DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA
No Result
View All Result
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
No Result
View All Result
Home BERITA UTAMA

Strategi Kementan Perluas Pasar Produk Hortikultura di Era Industri 4.0

27/10/2023
in BERITA UTAMA
0
Strategi Kementan Perluas Pasar Produk Hortikultura di Era Industri 4.0

*Rilis Kementan, 29 September 2020*
Nomor : 1344/R-KEMENTAN/09/2020

Pengembangan sektor pertanian memerlukan strategi komprehensif dari hulu hingga hilir. Menurut Menteri Syahrul Yasin Limpo, pemanfaatan benih bermutu serta pengemasan yang baik adalah syarat produk pertanian memiliki daya saing dan nilai tambah.

Menanggapai hal tersebut, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Ditjen Hortikultura Kementan, Bambang Sugiharto dalam keterangannya, Selasa (29/9) menyampaikan bahwa tantangan daya saing cukup kompleks dan tidak bisa dikerjakan secara parsial sehingga harus diselesaikan bersama-sama dari awal sampai akhir dan berkelanjutan.

Menurutnya, ada lima tantangan daya saing produk hortikultura. Pertama, inkonsistensi mutu produk dan suplai. Kedua, harga produk mahal imbas tingginya biaya logistik dan produksi.

Kemudian, produk belum didesain sesuai permintaan pasar dan minimnya akses pemasaran. Lalu, diplomasi perdagangan internasional lemah. “Terakhir, minimnya pemanfaatan teknologi. Sehingga produk cepat kadaluwarsa, mudah rusak, dan tidak menarik,” jelasnya.

Ditjen Hortikultura bakal melakukan sejumlah upaya untuk menggenjot nilai tambah dan daya saing produk segar ataupun olahan sayuran, tanaman obat, buah, dan florikultura pada 2021. Upaya yang dilakukan di antaranya registrasi kebun atau lahan usaha 400 unit; sertifikasi 150 unit good agriculture practices (GAP); budi daya organik 50 unit dan registrasi bangsal 60 unit; serta penerapan GAP di 200 kelompok untuk sistem produksi dan penyediaan.

Pada aspek logistik, distribusi, dan nilai tambah bakal dilakukan distribusi sarana prasarana (sapras) pascapanen 150 unit dan cold chain 110 unit, termasuk menggiatkan penerapkan Good Handling Practices (GHP) pada 60 kelompok; menyalurkan sapras pengolahan 400 unit; serta pendirian pasar tani 100 unit dan subterminal agribisnis 40 unit, termasuk bantuan sewa gudang 1 unit, bantuan distribusi 1 paket, dan bantuan pembelian 1 paket.

Demi penguasaan pasar dan stabilisasi harga, akan mengintensifkan promosi dan mengoptimalisasi pelayanan informasi pasar (PIP) di 205 kabupaten. “Kami juga mendorong pembentukan 40 korporasi petani,” tambah Bambang.

“Sedangkan komoditas yang menjadi fokus kami,” lanjut dia, “meliputi grading dan olahan bawang merah; olahan cabai; sayur segar, beku, siap konsumsi, dan pengalengan; jamu instan, bumbu instan, minuman penyegar, tepung, dan atsiri untuk biofarmaka; dried flower, aromaterapi, dan atsiri untuk florikultura.”

Adapun buah-buahan, baik produk segar, aneka jus, buah beku, dalam kemasan, dan siap konsumsi, yang diprioritaskan mencakup jeruk, lemon, buah naga, nanas, salak, rambutan, dan lainnya.

Pasar Tani masih terus didorong pendiriannya karena menjadi market strategis bagi petani mengingat produknya langsung dijajakan kepada konsumen akhir (end user). “Karena rantai distribusi terpangkas banyak, petani mendapatkan harga yang lebih baik. Konsumen juga mendapat barang berkualitas dekat dengannya dan harganya terjangkau,” urainya.

Kebijakan tersebut bakal melibatkan pihak-pihak berkepentingan lainnya (stakeholder). Misalnya, proses budi daya (on farm) meliputi produksi hingga pascapanen menggandeng Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Buah dan Florikultura, dan Direktorat Perlindungan.

Kemudian menggandeng Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) untuk aspek di luar lahan (off farm), seperti produk olahan, pengembangan produk, dukungan dan kerja sama, serta pemanfaatan teknologi. Untuk pemasaran, meliputi penjenamaan (branding), sertifikasi, promosi, informasi harga, pasar tani, dan rantai distribusi melibatkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan pemerintah daerah (Pemda).

“Sedangkan ekspor, baik negosiasi akses pasar, ekuivalensi dan rekognisi, dan pemenuhan protokol, kami bersinergi dengan Barantan (Badan Karantina Pertanian) dan Kemlu (Kementerian Luar Negeri),” jelas Bambang.

Sementara itu, Dirjen Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto, menerangkan, peningkatan mutu dan kualitas merupakan tuntutan zaman seiring tingginya permintaan masyarakat, terutama produk organik. “Kalau kita mau ekspor, ini justru menjadi penilaian utama.”

“Karenanya, kami mendorong petani untuk mulai peka terhadap kebutuhan pasar dan prosedurnya. Sehingga, proses budi dayanya menyesuaikan. Hasil akhirnya tentu bagi petani itu sendiri. Mereka yang akan lebih merasakan manfaatnya, seperti nilai jual meningkat dan permintaan melonjak,” tuturnya.

Previous Post

SALAK PONDOH SLEMAN TETAP EKSPOR DI TENGAH PANDEMI COVID-19

Next Post

Kementan-TNI AD Sepakat Perkokoh Kesiapan Penyediaan Pangan

Humas Ditjen Hortikultura

Humas Ditjen Hortikultura

Next Post
Kementan-TNI AD Sepakat Perkokoh Kesiapan Penyediaan Pangan

Kementan-TNI AD Sepakat Perkokoh Kesiapan Penyediaan Pangan

Buku Hortikultura

Buku Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura

Buku Angka TetapHortikulturaTahun 2024

by Hubungan Masyarakat
15/08/2025
0

Pengarah: Dr. Ir. Muhammad Taufik Ratule Penyunting: Dyah Ismayaningrum, SE, SP Widhiyanti Nugraheni, S.Si, M.SE Staff Penyunting: Sulastri, S.Si., M.SE...

Read more

BUKU SAKU BROKOLI & KEMBANG KOL

20/05/2025
Pengunaan Bubur Bordo Untuk Pengendalian OPT Buah

Pengunaan Bubur Bordo Untuk Pengendalian OPT Buah

06/11/2024
Petunjuk Teknis PENGENDALIAN OPT KUBIS

Petunjuk Teknis PENGENDALIAN OPT KUBIS

06/11/2024
MENCEGAH ANCAMAN PENYAKIT SISTEMIK JERUK – Bangkitkan Kejayaan Jeruk Lokal

MENCEGAH ANCAMAN PENYAKIT SISTEMIK JERUK – Bangkitkan Kejayaan Jeruk Lokal

06/11/2024

Berita Utama

Stabilkan Harga, Kementan Kembali Guyur 1,7 Ton Cabai Rawit Merah ke Pasar Induk Kramat Jati
BERITA UTAMA

Stabilkan Harga, Kementan Kembali Guyur 1,7 Ton Cabai Rawit Merah ke Pasar Induk Kramat Jati

by Hubungan Masyarakat
25/02/2026
0

Rilis Kementan, 23 Februari 2026Nomor: B-141/HM.160/7/02/2026 Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) kembali mengguyur sebanyak 1,7 ton cabai rawit merah ke...

Read more
Sukses Diplomasi Presiden Prabowo, 53 Kelompok Komoditas Pertanian RI Bebas Tarif ke AS

Sukses Diplomasi Presiden Prabowo, 53 Kelompok Komoditas Pertanian RI Bebas Tarif ke AS

25/02/2026
Kementan Guyur Pasokan Cabai ke Pasar Induk Kramat Jati, Cabai Rawit Merah Dijual Rp55.000/Kg

Kementan Guyur Pasokan Cabai ke Pasar Induk Kramat Jati, Cabai Rawit Merah Dijual Rp55.000/Kg

25/02/2026
Kementan Pastikan Stok Cabai Aman dan Surplus Hadapi Ramadan dan Idulfitri 1447 H

Kementan Pastikan Stok Cabai Aman dan Surplus Hadapi Ramadan dan Idulfitri 1447 H

25/02/2026
Didukung Champion Cabai Nasional, Kementan Guyur Pasokan ke PIKJ untuk Tekan Lonjakan Harga

Didukung Champion Cabai Nasional, Kementan Guyur Pasokan ke PIKJ untuk Tekan Lonjakan Harga

25/02/2026

AGENDA KEGIATAN HORTIKULTURA

  • – 01:00, 25/11/2025 – Rapat Konsolidasi Pasca FGD Cold Chain
  • – 01:00, 25/11/2025 – Rapat RDP Komisi IV DPR
  • – 01:00, 26/11/2025 – 29/11/2025 – Kunjungan ke China

ALAMAT KAMI :

KEMENTERIAN PERTANIAN
DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
Jl. Aup No.3, RT.9/RW.10, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12520
Telp: (021) 7806881
[email protected]
hortikultura.pertanian.go.id

TAUTAN SITUS :

- Kementerian Pertanian
- Kementerian Perdagangan
- PPID Pertanian
- Badan Pusat Statistik
- Lapor
- Layanan Pengadaan Secara Elektronik
- Whistleblowing System

SOSIAL MEDIA :

  @hortvditjenhorti
  DitjenHorti
  @horti.kementan
  @ditjenhorti

Hak Cipta © 2024 Direktorat Jenderal Hortikultura - Kementerian Pertanian RI

No Result
View All Result
  • Halaman Utama
  • Beranda
  • TENTANG KAMI
  • JDIH
  • PERIZINAN
  • STATISTIK
    • Jadwal Rilis
    • Publikasi
  • PERPUSTAKAAN
    • BUKU SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL HORTIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT BUAH DAN FLORIKULTURA
    • BUKU DIREKTORAT SAYURAN DAN TANAMAN OBAT
    • BUKU DIREKTORAT PERBENIHAN
    • BUKU DIREKTORAT PERLINDUNGAN
    • BUKU DIREKTORAT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HORTIKULTURA
    • BUKU LAINNYA

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Aksebilitas

Mode Aksebilitas

Mode Aman Epilepsi
Meredam warna dan menghilangkan kedipan
Mode ini memungkinkan penderita epilepsi untuk menggunakan situs web dengan aman dengan menghilangkan risiko kejang akibat animasi berkedip atau berkedip dan kombinasi warna yang berisiko.
Mode Tunanetra
Meningkatkan visual situs web
Mode ini menyesuaikan website dengan kenyamanan pengguna penyandang disabilitas penglihatan seperti Penurunan Penglihatan, Penglihatan Terowongan, Katarak, Glaukoma, dan lain-lain.
Mode Disabilitas Kognitif
Membantu untuk fokus pada konten tertentu
Mode ini memberikan opsi bantuan berbeda untuk membantu pengguna dengan gangguan kognitif seperti Disleksia, Autisme, CVA, dan lainnya, agar lebih mudah fokus pada elemen penting situs web.
Mode Ramah ADHD
Mengurangi gangguan dan meningkatkan fokus
Mode ini membantu pengguna dengan ADHD dan gangguan perkembangan saraf untuk membaca, menelusuri, dan fokus pada elemen utama situs web dengan lebih mudah sekaligus mengurangi gangguan secara signifikan.
Mode Kebutaan
Memungkinkan penggunaan situs dengan pembaca layar-baca
Mode ini mengonfigurasi situs web agar kompatibel dengan pembaca layar seperti JAWS, NVDA, VoiceOver, dan TalkBack. Pembaca layar adalah perangkat lunak untuk pengguna tunanetra yang diinstal pada komputer dan ponsel cerdas, dan situs web harus kompatibel dengannya.

Pengalaman Membaca

Skala Konten
Default
Kaca Pembesar Teks
Font Terbaca
Ramah Disleksia
Penyorotan Judul
Penyorotan Tautan
Ukuran Font
Default
Line Height
Default
Spasi Huruf
Default
Rata Kiri
Rata Tengah
Rata Kanan

Pengalaman yang Menyenangkan Secara Visual

Kontras Gelap
Kontras Terang
Satu Warna
Kontras Tinggi
Saturasi Tinggi
Saturasi Rendah
Atur Warna Teks
Atur Warna Judul
Atur Warna Latar

Orientasi Mudah

Suara Hening
Sembunyikan Gambar
Papan Ketik Maya
Panduan Membaca
Stop Animasi
Penanda Bacaan
Penyorotan Kursor
Penyorotan Fokus
Kursor Besar Gelap
Kursor Besar Terang
Kunci Navigasi