DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
No Result
View All Result
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
No Result
View All Result
Home BERITA UTAMA

Catat! Jangan Anggap Remeh Penyakit Kanker Batang Buah Naga

27/10/2023
in BERITA UTAMA
0
Catat! Jangan Anggap Remeh Penyakit Kanker Batang Buah Naga

*Rilis Kementan, 31 Juli 2020*
Nomor : 1011/R-KEMENTAN/07/2020

Jakarta – Indonesia mempunyai potensi sangat besar dalam pengembangan produksi buah-buahan tropis, salah satunya buah naga.

Walaupun buah naga ( _Hylocereus polyrhizus_ ) bukan tanaman asli Indonesia, tapi syarat tumbuh buah naga ini sesuai dengan kondisi Indonesia. Beriklim tropis dan dapat tumbuh sampai ketinggian tempat 800 meter dari permukaan laut.

Untuk daerah di sepanjang garis ekuator, buah naga dapat dipanen dari bulan Januari sampai Desember. Oleh karena itu, sekitar tahun 2012 banyak petani maupun pelaku usaha di bidang hortikultura yang berinvestasi untuk memproduksi buah naga di berbagai wilayah di Indonesia.

Hal ini didukung pula oleh pemasaran buah naga yang masih terbuka lebar, baik pasar domestik maupun luar negeri.

Daerah sentra buah naga di Indonesia saat ini tersebar di Provinsi Jawa Tengah (Wonogiri, Cilacap, Kudus, Rembang, dan Tegal), D.I Yogyakarta (Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunung Kidul), Jawa Timur (Banyuwangi, Jember, Lumajang, Gresik, dan Malang), Kalimantan Tengah (Pulang Pisau dan Kotawaringin Barat), Kalimantan Barat (Sambas), Kalimatan Timur (Kutai Kertanegara), Jawa Barat (Subang, Bogor, Sukabumi, Sumedang, dan Bandung), Banten (Pandeglag dan Serang), Bali (Buleleng), Bengkulu (Kepahiang), Nusa Tenggara Barat (Lombok Timur dan Lombok Tengah), Maluku Utara (Halmahera dan Tidore Kepulauan).

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto, dalam keterangannya, Sabtu (1/8) mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan Gerakan Mendorong Produksi, Meningkatkan Daya Saing, dan Ramah Lingkungan (Gedor Horti).

”Gedor Horti untuk ekspor buah tropis akan membawa manfaat positif bagi perekonomian nasional. Tahun 2020 ini, ekspor buah naga Indonesia ke China juga sudah terbuka, “ujar Dirjen yang biasa disapa Anton itu.

Hal tersebut sejalan dengan instruksi Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo untuk terus memacu produksi dan meningkatkan kualitas/mutu dari komoditas hortikultura.

Berdasarkan hasil survei Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu Tropika) Solok pada tahun 2013 dan 2015, sebagian besar pertanaman buah naga di Provinsi Kepulauan Riau (Batam dan Bintan) hancur terserang salah satu penyakit. Yaitu kanker batang.

“Penyakit ini disebabkan oleh cendawan _Neoscytalidium dimidiatum_, dapat mengancam produksi buah naga di Indonesia karena bisa mematikan tanaman,” beber Anton.

Beberapa wilayah lain yang diserang penyakit kanker batang selanjutnya adalah daerah sentra pengembangan buah naga Provinsi Sumatera Barat, terutama di Kabupaten Padang Pariaman. Pada tahun 2016, hampir 50% pertanaman buah naga di Provinsi Kalimantan Timur juga terserang dengan kategori ringan sampai berat. Masalah yang sama juga terjadi di Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur.

Penyakit kanker batang dapat menyerang bagian batang maupun buah. Gejala pada batang yang dimulai pada batang muda/sulur, adanya bintik-bintik/bercak-bercak putih seperti tusukan halus dan cekung pada bagian tengah.

Gejala lebih lanjut, bercak-bercak menyatu, berwarna kuning sampai kecokelatan dan membengkak (seperti bisul) meletus, kemudian akan mengeras, berwarna hitam dan mengering. Gejala pada buah, terdapat bintik-bintik/bercak-bercak putih seperti gejala awal pada batang.

“Gejala lanjut pada buah, bercak-bercak menyatu menutupi permukaan buah, sehingga kulit buah menghitam dan kering,” lanjut Anton.

Perkembangan penyakit dipengaruhi oleh faktor cuaca, dan kebersihan kebun dari sisa-sisa tanaman/bagian yang terserang. Curah hujan tinggi, apalagi sisa-sisa tanaman dan bagian yang tidak dimusnhkan sangat mendukung perkembangan penyakit. Oleh sebab itu pengendalian sangat diperlukan, agar penyakit tidak berkembang.

Pengendalian penyakit kanker batang dilakukan secara ramah lingkungan,secara terpadu dengan melakukan monitoring gejala serangan awal, pemeliharaan tanaman secara optimal (pemupukan berimbang, pengairan cukup), melakukan sanitasi kebun dari sisa-sisa tanaman dan bagian tanaman yang terserang, kemudian dimusnahkan dengan cara membakar, dan eradikasi selektif tanaman yang terserang ringan dengan melakukan pemotongan bagian tanaman yang terserang, kemudian dimusnahkan dengan cara membakar dan bekas potongan oles dengan Bubur Bordo.

Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf, mengatakan bahwa keberhasilan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) harus dilakukan secara terpadu, serentak, dan ramah lingkungan sesuai dengan Prinsip PHT.

”Beberapa prinsip PHT yang penting dilakukan yaitu budidaya tanaman sehat, pengamatan agroekosistem secara rutin, serta pelestarian musuh alami. Hal itu akan berguna sehingga petani dapat mengambil keputusan dalam melakukan pengelolaan OPT di lahannya. Kami terus mengingatkan petani untuk menggunakan bahan pengendali yang ramah lingkungan agar produk makin berdaya saing dan aman konsumsi, ” pungkas Yanti.

Previous Post

Mentan SYL Panen Bawang Merah di Bantaeng

Next Post

Ditjen Hortikultura Berkomitmen Penuh Menjaga Keterbukaan Informasi Publik

Humas Ditjen Hortikultura

Humas Ditjen Hortikultura

Next Post
Ditjen Hortikultura Berkomitmen Penuh Menjaga Keterbukaan Informasi Publik

Ditjen Hortikultura Berkomitmen Penuh Menjaga Keterbukaan Informasi Publik

Buku Hortikultura

Buku Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura

Buku Angka TetapHortikulturaTahun 2024

by Hubungan Masyarakat
15/08/2025
0

Pengarah: Dr. Ir. Muhammad Taufik Ratule Penyunting: Dyah Ismayaningrum, SE, SP Widhiyanti Nugraheni, S.Si, M.SE Staff Penyunting: Sulastri, S.Si., M.SE...

Read more

BUKU SAKU BROKOLI & KEMBANG KOL

20/05/2025
Pengunaan Bubur Bordo Untuk Pengendalian OPT Buah

Pengunaan Bubur Bordo Untuk Pengendalian OPT Buah

06/11/2024
Petunjuk Teknis PENGENDALIAN OPT KUBIS

Petunjuk Teknis PENGENDALIAN OPT KUBIS

06/11/2024
MENCEGAH ANCAMAN PENYAKIT SISTEMIK JERUK – Bangkitkan Kejayaan Jeruk Lokal

MENCEGAH ANCAMAN PENYAKIT SISTEMIK JERUK – Bangkitkan Kejayaan Jeruk Lokal

06/11/2024

Berita Utama

Sidak ke Tanjung Balai Karimun, Mentan Amran Bongkar 1.000 Ton Beras Ilegal: “Ini Pengkhianatan terhadap Petani”
BERITA UTAMA

Sidak ke Tanjung Balai Karimun, Mentan Amran Bongkar 1.000 Ton Beras Ilegal: “Ini Pengkhianatan terhadap Petani”

by Hubungan Masyarakat
19/01/2026
0

Rilis Kementan, 19 Januari 2026Nomor: B-38/HM.160/7/01/2026 Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau (19/1) — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi...

Read more
Mentan Amran: Padat Karya Kunci Pemulihan Pertanian Pascabencana, Petani Dilibatkan Langsung

Mentan Amran: Padat Karya Kunci Pemulihan Pertanian Pascabencana, Petani Dilibatkan Langsung

19/01/2026
Kementan Siapkan Rp1,49 T dan Ajukan Tambahan Rp5,1 T untuk Pulihkan Pertanian Sumatera Pasca Bencana

Kementan Siapkan Rp1,49 T dan Ajukan Tambahan Rp5,1 T untuk Pulihkan Pertanian Sumatera Pasca Bencana

15/01/2026
Mentan Amran: Produksi naik, Target Serap Gabah 2026 Capai 4 Juta Ton

Mentan Amran: Produksi naik, Target Serap Gabah 2026 Capai 4 Juta Ton

12/01/2026
Mentan Amran Sidak 133,5 ton Bawang Bombay Selundupan Berpenyakit : “Tidak Ada Ampun, Usut Sampai Akar”

Mentan Amran Sidak 133,5 ton Bawang Bombay Selundupan Berpenyakit : “Tidak Ada Ampun, Usut Sampai Akar”

12/01/2026

AGENDA KEGIATAN HORTIKULTURA

  • – 01:00, 25/11/2025 – Rapat Konsolidasi Pasca FGD Cold Chain
  • – 01:00, 25/11/2025 – Rapat RDP Komisi IV DPR
  • – 01:00, 26/11/2025 – 29/11/2025 – Kunjungan ke China

ALAMAT KAMI :

KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
Jl. Aup No.3, RT.9/RW.10, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12520
Telp: (021) 7806881
[email protected]
hortikultura.pertanian.go.id

TAUTAN SITUS :

- Kementerian Pertanian
- Kementerian Perdagangan
- PPID Pertanian
- Badan Pusat Statistik
- Lapor
- Layanan Pengadaan Secara Elektronik
- Whistleblowing System

SOSIAL MEDIA :

  @hortvditjenhorti
  DitjenHorti
  @horti.kementan
  @ditjenhorti

Hak Cipta © 2024 Direktorat Jenderal Hortikultura - Kementerian Pertanian RI

No Result
View All Result
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Aksebilitas

Mode Aksebilitas

Mode Aman Epilepsi
Meredam warna dan menghilangkan kedipan
Mode ini memungkinkan penderita epilepsi untuk menggunakan situs web dengan aman dengan menghilangkan risiko kejang akibat animasi berkedip atau berkedip dan kombinasi warna yang berisiko.
Mode Tunanetra
Meningkatkan visual situs web
Mode ini menyesuaikan website dengan kenyamanan pengguna penyandang disabilitas penglihatan seperti Penurunan Penglihatan, Penglihatan Terowongan, Katarak, Glaukoma, dan lain-lain.
Mode Disabilitas Kognitif
Membantu untuk fokus pada konten tertentu
Mode ini memberikan opsi bantuan berbeda untuk membantu pengguna dengan gangguan kognitif seperti Disleksia, Autisme, CVA, dan lainnya, agar lebih mudah fokus pada elemen penting situs web.
Mode Ramah ADHD
Mengurangi gangguan dan meningkatkan fokus
Mode ini membantu pengguna dengan ADHD dan gangguan perkembangan saraf untuk membaca, menelusuri, dan fokus pada elemen utama situs web dengan lebih mudah sekaligus mengurangi gangguan secara signifikan.
Mode Kebutaan
Memungkinkan penggunaan situs dengan pembaca layar-baca
Mode ini mengonfigurasi situs web agar kompatibel dengan pembaca layar seperti JAWS, NVDA, VoiceOver, dan TalkBack. Pembaca layar adalah perangkat lunak untuk pengguna tunanetra yang diinstal pada komputer dan ponsel cerdas, dan situs web harus kompatibel dengannya.

Pengalaman Membaca

Skala Konten
Default
Kaca Pembesar Teks
Font Terbaca
Ramah Disleksia
Penyorotan Judul
Penyorotan Tautan
Ukuran Font
Default
Line Height
Default
Spasi Huruf
Default
Rata Kiri
Rata Tengah
Rata Kanan

Pengalaman yang Menyenangkan Secara Visual

Kontras Gelap
Kontras Terang
Satu Warna
Kontras Tinggi
Saturasi Tinggi
Saturasi Rendah
Atur Warna Teks
Atur Warna Judul
Atur Warna Latar

Orientasi Mudah

Suara Hening
Sembunyikan Gambar
Papan Ketik Maya
Panduan Membaca
Stop Animasi
Penanda Bacaan
Penyorotan Kursor
Penyorotan Fokus
Kursor Besar Gelap
Kursor Besar Terang
Kunci Navigasi