DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
No Result
View All Result
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
No Result
View All Result
Home BERITA UTAMA

Tanaman Durian Bisa Turunkan Efek Gas Rumah Kaca

27/10/2023
in BERITA UTAMA
0
Tanaman Durian Bisa Turunkan Efek Gas Rumah Kaca

*Rilis Kementan, 24 Juli 2020*
Nomor : 978/R-KEMENTAN/07/2020

Pandeglang – Perubahan iklim merupakan isu global yang memberikan dampak secara regional maupun lokal. Hasil kajian dari IPCC (The Intergovernmental Panel on Climate Change) menyatakan bahwa perubahan iklim dipicu oleh adanya peningkatan gas rumah kaca di atmosfer.

Dampaknya terjadi peningkatan jumlah panas yang diterima oleh permukaan bumi.

Secara alami melalui proses metabolismenya yaitu fotosintesis, tumbuhan diberi kemampuan untuk mengkonsumsi karbondioksida di atmosfer dan mengubahnya menjadi bentuk energi (gugus gula) yang bermanfaat bagi kehidupan.

Sebagian besar energi ini disimpan oleh tumbuhan dalam bentuk biomassa dan sekitar 50% dari biomassa merupakan karbon. Dengan persentase sebesar ini biomassa pada tumbuhan adalah salah satu jenis karbon terestrial.

Dalam berbagai kesempatan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa peran sektor pertanian terefleksikan dalam Nationally Determined Contribution (NDC), dimana target penurunan emisi nasional (sektor energi, kehutanan, pertanian, industri dan limbah) sebesar 29 persen pada tahun 2030.

Tanaman buah tahunan seperti durian memiliki peran penting dalam penyerapan karbon di udara. Dalam memastikan kemampuan durian menyerap karbon, maka dilakukan sinergi dan kolaborasi antara Direktorat Jenderal Hortikultura dengan Institut Pertanian Bogor untuk melakukan pengukuran stok karbon di lapangan.

Lokasi yang dipilih adalah sentra kawasan durian di Desa Carita, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang. Kawasan ini merupakan salah satu sentra durian dengan luas lahan lebih dari 100 ha.

“Petani di Kecamatan Carita sudah menanam durian sejak lama. Bahkan durian di sini ada yang berumur 100 tahun!”, pungkas Udi, petani durian sekaligus ketua kelompok tani Cori Bendung.

I Putu Santikayasa, dosen IPB yang turut serta dalam pengukuran stok karbon mengatakan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/7), bahwa metode pengukuran yang dilakukan kali ini adalah non destruktif (tanpa melukai tanaman). Pengukuran stok karbon perlu dilakukan untuk mengetahui potensi penyerapan karbon di suatu wilayah.

“Untuk tanaman durian ini merupakan komoditas unggulan dalam upaya mitigasi DPI untuk mengurangi emisi karbon. Sehingga kita perlu mengetahui perhitungan stok karbon pada suatu komoditas”, jelasnya.

I Putu Santikayasa menambahkan bahwa terdapat empat komponen pengukuran stok karbon.

Pertama, tanaman itu sendiri yaitu lingkar batang dan tinggi tanaman. Kedua, seresah di bawah tajuk tanaman. Ketiga, tanaman bawah yang masih hidup. Terakhir, komponen tanah pada lapisan atas dan tanah pada lapisan bawah itu sendiri. Dari empat komponen ini dihitung jumlahnya untuk mengetahui total karbon yang disimpan oleh tanaman durian.

“Pengambilan sampel dilakukan pada 3 kelompok umur tanaman, yaitu kurang dari 10 tahun, 10 – 20 tahun dan lebih dari 20 Tahun,” jelas Putu.

Hasil analisis di Laboratorium IPB menunjukkan bahwa tanaman durian mampu menyimpan karbon sebesar 43,22 ton/ha untuk tanaman durian yang memiliki umur lebih dari 20 tahun. Dan untuk tanaman durian dengan umur 10 – 20 tahun dan kurang dari 20 tahun memiliki cadangan karbon total sebesar 18,45 ton/ha dan 3,27 ton/ha.

Jika dihitung nilai cadangan karbon per pohonnya, durian yang berumur kurang dari 10 tahun memiliki cadangan karbon sebesar 0,16 ton/pohon, kelompok umur 10-20 tahun memiliki cadangan karbon sebesar 0,92 ton/pohon, dan kelompok umur lebih dari 20 tahun memiliki cadangan karbon sebesar 2,16 ton/pohon.

Dihubungi terpisah, Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto mengatakan mitigasi DPI dapat dilakukan dengan pengembangan kawasan durian.

“Untuk tanaman durian, kita memiliki tujuh juta lebih pohon yang ada di Indonesia. Jika kita asumsikan setiap pohon dapat menyerap 1,42 ton/tahun, maka stok karbon total pada tanaman durian bisa mencapai 9-10 juta ton/tahun!”, pungkas Anton – sapaan akrabnya.

Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf mengatakan manfaat dalam penghitungan stok karbon selain sebagai mitigasi perubahan iklim, juga untuk mendapatkan komponen data stok karbon.

“Kita berharap dalam rencana kedepan, banyak pengamatan di lokasi yang berbeda dan juga varietas yang berbeda pada komoditas yang sama. Varietas durian bermacam -macam, seperti varietas Matahari, Kromo, Ripto, Otong, Montong, Serumbut dan lainnya. Sehingga ke depan data akan lebih banyak dan variatif,” beber dia.

Sri menambahkan kalau data ini menjadi dasar dalam menganalisis dan mengambil kebijakan dalam pengembangan kawasan hortikultura untuk mitigasi Dampak Perubahan Iklim.

Menurut Kasubdit Dampak Perubahan Iklim dan Bencana Alam, Agung Sunusi menjelaskan bahwa pemilihan lokasi pengambilan stok karbon untuk komoditas durian didasarkan pada lokasi sentra yang selama ini menjadi penyangga buah durian nasional.

“Desa Carita, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang sudah dikenal sejak lama sebagai sentra utama,” kata dia.

Dalam pengambilan sampel di lapangan, antusias petugas PPL Carita sangat merespon baik kegiatan ini.

“Ke depan tentunya diharapkan bisa direplikasi ke lokasi sentra komoditas buah durian lainnya,” pungkasnya.

Previous Post

Uji Coba Kembangkan Varietas Lokal, Lembah Napu Siap Jadi Sentra Bawang Putih Nasional

Next Post

Budidaya Jamur Punya Potensi Ekspor Tinggi, Permintaan Terus Meningkat

Humas Ditjen Hortikultura

Humas Ditjen Hortikultura

Next Post
Budidaya Jamur Punya Potensi Ekspor Tinggi, Permintaan Terus Meningkat

Budidaya Jamur Punya Potensi Ekspor Tinggi, Permintaan Terus Meningkat

Buku Hortikultura

Buku Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura

Buku Angka TetapHortikulturaTahun 2024

by Hubungan Masyarakat
15/08/2025
0

Pengarah: Dr. Ir. Muhammad Taufik Ratule Penyunting: Dyah Ismayaningrum, SE, SP Widhiyanti Nugraheni, S.Si, M.SE Staff Penyunting: Sulastri, S.Si., M.SE...

Read more

BUKU SAKU BROKOLI & KEMBANG KOL

20/05/2025
Pengunaan Bubur Bordo Untuk Pengendalian OPT Buah

Pengunaan Bubur Bordo Untuk Pengendalian OPT Buah

06/11/2024
Petunjuk Teknis PENGENDALIAN OPT KUBIS

Petunjuk Teknis PENGENDALIAN OPT KUBIS

06/11/2024
MENCEGAH ANCAMAN PENYAKIT SISTEMIK JERUK – Bangkitkan Kejayaan Jeruk Lokal

MENCEGAH ANCAMAN PENYAKIT SISTEMIK JERUK – Bangkitkan Kejayaan Jeruk Lokal

06/11/2024

Berita Utama

Presiden Prabowo Umumkan Swasembada Pangan, Indonesia Ulang Sejarah Kejayaan
BERITA UTAMA

Presiden Prabowo Umumkan Swasembada Pangan, Indonesia Ulang Sejarah Kejayaan

by Hubungan Masyarakat
07/01/2026
0

Rilis Kementan, 7 Januari 2026Nomor : B-15/HM.160/A.7/1/2026 KARAWANG – Presiden Prabowo Subianto resmi mengumumkan tercapainya swasembada pangan nasional, menandai kembalinya...

Read more
Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Mentan Amran atas Dedikasi Wujudkan Swasembada Pangan

Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Mentan Amran atas Dedikasi Wujudkan Swasembada Pangan

07/01/2026
Presiden Prabowo Panen Raya Padi di Karawang, Tegaskan Arah Pertanian Modern Indonesia

Presiden Prabowo Panen Raya Padi di Karawang, Tegaskan Arah Pertanian Modern Indonesia

07/01/2026
Swasembada Pangan, Jalan Menuju Kebangkitan Pertanian Indonesia

Swasembada Pangan, Jalan Menuju Kebangkitan Pertanian Indonesia

07/01/2026
BPS: Produksi Jagung 2025 Naik 6,44%, Tembus 16,11 Juta Ton

BPS: Produksi Jagung 2025 Naik 6,44%, Tembus 16,11 Juta Ton

07/01/2026

AGENDA KEGIATAN HORTIKULTURA

  • – 01:00, 25/11/2025 – Rapat Konsolidasi Pasca FGD Cold Chain
  • – 01:00, 25/11/2025 – Rapat RDP Komisi IV DPR
  • – 01:00, 26/11/2025 – 29/11/2025 – Kunjungan ke China

ALAMAT KAMI :

KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
Jl. Aup No.3, RT.9/RW.10, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12520
Telp: (021) 7806881
[email protected]
hortikultura.pertanian.go.id

TAUTAN SITUS :

- Kementerian Pertanian
- Kementerian Perdagangan
- PPID Pertanian
- Badan Pusat Statistik
- Lapor
- Layanan Pengadaan Secara Elektronik
- Whistleblowing System

SOSIAL MEDIA :

  @hortvditjenhorti
  DitjenHorti
  @horti.kementan
  @ditjenhorti

Hak Cipta © 2024 Direktorat Jenderal Hortikultura - Kementerian Pertanian RI

No Result
View All Result
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Aksebilitas

Mode Aksebilitas

Mode Aman Epilepsi
Meredam warna dan menghilangkan kedipan
Mode ini memungkinkan penderita epilepsi untuk menggunakan situs web dengan aman dengan menghilangkan risiko kejang akibat animasi berkedip atau berkedip dan kombinasi warna yang berisiko.
Mode Tunanetra
Meningkatkan visual situs web
Mode ini menyesuaikan website dengan kenyamanan pengguna penyandang disabilitas penglihatan seperti Penurunan Penglihatan, Penglihatan Terowongan, Katarak, Glaukoma, dan lain-lain.
Mode Disabilitas Kognitif
Membantu untuk fokus pada konten tertentu
Mode ini memberikan opsi bantuan berbeda untuk membantu pengguna dengan gangguan kognitif seperti Disleksia, Autisme, CVA, dan lainnya, agar lebih mudah fokus pada elemen penting situs web.
Mode Ramah ADHD
Mengurangi gangguan dan meningkatkan fokus
Mode ini membantu pengguna dengan ADHD dan gangguan perkembangan saraf untuk membaca, menelusuri, dan fokus pada elemen utama situs web dengan lebih mudah sekaligus mengurangi gangguan secara signifikan.
Mode Kebutaan
Memungkinkan penggunaan situs dengan pembaca layar-baca
Mode ini mengonfigurasi situs web agar kompatibel dengan pembaca layar seperti JAWS, NVDA, VoiceOver, dan TalkBack. Pembaca layar adalah perangkat lunak untuk pengguna tunanetra yang diinstal pada komputer dan ponsel cerdas, dan situs web harus kompatibel dengannya.

Pengalaman Membaca

Skala Konten
Default
Kaca Pembesar Teks
Font Terbaca
Ramah Disleksia
Penyorotan Judul
Penyorotan Tautan
Ukuran Font
Default
Line Height
Default
Spasi Huruf
Default
Rata Kiri
Rata Tengah
Rata Kanan

Pengalaman yang Menyenangkan Secara Visual

Kontras Gelap
Kontras Terang
Satu Warna
Kontras Tinggi
Saturasi Tinggi
Saturasi Rendah
Atur Warna Teks
Atur Warna Judul
Atur Warna Latar

Orientasi Mudah

Suara Hening
Sembunyikan Gambar
Papan Ketik Maya
Panduan Membaca
Stop Animasi
Penanda Bacaan
Penyorotan Kursor
Penyorotan Fokus
Kursor Besar Gelap
Kursor Besar Terang
Kunci Navigasi