BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Sunday , December 15 2019
Home / INFO MEDIA / Mentan Lepas Ekspor Nanas dan Pisang Made in Lampung ke China Hingga AS
mentanptntf

Mentan Lepas Ekspor Nanas dan Pisang Made in Lampung ke China Hingga AS

Lampung (12/11) Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, menyambangi kebun buah seluas 3.700 hektar saat blusukan ke Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Di kebun milik PT. Nusantara Tropical Farm (NTF) itu, Mentan sempat berkeliling serta melepas ekspor nanas dan pisang untuk tujuan Amerika Serikat (AS) hingga China.

Mentan beserta rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB di lokasi dan disambut pemilik PT NTF, Budi Setiawan. Kemudian, rombongan disuguhkan aneka buah seperti, pisang, nanas, pepaya, jambu kristal dan buah naga.

Sambil menikmati sajian buah, Mentan sempat bertanya kepada pemilik NTF.

“Ini luas lahannya berapa, dan buah yang diekspor apa saja,” tanya Mentan ke Budi, di kantor PT NTF, Way Kambas, Lampung Timur, Lampung, Rabu (11/11/2015).

Lalu, Budi menjelaskan kepada Mentan, kebun NTF berdiri sejak 1993 dan luasnya mencapai 3.700 hektar.

“Kami tanam pisang, jambu kristal, nanas segar, buah naga, dan pepaya. Pisang dan nanas sudah kami ekspor rutin dalam jumlah besar. Kita sedang kembangkan terus pembibitannya dan akan perluasan lahan lagi,” terang Budi.

Selain itu, Budi mengatakan, pada 2014 lalu, produksi nanas mencapai 513,58 ton nanas segar. Ekspor nanas kaleng mencapai 9.021 kontainer dan konsentrat nanas sebanyak 1.629 kontainer. Total ekspor pada 2014 mencapai 10.650 kontainer.

Kemudian, produksi 2015 meningkat menjadi 514.750 ton nanas segar. Ekspor nanas kaleng mencapai 9.535 kontainer dan konsentrat sebanyak 1.622 kontainer. Total sudah mengekspor 11.417 kontainer. Selain itu, juga mengekspor nanas dan pisang ke beberapa negara diantarsnya Amerika Serikat, Amerika Latin, Eropa, Timur Tengah, Jepang, China, dan Australia.

Seusai dialog, rombongan Mentan kemudian diajak berkeliling kebun pisang dan nanas. Mentan juga berkesempatan melihat proses pasca panen. Tandan pisang sama sekali tidak menyentuh tanah. Tiap tandan pisang diproses dengan steril dan sangat teliti. Kotoran dibersihkan dari tiap sisir pisang. Pisang disortir tiap sisirnya lalu dikemas dalam kotak kardua. Di akhir proses sudah siap tiga unit kontainer besar yang dilengkapi pendingin untuk mengangkut pisang untuk diekspor. (Sumber: www.detik.com)

About desy

Pranata Humas - Direktorat Jenderal Hortikultura

Check Also

konpress

Pedagang Minta Impor Bawang Merah, Ini Respons Kementan

Jakarta -Kementerian Pertanian (Kementan) kembali menegaskan tak akan membuka keran impor bawang merah tahun ini, ...

Leave a Reply