News Buat Signage

Mentan Amran: Stok Beras Menuju 5 Juta Ton, Kampus Harus Jadi Motor Inovasi Pertanian

Mentan Amran: Stok Beras Menuju 5 Juta Ton, Kampus Harus Jadi Motor Inovasi Pertanian

Rilis Kementan, 11 April 2026Nomor: B-259/HM.160/7/04/2026 Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa capaian stok beras nasional yang diproyeksikan menembus 5 juta ton harus diiringi dengan peran aktif kampus dalam mendorong inovasi dan hilirisasi teknologi pertanian. Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Idul Fitri FunFest 2026 yang diselenggarakan Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS) di Jakarta, Sabtu (11/4). Dalam sambutannya, Mentan Amran menegaskan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, yang ditopang oleh capaian produksi pangan nasional yang signifikan. “Sekarang, bulan ini, insya Allah, 5 juta ton beras kita. Ini tidak pernah terjadi selama Indonesia merdeka,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa peningkatan produksi beras dalam negeri membuat Indonesia tidak lagi bergantung pada impor, bahkan memberikan dampak terhadap pasar global. “Dulu kita impor 7 juta ton beras. Sekarang kita tidak impor. Dampaknya, harga pangan dunia turun,” jelasnya. Menurut Mentan Amran, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen bangsa. “Ini kerja kita semua. Ini kerja bersama. Bukan saya,” tegasnya. Namun demikian, Mentan Amran mengingatkan bahwa tantangan ke depan bukan hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pemanfaatan inovasi yang melibatkan kampus secara nyata, bukan sekadar seremoni. “Kampus harus hadir dengan aksi nyata, bukan...

Koordinasi Lanjutan HDDAP, Kabupaten Batang Pacu Pencapaian Target

Koordinasi Lanjutan HDDAP, Kabupaten Batang Pacu Pencapaian Target

Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura menyelenggarakan audiensi sebagai upaya percepatan implementasi program Horticulture Development in Dryland Areas Sector Project (HDDAP) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Kamis (9/4) di Pendopo Bupati Batang. Melalui audiensi ini, diharapkan mampu menguatkan komitmen seluruh sektor yang terlibat dan memastikan kesiapan daerah untuk mengembangkan hortikultura lahan kering secara berkelanjutan. Hadir secara daring, Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura sekaligus Project Director HDDAP, Freddy Lumban Gaol menyampaikan bahwa Asian Development Bank (ADB) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD) menyediakan anggaran untuk pengembangan lahan kering melalui HDDAP dengan target di akhir proyek terdapat total 10.000 hektare klaster hortikultura di lahan kering. Ada 13 kabupaten yang menjadi lokasi penerima manfaat dan Kabupaten Batang merupakan salah satu yang dipilih. “Melihat potensi yang ada, Kabupaten Batang terpilih menjadi lokasi HDDAP. Ini merupakan sebuah keberuntungan karena melalui HDDAP, penerima manfaat dapat mengembangkan pertanian hortikultura dari hulu ke hilir. Mari bersama menjalankan kerja sama ini agar dapat memutar ekonomi lewat agribisnis hortikultura,” ujar Freddy. Freddy menambahkan, Kabupaten Batang saat ini sudah memasuki pengembangan tahap kedua. Progres ini membuat Kabupaten Batang lebih maju dari kabupaten lain yang menjadi lokasi HDDAP. “Dalam proyek ini, Kabupaten Batang lebih maju dari kabupaten lain karena saat ini...

Percepat HDDAP di Sumedang, Kementan Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Dongkrak Hortikultura Lahan Kering

Percepat HDDAP di Sumedang, Kementan Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Dongkrak Hortikultura Lahan Kering

SUMEDANG, 9 April 2026 — Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura mempercepat implementasi program Horticulture Development in Dryland Areas Sector Project (HDDAP) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, melalui audiensi dan koordinasi lintas sektor pada Rabu (9/4). Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan daerah dalam mengembangkan hortikultura lahan kering secara berkelanjutan melalui penguatan kelembagaan, infrastruktur, serta kapasitas petani dari hulu hingga hilir. Direktur Buah dan Florikultura Kementan, Fausiah T. Ladja, mengatakan bahwa HDDAP merupakan program kolaborasi antara Kementerian Pertanian dengan Asian Development Bank (ADB) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD) yang berlangsung pada periode 2024–2028. “HDDAP menargetkan pengembangan 10.000 hektare klaster hortikultura di lahan kering yang tersebar di tujuh provinsi,” ujar Fausiah saat membuka audiensi di Kantor Bupati Sumedang. Ia menjelaskan, capaian Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) secara nasional telah mencapai 6.802 hektare atau sekitar 67,90 persen dari target 10.017,81 hektare. Meski sejumlah wilayah telah melampaui target pada komoditas tertentu, sebagian besar kabupaten masih perlu percepatan. “Percepatan implementasi HDDAP harus didukung kesiapan CPCL yang matang, penguatan kelembagaan petani, serta integrasi dari hulu hingga hilir agar manfaat program dapat dirasakan optimal oleh petani,” katanya. Secara khusus di Sumedang, pengembangan HDDAP difokuskan pada komoditas mangga seluas 363,8 hektare di Kecamatan Jatigede,...

Sentuhan Nyata untuk Rakyat Kecil: Mentan Amran Bantu Modal Rp20 Juta untuk Pedagang Kerupuk di Bone

Sentuhan Nyata untuk Rakyat Kecil: Mentan Amran Bantu Modal Rp20 Juta untuk Pedagang Kerupuk di Bone

Rilis Kementan, 5 April 2026Nomor: B-239/HM.160/7/04/2026 Bone – Kepedulian terhadap pelaku usaha kecil kembali ditunjukkan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat menghadiri kegiatan jalan sehat dalam rangka Hari Jadi Bone ke-696 di Lapangan Merdeka Watampone, Minggu (5/4/2026). Di tengah ribuan masyarakat, Mentan Amran turun langsung menyapa warga dan mendengarkan berbagai cerita kehidupan mereka. Salah satu yang menarik perhatian adalah seorang pedagang kerupuk yang mengandalkan penghasilan harian untuk menghidupi keluarganya. Dalam perbincangan singkat, pedagang tersebut mengaku berpenghasilan sekitar Rp200 ribu per hari dan harus menanggung tujuh orang anak. Kisah ini pun menyentuh hati banyak orang yang hadir. Mendengar hal tersebut, Mentan Amran langsung memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp20 juta. “Negara harus hadir untuk rakyat kecil. Kita tidak boleh membiarkan mereka berjuang sendiri di tengah keterbatasan. Ini bukan sekadar bantuan, tapi bentuk keberpihakan agar usaha kecil bisa naik kelas,” kata Mentan Amran. Ia menegaskan, pelaku usaha mikro seperti pedagang kecil merupakan tulang punggung ekonomi rakyat yang harus terus diperkuat. “Kalau usaha kecil bergerak, ekonomi desa hidup, ekonomi daerah kuat. Dari sinilah pondasi ekonomi nasional dibangun. Karena itu, kita dorong mereka punya akses modal, semangat, dan harapan untuk berkembang,” tambahnya. Mentan Amran juga berpesan agar bantuan tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memperluas...

Kementan Gandeng Champion Cabai dan Bawang Merah, Hadirkan Harga Terjangkau Jelang Lebaran

Kementan Gandeng Champion Cabai dan Bawang Merah, Hadirkan Harga Terjangkau Jelang Lebaran

Rilis Kementan, 11 Maret 2026Nomor: B-190/HM.160/7/03/2026 Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat langkah stabilisasi harga komoditas strategis dengan menghadirkan pasokan cabai dan bawang merah dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Menggandeng Asosiasi Champion Cabai Indonesia dan Champion Bawang Merah Indonesia, pemerintah kembali menyalurkan komoditas tersebut langsung kepada konsumen rumah tangga dengan harga di bawah harga pasar eceran Jakarta. Penyaluran perdana dilaksanakan di Toko Tani Modern Pasar Minggu serta di 20 titik pasar eceran yang dikelola PD Pasar Jaya secara bergantian agar masyarakat dapat memperoleh cabai dan bawang merah dengan harga terjangkau serta lebih dekat dengan domisili tempat tinggal. Program yang berlangsung pada 10–19 Maret 2026 ini menghadirkan sekitar 500 kilogram cabai rawit merah dan cabai merah keriting dengan harga Rp30 ribu dan Rp20 ribu per 0,5 kilogram. Selain itu, bawang merah juga dipasok dengan kisaran harga Rp15–20 ribu per 0,5 kilogram selama aksi berlangsung. Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, M. Taufiq Ratule, menyampaikan bahwa kolaborasi antara Kementan dan para champion telah berlangsung cukup lama dan menjadi langkah strategis dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen. “Ini merupakan arahan langsung Bapak Menteri Pertanian untuk menjaga ketersediaan pasokan bahan pokok, khususnya cabai dan bawang merah, dengan harga yang baik bagi masyarakat....