

Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura menyelenggarakan audiensi sebagai upaya percepatan implementasi program Horticulture Development in Dryland Areas Sector Project (HDDAP) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Kamis (9/4) di Pendopo Bupati Batang. Melalui audiensi ini, diharapkan mampu menguatkan komitmen seluruh sektor yang terlibat dan memastikan kesiapan daerah untuk mengembangkan hortikultura lahan kering secara berkelanjutan.
Hadir secara daring, Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura sekaligus Project Director HDDAP, Freddy Lumban Gaol menyampaikan bahwa Asian Development Bank (ADB) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD) menyediakan anggaran untuk pengembangan lahan kering melalui HDDAP dengan target di akhir proyek terdapat total 10.000 hektare klaster hortikultura di lahan kering. Ada 13 kabupaten yang menjadi lokasi penerima manfaat dan Kabupaten Batang merupakan salah satu yang dipilih.
“Melihat potensi yang ada, Kabupaten Batang terpilih menjadi lokasi HDDAP. Ini merupakan sebuah keberuntungan karena melalui HDDAP, penerima manfaat dapat mengembangkan pertanian hortikultura dari hulu ke hilir. Mari bersama menjalankan kerja sama ini agar dapat memutar ekonomi lewat agribisnis hortikultura,” ujar Freddy.
Freddy menambahkan, Kabupaten Batang saat ini sudah memasuki pengembangan tahap kedua. Progres ini membuat Kabupaten Batang lebih maju dari kabupaten lain yang menjadi lokasi HDDAP.
“Dalam proyek ini, Kabupaten Batang lebih maju dari kabupaten lain karena saat ini sudah mulai pengembangan tahap kedua. Ini adalah bukti bahwa pemerintah daerah, petani, dan seluruh sektor terkait mendukung penuh HDDAP. Terima kasih atas dukungannya dan telah bersinergi dengan Tim HDDAP,” lanjutnya.
Pengembangan HDDAP di Kabupaten Batang difokuskan pada komoditas alpukat seluas 98,18 hektare, komoditas pisang seluas 126,86 hektare, dan komoditas kentang seluas 413 hektare. Untuk komoditas alpukat saat ini segera masuk pengembangan tahap kedua menyusul komoditas pisang yang segera masuk pengembangan tahap pertama.
Dalam proyek HDDAP ini, pemerintah menyiapkan berbagai dukungan, mulai dari penguatan perbenihan, Klinik Pengendalian Hama Terpadu (PHT), infrastruktur irigasi, pengembangan pascapanen, hingga peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan-pelatihan seperti Good Agricultural Practices (GAP), Good Handling Practices (GHP), literasi keuangan, dan pemasaran.
Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan melalui Pj. Sekretaris Daerah, Sri Purwaningsih menyampaikan keyakinannya bahwa melalui proyek HDDAP, potensi ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk memajukan pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Batang.
“Kami merasa beruntung Batang terpilih menjadi salah satu kabupaten yang menerima manfaat HDDAP. Kabupaten Batang ini memiliki potensi geografis yang luar biasa. Saya yakin melalui HDDAP, potensi ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Batang,” ujar Sri Purwaningsih mewakili Bupati Batang.
Lebih lanjut, Sri Purwaningsih mengungkapkan bahwa alpukat Batang dikenal memiliki kualitas yang baik dan dengan adanya penambahan komoditas kentang, pihaknya berharap Batang bisa menjadi salah satu lumbung kentang di Indonesia, terutama Pulau Jawa.
“Kami berharap Batang bisa menjadi salah satu lumbung kentang di Indonesia. Mari kita jadikan momentum HDDAP ini untuk membawa pertanian Batang lebih modern, maju, dan berkelanjutan,” katanya.
Audiensi ini dihadiri juga oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Batang; Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah, Asisten Ekonomi Pembangunan Kabupaten Batang, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan, serta perwakilan dari seluruh kelompok tani HDDAP.
Konsolidasi petani untuk perkuat komitmen dan percepatan pencapaian target
Untuk mempercepat pencapaian target dan penguatan komitmen, Pemerintah Kabupaten Batang bersama Tim HDDAP melaksanakan pertemuan koordinasi teknis lanjutan dan konsolidasi bersama para petani dan penangkar benih pada Rabu-Kamis, 8-9 April 2026. Kegiatan ini merupakan rangkaian agenda monitoring, evaluasi, dan audiensi yang dihadiri oleh perwakilan kelompok tani penerima manfaat HDDAP untuk mengevaluasi progres pelaksanaan program, percepatan finalisasi HCDP, sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor.
“Semoga kegiatan yang dilaksanakan berdampak positif untuk pertanian hortikultura di Batang, pertumbuhannya sesuai dengan yang diharapkan, dan memberikan dampak positif bagi seluruh pihak terkait. Terima kasih sudah memilih Batang,” ujar Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang, Sutadi Ronodipuro.
Konsolidasi ini menghasilkan rencana pengembangan klaster hortikultura melalui proyek HDDAP atau Horticulture Cluster Development Plan (HCDP) yang akan dilaksanakan di Kabupaten Batang.











