DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
No Result
View All Result
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
No Result
View All Result
Home BERITA UTAMA

Antisipasi Perubahan Iklim, Kementan Intensifkan Irigasi Kabut

27/10/2023
in BERITA UTAMA
0
Antisipasi Perubahan Iklim, Kementan Intensifkan Irigasi Kabut

*Rilis Kementan, 8 Agustus 2020*
Nomor : 1056/R-KEMENTAN/08/2020

KALIMANTAN – Pertanian merupakan salah satu sektor yang sangat rentan dengan terjadinya perubahan iklim. Meningkatnya suhu udara mempengaruhi peningkatan laju pernafasan (respirasi) dan penguapan (transpirasi) sehingga meningkatkan konsumsi air.

Selain itu juga dapat meningkatkan perkembangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) tertentu yang pada akhirnya akan menurunkan produktivitas tanaman. Komoditas hortikultura strategis salah satunya cabai merupakan tanaman yang sangat sensitif terhadap kelebihan ataupun kekurangan air.

Jika tanah telah menjadi kering maka tanaman akan layu dan lama kelamaan akan mati. Namun, jika tanah terlalu banyak mengandung air maka akan menyebabkan aerasi tanah menjadi buruk dan tidak menguntungkan bagi pertumbuhan akar, akibatnya pertumbuhan tanaman akan kurus dan kerdil.

Kementerian Pertanian (Kementan) telah menyiapkan skenario dalam menghadapi musim kemarau, terutama pada cabai. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun 2020 diprediksi akan terjadi lebih awal. Secara umum musim kemarau dimulai dalam waktu tidak bersamaan.

Pada Mei dan Juni, 65,8% zona musim kemarau mulai terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia. Sementara 64,9 % zona musim yang merupakan puncak kemarau terjadi pada Agustus 2020 di sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Bagian selatan, Sulawesi Bagian Selatan dan Tenggara serta Maluku Utara.

Prihasto Setyanto, Direktur Jenderal Hortikultura, mengungkapkan, Sabtu (8/8) pihaknya telah menyiapkan antisipasi kemarau panjang ini. Sesuai dengan arahan Menteri Syahrul Yasin Limpo (SYL), seluruh jajaran di Kementerian Pertanian harus memiliki rencana jangka panjang dan inovasi, dalam menghadapi anomali cuaca.

“Pertanian tidak boleh terhenti, pemerintah harus hadir dan bergerak cepat dalam mengatasi dampak dari perubahan iklim ekstrem. Dalam mengembangkan strategi DPI terdapat tiga hal penting yaitu antisipasi, adaptasi dan mitigasi. Kemarau panjang menyebabkan berkurangnya ketersediaan air dan meningkatkan dan mengubah pola perilaku hama,” ungkap dia.

Anton yang sapaan akrabnya menyebutkan bahwa potensi musim kemarau ekstrem harus diwaspadai dan diantisipasi sejak dini. “Petani dapat menerapkan teknologi pengairan seperti irigasi kabut/tetes/sprinkle, infrastruktur panen air hujan seperti embung kecil, dan parit, long storage, sumur dangkal,” jelas dia.

Terpisah, Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf, menyampaikan bahwa pengelolaan OPT secara pre-emptif penting dilakukan sejak awal tanam.

“Lebih tepatnya saat pengolahan tanah untuk mencegah terjadinya serangan OPT,” jelas dia.

Yanti-sapaan akrabnya- menambahkan bahwa hal ini dapat dilakukan dengan solarisasi tanah, penggunaan agens pengendali hayati (APH), varietas benih yang sehat bermutu bebas OPT, pemasangan perangkap hama seperti likat kuning, likat biru dan putih, perangkap lampu dan feromon sex sebagai antisipasi dan monitoring.

“Antisipasi serangan OPT melalui pengendalian pre-emptif ini dilakukan secara ramah lingkungan Dengan demikian sebelum serangga hama dewasa meletakkan telur-telurnya pada tanaman budidaya dapat terpantau dan dikendalikan,” tambahnya.

“Direktorat Perlindungan Hortikultura juga melakukan koordinasi dengan Balai Proteksi Tanaman (BPTPH) untuk terus melakukan pengamatan rutin OPT sehingga dapat mencegah terjadinya ledakan serangan OPT,” lanjut Yanti.
*_BPTPH Kalbar Bantu Petani, Genjot Irigasi Kebut_*

Dalam rangka menyikapi kondisi tersebut, UPT Perlindungan Tanaman Pangan Dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat telah memberikan bantuan berupa peralatan irigasi kabut (mist irrigation) kepada Kelompok Tani Flamboyan. Salah satu sentra tanaman cabai di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Irigasi kabut yaitu sistem pengairan tanaman dengan menggunakan air yang dipompa ke dalam selang yang telah dipasang nozzle. Dari lubang kecil-kecil pada nozzle tersebut air akan memancar ke atas yang kemudian menjadi seperti kabut sehingga dapat menyirami tanaman.

Air yang disemprotkan tidak terlalu banyak, hanya berupa butiran lembut dari lubang-lubang kecil nozzle di sepanjang selang, mirip seperti kabut. Fungsi penyemprotan tadi hanya untuk melembabkan kembali tanah dan udara di sekitar lahan pertanian.

Metode pengairan dengan irigasi kabut ini dilakukan dengan instalasi jaringan saluran air dengan menggunakan selang fertigasi pada tiap bedengan tanaman. Komponen utamanya adalah selang fertigasi, selang plastik, dinamo stamp pump dan tempat penampungan air.

Selang plastik digunakan sebagai saluran utama, sementara selang fertigasi digunakan sebagai selang keluar. Saluran utama berfungsi sebagai pembagi air ke setiap selang keluar. Selang keluar diberi nozzle untuk memancarkan air ke setiap tanaman dengan jarak tertentu atau sesuai jarak antar tanaman.

Untuk mengalirkan air dari tempat penampungan dipergunakan mesin pompa air yang dilengkapi dengan aki sebagai sumber tenaganya.

Hermanto AP, Kasi Sarana Prasarana UPT Perlindungan Tanaman Pangan Dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat yang memandu pemasangan alat irigasi kabut tersebut menjelaskan, bila dibandingkan dengan penyiraman sistem semprot yang memerlukan jumlah air banyak, sistem pengairan irigasi kabut lebih menghemat air.

“Irigasi kabut tidak membuang-buang air, tidak menyebabkan erosi dan sedikit air yang menguap. Air memiliki waktu untuk menyerap ke dalam dan secara kapiler ke seluruh area perakaran,” sebutnya

Ditambahkannya, selain untuk pengairan, penggunaan irigasi ini juga mampu menekan pertumbuhan hama yang menyerang tanaman serta meminimalisir gulma.

“Ini disebabkan aplikasi irigasi kabut bersifat fleksibel yang bisa dikombinasikan antara irigasi dengan penyemprotan pestisida ataupun pemupukan,” beber dia.

Sementara itu, Kepala UPT Perlindungan Tanaman Pangan Dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat, Yuliana Yulinda, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program pemerintah pusat yang dalam hal ini Direktorat Perlindungan Hortikultura melalui UPT Perlindungan Tanaman di daerah dalam rangka Penanganan Dampak Perubahan Iklim.

“Tujuannya untuk mengamankan produk hortikultura akibat DPI melalui teknologi adaptasi dan mitigasi,” ungkapnya.

“Pada usaha tani komoditas hortikultura, sangat penting untuk memastikan ketersediaan air. Irigasi kabut ini adalah salah satu contoh teknologi sederhana yang dapat dilakukan sehingga air yang diberikan akan langsung mengarah ke area perakaran tanaman sehingga tidak ada air yang terbuang percuma,” pungkasnya,

Previous Post

Pasar Tani Mall to Mall, Masifkan Pemasaran Produk Lokal

Next Post

Tren Budidaya Hortikultura Semakin Meningkat di Era Pandemi Covid -19

Humas Ditjen Hortikultura

Humas Ditjen Hortikultura

Next Post
Tren Budidaya Hortikultura Semakin Meningkat di Era Pandemi Covid -19

Tren Budidaya Hortikultura Semakin Meningkat di Era Pandemi Covid -19

Buku Hortikultura

Buku Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura

Buku Angka TetapHortikulturaTahun 2024

by Hubungan Masyarakat
15/08/2025
0

Pengarah: Dr. Ir. Muhammad Taufik Ratule Penyunting: Dyah Ismayaningrum, SE, SP Widhiyanti Nugraheni, S.Si, M.SE Staff Penyunting: Sulastri, S.Si., M.SE...

Read more

BUKU SAKU BROKOLI & KEMBANG KOL

20/05/2025
Pengunaan Bubur Bordo Untuk Pengendalian OPT Buah

Pengunaan Bubur Bordo Untuk Pengendalian OPT Buah

06/11/2024
Petunjuk Teknis PENGENDALIAN OPT KUBIS

Petunjuk Teknis PENGENDALIAN OPT KUBIS

06/11/2024
MENCEGAH ANCAMAN PENYAKIT SISTEMIK JERUK – Bangkitkan Kejayaan Jeruk Lokal

MENCEGAH ANCAMAN PENYAKIT SISTEMIK JERUK – Bangkitkan Kejayaan Jeruk Lokal

06/11/2024

Berita Utama

Presiden Prabowo Umumkan Swasembada Pangan, Indonesia Ulang Sejarah Kejayaan
BERITA UTAMA

Presiden Prabowo Umumkan Swasembada Pangan, Indonesia Ulang Sejarah Kejayaan

by Hubungan Masyarakat
07/01/2026
0

Rilis Kementan, 7 Januari 2026Nomor : B-15/HM.160/A.7/1/2026 KARAWANG – Presiden Prabowo Subianto resmi mengumumkan tercapainya swasembada pangan nasional, menandai kembalinya...

Read more
Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Mentan Amran atas Dedikasi Wujudkan Swasembada Pangan

Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Mentan Amran atas Dedikasi Wujudkan Swasembada Pangan

07/01/2026
Presiden Prabowo Panen Raya Padi di Karawang, Tegaskan Arah Pertanian Modern Indonesia

Presiden Prabowo Panen Raya Padi di Karawang, Tegaskan Arah Pertanian Modern Indonesia

07/01/2026
Swasembada Pangan, Jalan Menuju Kebangkitan Pertanian Indonesia

Swasembada Pangan, Jalan Menuju Kebangkitan Pertanian Indonesia

07/01/2026
BPS: Produksi Jagung 2025 Naik 6,44%, Tembus 16,11 Juta Ton

BPS: Produksi Jagung 2025 Naik 6,44%, Tembus 16,11 Juta Ton

07/01/2026

AGENDA KEGIATAN HORTIKULTURA

  • – 01:00, 25/11/2025 – Rapat Konsolidasi Pasca FGD Cold Chain
  • – 01:00, 25/11/2025 – Rapat RDP Komisi IV DPR
  • – 01:00, 26/11/2025 – 29/11/2025 – Kunjungan ke China

ALAMAT KAMI :

KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
Jl. Aup No.3, RT.9/RW.10, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12520
Telp: (021) 7806881
[email protected]
hortikultura.pertanian.go.id

TAUTAN SITUS :

- Kementerian Pertanian
- Kementerian Perdagangan
- PPID Pertanian
- Badan Pusat Statistik
- Lapor
- Layanan Pengadaan Secara Elektronik
- Whistleblowing System

SOSIAL MEDIA :

  @hortvditjenhorti
  DitjenHorti
  @horti.kementan
  @ditjenhorti

Hak Cipta © 2024 Direktorat Jenderal Hortikultura - Kementerian Pertanian RI

No Result
View All Result
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Aksebilitas

Mode Aksebilitas

Mode Aman Epilepsi
Meredam warna dan menghilangkan kedipan
Mode ini memungkinkan penderita epilepsi untuk menggunakan situs web dengan aman dengan menghilangkan risiko kejang akibat animasi berkedip atau berkedip dan kombinasi warna yang berisiko.
Mode Tunanetra
Meningkatkan visual situs web
Mode ini menyesuaikan website dengan kenyamanan pengguna penyandang disabilitas penglihatan seperti Penurunan Penglihatan, Penglihatan Terowongan, Katarak, Glaukoma, dan lain-lain.
Mode Disabilitas Kognitif
Membantu untuk fokus pada konten tertentu
Mode ini memberikan opsi bantuan berbeda untuk membantu pengguna dengan gangguan kognitif seperti Disleksia, Autisme, CVA, dan lainnya, agar lebih mudah fokus pada elemen penting situs web.
Mode Ramah ADHD
Mengurangi gangguan dan meningkatkan fokus
Mode ini membantu pengguna dengan ADHD dan gangguan perkembangan saraf untuk membaca, menelusuri, dan fokus pada elemen utama situs web dengan lebih mudah sekaligus mengurangi gangguan secara signifikan.
Mode Kebutaan
Memungkinkan penggunaan situs dengan pembaca layar-baca
Mode ini mengonfigurasi situs web agar kompatibel dengan pembaca layar seperti JAWS, NVDA, VoiceOver, dan TalkBack. Pembaca layar adalah perangkat lunak untuk pengguna tunanetra yang diinstal pada komputer dan ponsel cerdas, dan situs web harus kompatibel dengannya.

Pengalaman Membaca

Skala Konten
Default
Kaca Pembesar Teks
Font Terbaca
Ramah Disleksia
Penyorotan Judul
Penyorotan Tautan
Ukuran Font
Default
Line Height
Default
Spasi Huruf
Default
Rata Kiri
Rata Tengah
Rata Kanan

Pengalaman yang Menyenangkan Secara Visual

Kontras Gelap
Kontras Terang
Satu Warna
Kontras Tinggi
Saturasi Tinggi
Saturasi Rendah
Atur Warna Teks
Atur Warna Judul
Atur Warna Latar

Orientasi Mudah

Suara Hening
Sembunyikan Gambar
Papan Ketik Maya
Panduan Membaca
Stop Animasi
Penanda Bacaan
Penyorotan Kursor
Penyorotan Fokus
Kursor Besar Gelap
Kursor Besar Terang
Kunci Navigasi