BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Thursday , November 23 2017
Breaking News
Home / TENTANG KAMI

TENTANG KAMI

  • Sejarah, Visi, Misi dan Tujuan
  • Profil Direktur Jenderal 
  • Struktur Organisasi

I. SEJARAH

Indonesia adalah sebuah negara agraris dengan memiliki iklim tropis yang berada pada garis katulistiwa. Mayoritas penduduknya Indonesia adalah petani yang dalam perkembangannya kemudian mengarah kepada industri, namun demikian sektor pertanian masih memiliki peran dan arti penting diantara sektor-sektor lainnya seperti kehutanan, perikanan, parawisata dan lain sebagainya dalam mendukung perkembangan dan kemajuan perekonomian Indonesia.
Peran penting tersebut tidak luput ditopang dengan kebijakan pemerintah untuk membentuk sebuah institusi atau departemen untuk menangani pertanian Indonesia yaitu Departemen Pertanian Republik Indonesia. Departemen Pertanian RI pada saat ini memiliki 12 eselon I yang menangani 12 bidang salah satunya adalah Direktorat Jenderal Hortikultura yang khusus menangani pertanian sub sektor hortikultura.
Direktorat Jenderal Hortikultura adalah unit kerja Eselon I di dalam Departemen Pertanian RI yang ditetapkan dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas dan Fungsi Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia dan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 tahun 2005 tentang unit Organisasi dan Tata Kerja Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 15 tahun 2005, yang kemudian dijabarkan lebih lanjut dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 299/Kpts/OT.140/7/2005 jo 11/Permentan/OT.140/2/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pertanian cq Direktorat Jenderal Hortikultura dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 341/Kpts/OT.140/9/2005 jo 12/Permentan/OT.140/2/2007 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pertanian cq Direktorat Jenderal Hortikultura yang saat ini berdiri.
Direktorat Jenderal Hortikultura dalam perkembangan organisasinya selalu dinamis dan berkembang mengikuti tuntutan perkembangan agribisnis di lapang mengingat perkembangan produk agribisnis hortikultura sangat potensial dan prospektif dimasa mendatang yang memerlukan pendekatan pertanian terpadu (PPT), serta permintaan dan prospek pasar yang terus berkembang seiring perkembangan jumlah penduduk, tingkat kesejahteraan dan pendapatan masyarakat.
Dalam perkembangannya Direktorat Jenderal Hortikultura mengalami reorganisasi sebanyak 4 kali yaitu :
1. Direktorat Jenderal Produksi Hortikultura dan Aneka Tanaman
Direktorat Jenderal Produksi Hortikultura dan Aneka Tanaman berdiri didasari dengan dikeluarnya Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 177 tahun 2000 tentang Susunan Organisasi dan Tugas Departemen Pertanian yang kemudian ditindaklanjuti dengan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 160/Kpts/OT.210/3/2000 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pertanian dan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 327/Kpts/OT.210/7/2000 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pertanian. Direktorat Jenderal Produksi Hortikultura dan Aneka Tanaman adalah pecahan dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Hortikultura yang merupakan cikal bakal berdirinya Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura yang kemudian saat ini berdiri menjadi Direktorat Jenderal Hortikultura.
Susunan organisasi Direktorat Jenderal Produksi Hortikultura dan Aneka Tanaman adalah sebagai berikut :
a. Sekretariat Direktorat Jenderal;
b. Direktorat Benih;
c. Direktorat Tanaman Buah;
d. Direktorat Tanaman Sayuran dan Tanaman Hias;
e. Direktorat Aneka Tanaman;
f. Direktorat Perlindungan Tanaman.
2. Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura
Berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor : 165 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas dan Fungsi serta Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pertanian, dan Keputusan Presiden RI No : 172 tahun 2001, kemudian dijabarkan lebih lanjut dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 01/Kpts/OT.210/1/ 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pertanian dan Keputusan Menteri Pertanian 99/Kpts/OT.210/2/2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pertanian sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Pertanian No : 392/kpts/OT.210/7/2001 dan dipertegas lagi dengan keputusan Direktur Jenderal Bina Produksi Hortikultura Nomor : 01/HK.050/2/2003 tentang Rincian Tugas Unit Kerja Eselon IV lingkup Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura, Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura memiliki susunan organisasi eselon II sebagai berikut :
a. Sekretariat Direktorat Jenderal ;
b. Direktorat Perbenihan;
c. Direktorat Tanaman Buah;
d. Direktorat Tanaman Sayuran, Hias dan Aneka Tanaman;
e. Direktorat Pengembangan Usaha
f. Direktorat Perlindungan Hortikultura

3. Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura
Berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor : 165 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas dan Fungsi serta Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pertanian, dan Keputusan Presiden RI Nomor : 172 tahun 2001, kemudian dijabarkan lebih lanjut dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 01/Kpts/OT.210/1/2001 junto Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 257/Kpts/OT.140/4/2004 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pertanian dan Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 99/Kpts/OT.210/2/2001 juncto Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 258/Kpts/OT.140/4/2004 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pertanian dan dipertegas lagi dengan keputusan Direktur Jenderal Bina Produksi Hortikultura Nomor : 01/HK.050/2/2003 tentang rincian tugas unit kerja Eselon IV lingkup Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura, Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura kembali mengalami reorganisasi dengan susunan eselon II sebagai berikut:
a. Sekretariat Direktorat Jenderal;
b. Direktorat Perbenihan;
c. Direktorat Tanaman Buah;
d. Direktorat Tanaman Sayuran dan Biofarmaka;
e. Direktorat Tanaman Hias;
f. Direktorat Perlindungan Hortikultura.
4. Direktorat Jenderal Hortikultura
Dalam perkembangan selanjutnya Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura mengalami reorganisasi menjadi Direktorat Jenderal Hortikultura sebagai mana diatur dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 tahun 2005 dan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 tahun 2005 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 15 tahun 2005 dan ditindaklanjuti dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 299/Kpts/OT.140/7/2005 jo 11/Permentan/OT.140/2/2007 dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 341/Kpts/OT.140/9/2005 12/Permentan/OT.140/2/2007. Seperti diterangkan dimuka pada saat ini Direktorat Jenderal Hortikultura memiliki susunan organisasi eselon II sebagai berikut :

a. Sekretariat Direktorat Jenderal;
b. Direktorat Perbenihan dan Sarana Produksi;
c. Direktorat Budidaya Tanaman Buah;
d. Direktorat Budidaya Tanaman Sayuran dan Biofarmaka;
e. Direktorat Budidaya Tanaman Hias;
f. Direktorat Perlindungan Tanaman Hortikultura.

II. Visi :

“Terwujudnya Industri Hortikultura Ramah Lingkungan yang Kuat dan Mandiri untuk Kesejahteraan Petani”

III. Misi :

Melakukan percepatan pengembangan kawasan hortikultura yang ramah lingkungan
Meningkatkan penerapan teknik budidaya dan pasca panen yang baik dengan pendekatan ramah lingkungan;
Menguatkan Sistem dan Industri Perbenihan Hortikultura;
Menguatkan Sistem Perlindungan Hortikultura, serta mitigasi dan adaptasi dampak perubahan iklim;
Mengembangkan pelaku usaha dan kelembagaan hortikultura yang profesional;
Menerapkan tata kelola pengembangan hortikultura yang bersih, dan transparan dan profesional;
Mendukung pengembangan bio – industri hortikultura berkelanjutan;
Mendorong kerjasama dan kemitraan usaha serta perdagangan komoditas hortikultura yang transparan, jujur dan berkeadilan.

IV. Tujuan :

Meningkatkan produksi hortikultura yang aman konsumsi, bermutu dan diproduksi secara ramah lingkungan;
Meningkatkan ketersediaan produk hortikultura untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, industri dan ekspor;
Mempertahankan mutu dan menekan kehilangan produk hortikultura;
Meningkatkan produksi dan ketersediaan benih bermutu;
Menekan kehilangan hasil hortikultura akibat dari serangan OPT dan dampak perubahan lingkungan, serta kehilangan hasil pascapanen

Direktur Jenderal Hortikultura-1

ditjen