DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
No Result
View All Result
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
No Result
View All Result
Home BERITA UTAMA

Lewat Gedor Horti, Kementan Dorong Produksi Bawang Merah Berkualitas di Enrekang

27/10/2023
in BERITA UTAMA
0

IMG-20200213-WA0149

Jakarta – Kementerian Pertanian terus melakukan penataan sentra-sentra produksi bawang merah di seluruh pulau-pulau besar di Indonesia. Tujuannya agar pasokan dan harga komoditas yang rentan menyumbang inflasi tersebut bisa terjaga stabil sepanjang tahun.

Selain mematok target peningkatan produksi hingga 7 persen per tahun, Kementan juga terus mengkampanyekan gerakan produksi ramah lingkungan. Yakni “GEDOR Horti”, Gerakan Dorong Produksi, Daya Saing dan Ramah Lingkungan Hortikultura.

Enrekang sebagai sentra bawang merah terbesar di Sulawesi, menjadi perhatian khusus kementerian yang kini digawangi Syahrul Yasin Limpo tersebut.

“GEDOR Horti merupakan gerakan terpadu yang mengkombinasikan berbagai strategi untuk menggolkan target peningkatan produksi komoditas strategis sebesar 7% per tahun, Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor atau Gratieks, Penyerapan KUR Hortikultura Rp 6,3 Trilyun, Kawasan Pertanian Ramah Lingkungan, Kostratani hingga _Agricultural War Room_ atau AWR,” ujar Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto, dalam sambutannya yang dibacakan Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf, saat menghadiri panen raya bawang merah di Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan (12/2).

Turut hadir Bupati Enrekang, Staf Khusus Menteri Pertanian Luthfi Halide, pejabat pusat dan Muspida setempat.

Dia memaparkan bahwa GEDOR Horti menjadi gerakan kolektif seluruh pemangku kepentingan hortikultura mulai dari level pusat hingga daerah. Fokus utamanya mengamankan ketersediaan dan harga komoditas strategis yaitu cabai dan bawang merah.

“Komoditas hortikultura lainnya akan didorong untuk ekspor,” kata Prihasto.

Menurutnya, berdasarkan pemetaan yang dilakukan pihaknya, Kabupaten Enrekang masuk dalam kategori kawasan utama, yang artinya telah mampu mencukupi kebutuhan bawang merah dari produksi setempat.

“Bahkan surplus sehingga bisa memasok kebutuhan pasar di daerah sekitarnya bahkan antar-provinsi dan antar pulau,” beber Prihasto.

Dia memaparkan bahwa Kabupaten Enrekang saat ini menempati posisi ke-5 nasional, sebagai daerah penghasil bawang merah terbesar di Indonesia setelah Kabupaten Brebes, Nganjuk, Bima dan Solok.

“Enrekang telah menjelma menjadi sentra bawang merah terbesar untuk daratan Sulawesi dan wilayah Indonesia bagian Timur,” imbuhnya.

Prihasto menghimbau dan mengajak kepada seluruh petani, petugas pembina, penyedia sarana produksi hingga seluruh stakeholder terkait, untuk benar-benar menerapkan prinsip-prinsip budidaya yang ramah lingkungan.

“Kita ingin bawang merah Enrekang ini tidak hanya bisa berproduksi dalam hitungan sekian tahun, tapi bisa terus berproduksi hingga anak cucu nanti,” tandasnya.

Senada, Staf Khusus Menteri Pertanian, Luthfi Halide mengapresiasi petani Enrekang yang mampu menghasilkan bawang merah sepanjang tahun.

“Enrekang bisa tanam bawang merah sepanjang tahun. Air, benih, dan teknologi sudah ada, tinggal lakukan budidaya tanaman sehat. Gunakan plastik mulsa dan plastik lindung. Insya Allah Enrekang siap mandiri, ” tutur Luthfi Halide optimis.

Luthfi menambahkan bahwa harga bawang merah berfluktuasi. Sarannya agar dilakukan pengolahan pada saat harga jatuh.

“Saya ingin Enrekang juga menjadi pusat pembibitan untuk wilayah Indonesia Timur dan mendorong ditjen PSP agar membangun embung2, di daerah sentra. Bawang merah Enrekang juga harus bisa masuk pasar modern. Dana KUR tersedia 50 triliun, bunganya cuma 6% per tahun. Bupati tolong menugaskan siapa yang akan menjadi _offtaker_ untuk membeli hasil produksi supaya tidak ada lagi masalah pada saat panen, ” kata pria yang pernah menjabat Kepala Dinas Pertanian Sulawesi Selatan ini.

Saat diminta keterangan di sela-sela acara tersebut, Sri Wijayanti Yusuf meminta para petani Enrekang untuk mempraktekkan tatacara budidaya bawang merah yang ramah lingkungan agar bisa bersaing di pasaran.

Sri Wijayanti menyampaikan bahwa saingan ekspor terbesar kita adalah Thailand dan Filipina.

“Kita harus bersaing di harga dan kualitas. Saya sudah melihat modernisasi disini dengan penggunaan lampu yang bisa mengurangi penggunaan pestisida 40%. Penerimaan petani Enrekang terhadap teknologi cepat sehingga produktivitas bisa meningkat. Kurangi penggunaan bahan-bahan kimia, gunakan bahan alami. Benahi praktek budidaya tanaman sehat agar produk mampu bersaing. Untuk ekspor harus ada syarat BMR atau Batas Maksimal Residu. Masyarakat saat ini juga mencari yang organik. Kalau ada logo organik, harga akan lebih mahal. Kementan akan terus mendukung, mari kita lakukan bersama-sama”, ujar Yanti penuh semangat.

“Kesadaran produksi bawang merah yang ramah lingkungan sudah semakin berkembang di sentra-sentra produksi, bahkan menjadi arus utama. Kita harus pastikan Enrekang tidak ketinggalan dengan arus utama tersebut,” katanya.

_Batu Bertanah Namun Subur_

Bupati Enrekang, Muslimin Bando, mengaku bersyukur daerahnya mampu menjadi salah satu sentra penghasil bawang merah terbesar.

“Meski sebagian besar daerah ini berupa batu bertanah, tapi berkat kegigihan dan keuletan petani Enrekang, kawasan ini bisa menjelma menjadi penghasil bawang merah berkualitas bahkan terbesar di Sulawesi dan Indonesia bagian Timur,” ujar Bando.

Selain menjadi penghasil bawang merah, Enrekang juga dikenal sebagai penghasil aneka sayuran daun bahkan bawang putih.

“Sejak dua tahun lalu, bawang putih mulai dikembangkan petani sini. Ternyata hasilnya sangat bagus. Kemarin, sekarang dan seterusnya nanti, kami siap bergandeng tangan dengan pemerintah pusat khususnya Kementerian Pertanian untuk menata dan memajukan daerah ini”, tukas Bupati Bando.

Bando mengatakan bahwa proses pertanian di Sulsel sangat maju, sudah saatnya petani maju dan mandiri.

“Petani bawang kita sudah modern. Yang diperlukan adalah kebijakan pemerintah pusat untuk mengatur harga. Kalau harga selalu fluktuatif, petani menanam bawang seperti judi-judian, bisa untung bisa rugi. Tugas pemerintah pusat untuk menjamin stabilitas harga. Dorong agar bawang merah Enrekang bisa dinikmati di luar negeri. Selain itu, modernisasi dan mekanisasi alat mesin pertanian sangat diperlukan,” ungkap dia.

Berdasarkan data BPS, luas panen bawang merah di Kabupaten Enrekang pada tahun 2019 mencapai 7.605 hektar, naik 15% dibanding tahun 2018 sebanyak 6.610 hektar.

Peningkatan luas panen berbanding lurus dengan kenaikan produksi, dimana pada tahun 2019 mencapai 80 ribu ton, naik 8,7% dibanding produksi tahun 2018 sebanyak 73.581 ton.

Previous Post

Wabah Corona Hambat Ekspor Manggis, Kementan Perluas Pasar ke Amerika

Next Post

Kementan Dorong Petani Penuhi Pasar Domestik dengan Buah Bermutu

Humas Ditjen Hortikultura

Humas Ditjen Hortikultura

Next Post

Kementan Dorong Petani Penuhi Pasar Domestik dengan Buah Bermutu

Buku Hortikultura

Buku Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura

Buku Angka TetapHortikulturaTahun 2024

by Hubungan Masyarakat
15/08/2025
0

Pengarah: Dr. Ir. Muhammad Taufik Ratule Penyunting: Dyah Ismayaningrum, SE, SP Widhiyanti Nugraheni, S.Si, M.SE Staff Penyunting: Sulastri, S.Si., M.SE...

Read more

BUKU SAKU BROKOLI & KEMBANG KOL

20/05/2025
Pengunaan Bubur Bordo Untuk Pengendalian OPT Buah

Pengunaan Bubur Bordo Untuk Pengendalian OPT Buah

06/11/2024
Petunjuk Teknis PENGENDALIAN OPT KUBIS

Petunjuk Teknis PENGENDALIAN OPT KUBIS

06/11/2024
MENCEGAH ANCAMAN PENYAKIT SISTEMIK JERUK – Bangkitkan Kejayaan Jeruk Lokal

MENCEGAH ANCAMAN PENYAKIT SISTEMIK JERUK – Bangkitkan Kejayaan Jeruk Lokal

06/11/2024

Berita Utama

Mentan Andi Amran Sulaiman Bantu Rp1 Miliar untuk Anak Yatim Piatu Melalui Kegiatan IKA Unhas Peduli
BERITA UTAMA

Mentan Andi Amran Sulaiman Bantu Rp1 Miliar untuk Anak Yatim Piatu Melalui Kegiatan IKA Unhas Peduli

by Hubungan Masyarakat
05/01/2026
0

Rilis Kementan, 2 Januari 2026Nomor: B-4/HM.160/7/01/2026 Makassar- Menteri Pertanian Dr Ir H Andi Amran Sulaiman MP yang juga Ketua Umum...

Read more
Tahun Baru, Langsung Tebus Pupuk Bersubsidi! 147 Transaksi Pecah Hanya dalam 16 Menit

Tahun Baru, Langsung Tebus Pupuk Bersubsidi! 147 Transaksi Pecah Hanya dalam 16 Menit

05/01/2026
Menjelang 2026, Pasokan Pangan Terjaga dan Harga Relatif Stabil

Menjelang 2026, Pasokan Pangan Terjaga dan Harga Relatif Stabil

05/01/2026
Puji Langkah Tegas Mentan Dalam Kebijakan HPP, KAMMI : Ini Bentuk Keberpihakan Pada Petani

Puji Langkah Tegas Mentan Dalam Kebijakan HPP, KAMMI : Ini Bentuk Keberpihakan Pada Petani

05/01/2026
Mentan Amran Pastikan Stok dan Harga Pangan Aman Saat Natal dan Tahun Baru

Mentan Amran Pastikan Stok dan Harga Pangan Aman Saat Natal dan Tahun Baru

05/01/2026

AGENDA KEGIATAN HORTIKULTURA

  • – 01:00, 25/11/2025 – Rapat Konsolidasi Pasca FGD Cold Chain
  • – 01:00, 25/11/2025 – Rapat RDP Komisi IV DPR
  • – 01:00, 26/11/2025 – 29/11/2025 – Kunjungan ke China

ALAMAT KAMI :

KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
Jl. Aup No.3, RT.9/RW.10, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12520
Telp: (021) 7806881
[email protected]
hortikultura.pertanian.go.id

TAUTAN SITUS :

- Kementerian Pertanian
- Kementerian Perdagangan
- PPID Pertanian
- Badan Pusat Statistik
- Lapor
- Layanan Pengadaan Secara Elektronik
- Whistleblowing System

SOSIAL MEDIA :

  @hortvditjenhorti
  DitjenHorti
  @horti.kementan
  @ditjenhorti

Hak Cipta © 2024 Direktorat Jenderal Hortikultura - Kementerian Pertanian RI

No Result
View All Result
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Aksebilitas

Mode Aksebilitas

Mode Aman Epilepsi
Meredam warna dan menghilangkan kedipan
Mode ini memungkinkan penderita epilepsi untuk menggunakan situs web dengan aman dengan menghilangkan risiko kejang akibat animasi berkedip atau berkedip dan kombinasi warna yang berisiko.
Mode Tunanetra
Meningkatkan visual situs web
Mode ini menyesuaikan website dengan kenyamanan pengguna penyandang disabilitas penglihatan seperti Penurunan Penglihatan, Penglihatan Terowongan, Katarak, Glaukoma, dan lain-lain.
Mode Disabilitas Kognitif
Membantu untuk fokus pada konten tertentu
Mode ini memberikan opsi bantuan berbeda untuk membantu pengguna dengan gangguan kognitif seperti Disleksia, Autisme, CVA, dan lainnya, agar lebih mudah fokus pada elemen penting situs web.
Mode Ramah ADHD
Mengurangi gangguan dan meningkatkan fokus
Mode ini membantu pengguna dengan ADHD dan gangguan perkembangan saraf untuk membaca, menelusuri, dan fokus pada elemen utama situs web dengan lebih mudah sekaligus mengurangi gangguan secara signifikan.
Mode Kebutaan
Memungkinkan penggunaan situs dengan pembaca layar-baca
Mode ini mengonfigurasi situs web agar kompatibel dengan pembaca layar seperti JAWS, NVDA, VoiceOver, dan TalkBack. Pembaca layar adalah perangkat lunak untuk pengguna tunanetra yang diinstal pada komputer dan ponsel cerdas, dan situs web harus kompatibel dengannya.

Pengalaman Membaca

Skala Konten
Default
Kaca Pembesar Teks
Font Terbaca
Ramah Disleksia
Penyorotan Judul
Penyorotan Tautan
Ukuran Font
Default
Line Height
Default
Spasi Huruf
Default
Rata Kiri
Rata Tengah
Rata Kanan

Pengalaman yang Menyenangkan Secara Visual

Kontras Gelap
Kontras Terang
Satu Warna
Kontras Tinggi
Saturasi Tinggi
Saturasi Rendah
Atur Warna Teks
Atur Warna Judul
Atur Warna Latar

Orientasi Mudah

Suara Hening
Sembunyikan Gambar
Papan Ketik Maya
Panduan Membaca
Stop Animasi
Penanda Bacaan
Penyorotan Kursor
Penyorotan Fokus
Kursor Besar Gelap
Kursor Besar Terang
Kunci Navigasi