BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Wednesday , September 20 2017
Breaking News
Home / ARTIKEL UMUM / Penanganan OPT Pascapanen pada Komoditas Buah – Buahan
optbuah

Penanganan OPT Pascapanen pada Komoditas Buah – Buahan

Komoditas buah – buahan tropis khas nusantara merupakan aset berharga bagi negara Indonesia, dimana memerlukan pengelolaan serta pengembangan yang baik menyangkut tata produksi, penanganan pascapanen, pengolahan serta pemasarannya. Keberhasilan agribisnis komoditas buah – buahan mensyaratkan jumlah dan kontinuitas pasokan dari buah yang terjamin kualitasnya. Panen merupakan kegiatan untuk mengumpulkan buah secepat mungkin dari lahan pertanaman pada tingkat ketuaan yang tepat dengan tingkat kerusakan, kehilangan hasil dan biaya minimum. Jaminan akan kualitas mutu buah tersebut dapat diperoleh melalui penanganan pasca panen yang baik dan memadai dengan memerhatikan faktor – faktor yang berpengaruh terhadap mutu buah. Penanganan pascapanen buah dirancang dalam bentuk rangkaian kegiatan dari panen hingga buah dikemas dan siap didistribusikan pemasarannya atau untuk mendapatkan perlakuan seperti penyimpanan, pemeraman atau perlakuan khusus lainnya yang dituntut konsumen.

Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan agribisnis buah pada saat fase pascapanen buah – buahan adalah gangguan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) pada buah. Salah satu strategi keberhasilan yang wajib dilakukan adalah kegiatan pengelolaan OPT pascapanen pada komoditas buah. Pengelolaan OPT pascapanen pada komoditas buah dilakukan berdasarkan pertimbangan harga jenis pestisida kimia dan biaya dalam aplikasinya, risiko polusi yang mungkin ditimbulkan, risiko penolakan publik terhadap penggunaan pestisida, suhu, kelembaban, curah hujan, populasi gulma, serangga dan penyakit serta populasi serangga predator atau parasit yang kemungkinan ada di bangsal penanganan pascapanen buah.

Beberapa penyakit pasca panen yang menyerang komoditas buah tropika di Indonesia, diantaranya : a). Jeruk (busuk pangkal, busuk aspergillus, busuk pangkal buah / kapang penicillium); b). Mangga (lalat buah, antraknosa, dan busuk pangkal buah (stem – end rot); c). Pisang (lalat buah, antraknosa, busuk buah (finger rot); d) Nanas (busuk pangkal (butt rotm black rot); e). Pepaya (Antraknosa, busuk Rhizopus, bercak buah Alternaria, busuk pangkal batangm busuk kering (dry rot), papaya ring spot virus; f). Alpukat (antraknosa).

Artikel selengkapnya bisa dibaca dan diunduh di sini

Disusun dan diolah dari berbagai sumber oleh :
Hendry Puguh Susetyo, SP, M.Si
Fungsional POPT Ahli Muda
Direktorat Perlindungan Hortikultura

About d@in_horti

Check Also

antraknosapepaya

Penyakit Antraknosa pada Pepaya

Pepaya merupakan salah satu komoditas buah yang dapat tumbuh di berbagai tempat dan memiliki kemampuan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>