – Rapat Konsolidasi Pasca FGD Cold Chain
  • – 01:00, 25/11/2025 – Rapat RDP Komisi IV DPR
  • – 01:00, 26/11/2025 – 29/11/2025 – Kunjungan ke China

ALAMAT KAMI :

KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
Jl. Aup No.3, RT.9/RW.10, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12520
Telp: (021) 7806881
[email protected]
hortikultura.pertanian.go.id

TAUTAN SITUS :

- Kementerian Pertanian
- Kementerian Perdagangan
- PPID Pertanian
- Badan Pusat Statistik
- Lapor
- Layanan Pengadaan Secara Elektronik
- Whistleblowing System

SOSIAL MEDIA :

  @hortvditjenhorti
  DitjenHorti
  @horti.kementan
  @ditjenhorti

Hak Cipta © 2024 Direktorat Jenderal Hortikultura - Kementerian Pertanian RI

No Result
View All Result
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Aksebilitas

Mode Aksebilitas

Mode Aman Epilepsi
Meredam warna dan menghilangkan kedipan
Mode ini memungkinkan penderita epilepsi untuk menggunakan situs web dengan aman dengan menghilangkan risiko kejang akibat animasi berkedip atau berkedip dan kombinasi warna yang berisiko.
Mode Tunanetra
Meningkatkan visual situs web
Mode ini menyesuaikan website dengan kenyamanan pengguna penyandang disabilitas penglihatan seperti Penurunan Penglihatan, Penglihatan Terowongan, Katarak, Glaukoma, dan lain-lain.
Mode Disabilitas Kognitif
Membantu untuk fokus pada konten tertentu
Mode ini memberikan opsi bantuan berbeda untuk membantu pengguna dengan gangguan kognitif seperti Disleksia, Autisme, CVA, dan lainnya, agar lebih mudah fokus pada elemen penting situs web.
Mode Ramah ADHD
Mengurangi gangguan dan meningkatkan fokus
Mode ini membantu pengguna dengan ADHD dan gangguan perkembangan saraf untuk membaca, menelusuri, dan fokus pada elemen utama situs web dengan lebih mudah sekaligus mengurangi gangguan secara signifikan.
Mode Kebutaan
Memungkinkan penggunaan situs dengan pembaca layar-baca
Mode ini mengonfigurasi situs web agar kompatibel dengan pembaca layar seperti JAWS, NVDA, VoiceOver, dan TalkBack. Pembaca layar adalah perangkat lunak untuk pengguna tunanetra yang diinstal pada komputer dan ponsel cerdas, dan situs web harus kompatibel dengannya.

Pengalaman Membaca

Skala Konten
Default
Kaca Pembesar Teks
Font Terbaca
Ramah Disleksia
Penyorotan Judul
Penyorotan Tautan
Ukuran Font
Default
Line Height
Default
Spasi Huruf
Default
Rata Kiri
Rata Tengah
Rata Kanan

Pengalaman yang Menyenangkan Secara Visual

Kontras Gelap
Kontras Terang
Satu Warna
Kontras Tinggi
Saturasi Tinggi
Saturasi Rendah
Atur Warna Teks
Atur Warna Judul
Atur Warna Latar

Orientasi Mudah

Suara Hening
Sembunyikan Gambar
Papan Ketik Maya
Panduan Membaca
Stop Animasi
Penanda Bacaan
Penyorotan Kursor
Penyorotan Fokus
Kursor Besar Gelap
Kursor Besar Terang
Kunci Navigasi