DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
No Result
View All Result
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
No Result
View All Result
Home BERITA UTAMA

Budidaya Cabai Paprika Lebih Menguntungkan

27/10/2023
in BERITA UTAMA
0

IMG-20190723-WA0070
Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi takjub dengan keberhasilan petani Hortikultura di Cianjur yang mampu meraih keuntungan ratusan juta dari budidaya Cabai Paprika.

Ketua Kelompok Tani‎ Gede Harapan Desa Gekbrong Uden Suherlan menuturkan saat ini pihaknya tengah membudidayakan sekitar 36 ribu pohon Cabai Paprika di lahan seluas 1200 meter persegi. Pengembangan budidaya dilakukan dengan teknologi Green House. Dari budidaya ini, pihaknya bisa memproduksi 15 ton per bulan untuk disuplai ke Jabodetabek.

“Untuk harganya itu beda-beda. Untuk cabai paprika kuning itu Rp 41 ribu per kilogram, yang merah Rp 38 ribu per kilogram, hijau Rp 27 ribu per kilogram dan yang paling mahal (cabai paprika) warna ungu Rp 70 ribu per kilogram. Paling mahal karena produksinya masih terbatas dan memang sedikit langka,” kata Uden saat memamerkan budidaya cabai di wilayahnya kepada Dirjen Hortikultura Suwandi di Desa Gekbrong, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, Selasa (23/7).

Menurut Uden, untuk produksi per batang rata-rata mampu menghasilkan 2 sampai 4 kilogram, setiap kilogram sekitar 5-7 buah. Adapun masa panen cabai yang biasa diolah buat salad ini mencapai 75 hari. Satu siklus bisa panen selesai bisa 8-9 bulan. “Harga jualnya cukup tinggi dan kami edarkan ke supermarket-supermarket.

Biaya produksi lebih murah karena kami gunakan pestisida buatan sendiri. Itu bisa pangkas biaya produksi 25 persen. Jadi memang sangat menguntungkan,” katanya.

Dijelaskan dia, pihaknya memang lebih mengarahkan pengembangan budidaya cabai yang lebih ramah lingkungan untuk meningkatkan kualitas dan mutu cabai yang dikembangkan.

Selain itu tentunya juga untuk menekan ongkos produksi yang selama ini memang cukup tinggi karena petani terbiasa menggunakan pestisida buatan pabrik. “Kebetulan pestisida ini kami buat sendiri terbuat dari bambu, siuren buah maja, dan lainnya. Dari pestisida ini kami bisa lakukan efisiensi 25 persen,” tambah dia.

Sementara itu, Dirjen Hortikultura Suwandi memaparkan budidaya cabai Paprika ini memang sangat menguntungkan. Dengan biaya produksi yang cukup minim, tapi bisa menghasilkan keuntungan luar biasa.

“Budidaya cabai paprika ini merupakan peluang usaha yang sangat bagus. Pasar aman. Dan biaya produksi yang dihasilkan para petani kita ini sangat murah, Rp 13 ribu per pohon. Hasilnya bisa 2-4 kg perpohon. Jadi bisa kebayang untungnya,” kata Suwandi.

Cuma memang budidaya cabai paprika ini, kata dia, hanya bisa dilakukan di ketinggian tertentu. Namun menurutnya, ini masih sangat pantas karena memang pas untuk dikembangkan secara komersial.

“‎Pasar sangat bagus. Sekarang tinggal mau tanam yang mana, mau (paprika) merah, kuning, hijau, ungu, bahkan sudah ada juga (paprika) putih dan hitam. Orange juga bagus. Merah Rp 38 ribu per kilogram, yang ungu malah lebih mahal Rp 70 ribu per kilogram. Kenapa mahal karena ini masih langka. Bahkan harga diluar malah lebih bagus,” jelas dia.

Karena itu, dia mengucapkan selamat kepada Uden dan para petani di Cianjur yang menemukan cara budidaya yang lebih menguntungkan dan efisien melalui budidaya Cabai paprika.

“Selamat dan sukses buat petani milenial Uden Suherlan Kelompok Tani Gede Harapan Desa Gekbrong, Kecamatan Gekbrong, Cianjur,” pungkasnya seraya mencicipi rasa cabai paprika yang menurutnya rasanya tergolong manis.

Previous Post

AGRIBISNIS SAYURAN SERTIFIKASI PRIMA 3 DI POKTAN MUFAKAT, REJANG LEBONG, BENGKULU

Next Post

Perdana di Sumbar, Jambore Organik Kampanyekan Pangan Sehat*

Humas Ditjen Hortikultura

Humas Ditjen Hortikultura

Next Post

Perdana di Sumbar, Jambore Organik Kampanyekan Pangan Sehat*

Buku Hortikultura

Buku Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura

Buku Angka TetapHortikulturaTahun 2024

by Hubungan Masyarakat
15/08/2025
0

Pengarah: Dr. Ir. Muhammad Taufik Ratule Penyunting: Dyah Ismayaningrum, SE, SP Widhiyanti Nugraheni, S.Si, M.SE Staff Penyunting: Sulastri, S.Si., M.SE...

Read more

BUKU SAKU BROKOLI & KEMBANG KOL

20/05/2025
Pengunaan Bubur Bordo Untuk Pengendalian OPT Buah

Pengunaan Bubur Bordo Untuk Pengendalian OPT Buah

06/11/2024
Petunjuk Teknis PENGENDALIAN OPT KUBIS

Petunjuk Teknis PENGENDALIAN OPT KUBIS

06/11/2024
MENCEGAH ANCAMAN PENYAKIT SISTEMIK JERUK – Bangkitkan Kejayaan Jeruk Lokal

MENCEGAH ANCAMAN PENYAKIT SISTEMIK JERUK – Bangkitkan Kejayaan Jeruk Lokal

06/11/2024

Berita Utama

HDDAP Dorong Peningkatan Daya Saing Bawang Merah Lahan Kering di Enrekang
BERITA UTAMA

HDDAP Dorong Peningkatan Daya Saing Bawang Merah Lahan Kering di Enrekang

by Hubungan Masyarakat
28/12/2025
0

Enrekang — Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP) Klaster...

Read more
4 Organisme di Bawang Bombai Ilegal Ini Bisa Hancurkan Produksi Pertanian Nasional

4 Organisme di Bawang Bombai Ilegal Ini Bisa Hancurkan Produksi Pertanian Nasional

25/12/2025
Impor Ilegal Bawang Bombai Terbongkar, Mentan Amran: Segera Tindak dan Telusuri, Tak Ada Toleransi

Impor Ilegal Bawang Bombai Terbongkar, Mentan Amran: Segera Tindak dan Telusuri, Tak Ada Toleransi

25/12/2025
Sidak Pasar Jelang Nataru, Mentan Amran: Mayoritas Harga Pangan Stabil dan di Bawah HET

Sidak Pasar Jelang Nataru, Mentan Amran: Mayoritas Harga Pangan Stabil dan di Bawah HET

25/12/2025
Gubernur Aceh Mualem Temui Mentan Amran di Kediamannya

Gubernur Aceh Mualem Temui Mentan Amran di Kediamannya

23/12/2025

AGENDA KEGIATAN HORTIKULTURA

  • – 01:00, 25/11/2025 – Rapat Konsolidasi Pasca FGD Cold Chain
  • – 01:00, 25/11/2025 – Rapat RDP Komisi IV DPR
  • – 01:00, 26/11/2025 – 29/11/2025 – Kunjungan ke China

ALAMAT KAMI :

KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
Jl. Aup No.3, RT.9/RW.10, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12520
Telp: (021) 7806881
[email protected]
hortikultura.pertanian.go.id

TAUTAN SITUS :

- Kementerian Pertanian
- Kementerian Perdagangan
- PPID Pertanian
- Badan Pusat Statistik
- Lapor
- Layanan Pengadaan Secara Elektronik
- Whistleblowing System

SOSIAL MEDIA :

  @hortvditjenhorti
  DitjenHorti
  @horti.kementan
  @ditjenhorti

Hak Cipta © 2024 Direktorat Jenderal Hortikultura - Kementerian Pertanian RI

No Result
View All Result
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Aksebilitas

Mode Aksebilitas

Mode Aman Epilepsi
Meredam warna dan menghilangkan kedipan
Mode ini memungkinkan penderita epilepsi untuk menggunakan situs web dengan aman dengan menghilangkan risiko kejang akibat animasi berkedip atau berkedip dan kombinasi warna yang berisiko.
Mode Tunanetra
Meningkatkan visual situs web
Mode ini menyesuaikan website dengan kenyamanan pengguna penyandang disabilitas penglihatan seperti Penurunan Penglihatan, Penglihatan Terowongan, Katarak, Glaukoma, dan lain-lain.
Mode Disabilitas Kognitif
Membantu untuk fokus pada konten tertentu
Mode ini memberikan opsi bantuan berbeda untuk membantu pengguna dengan gangguan kognitif seperti Disleksia, Autisme, CVA, dan lainnya, agar lebih mudah fokus pada elemen penting situs web.
Mode Ramah ADHD
Mengurangi gangguan dan meningkatkan fokus
Mode ini membantu pengguna dengan ADHD dan gangguan perkembangan saraf untuk membaca, menelusuri, dan fokus pada elemen utama situs web dengan lebih mudah sekaligus mengurangi gangguan secara signifikan.
Mode Kebutaan
Memungkinkan penggunaan situs dengan pembaca layar-baca
Mode ini mengonfigurasi situs web agar kompatibel dengan pembaca layar seperti JAWS, NVDA, VoiceOver, dan TalkBack. Pembaca layar adalah perangkat lunak untuk pengguna tunanetra yang diinstal pada komputer dan ponsel cerdas, dan situs web harus kompatibel dengannya.

Pengalaman Membaca

Skala Konten
Default
Kaca Pembesar Teks
Font Terbaca
Ramah Disleksia
Penyorotan Judul
Penyorotan Tautan
Ukuran Font
Default
Line Height
Default
Spasi Huruf
Default
Rata Kiri
Rata Tengah
Rata Kanan

Pengalaman yang Menyenangkan Secara Visual

Kontras Gelap
Kontras Terang
Satu Warna
Kontras Tinggi
Saturasi Tinggi
Saturasi Rendah
Atur Warna Teks
Atur Warna Judul
Atur Warna Latar

Orientasi Mudah

Suara Hening
Sembunyikan Gambar
Papan Ketik Maya
Panduan Membaca
Stop Animasi
Penanda Bacaan
Penyorotan Kursor
Penyorotan Fokus
Kursor Besar Gelap
Kursor Besar Terang
Kunci Navigasi